
Sekarang waktunya istirahat Nana tidak ke kantin dan memilih makan di kelas saja karena dia sudah janji untuk menceritakan tentang dia dan seseorang yang tadi pagi membuat sekolah heboh.
"Jadi sejak kapan Lo pacaran sama Hansel." tanya Citra setelah melihat sekeliling untuk memastikan suasana kelas dan masih terlihat sekitar lima orang yang berada di kelas itu termasuk Nana dan Citra.
"Baru tiga hari kok." Jawab Nana jujur.
"Kok Lo ngak ngasih tau gw sih." tanya Citra.
"Lagian Lo kan ngak nanya."
"Lo jangan buat kesal deh Na." Ucap Citra karena mendengar jawaban sahabatnya itu yang tidak sesuai dengan yang di inginkan nya apalagi sekarang hatinya sedang hangat atau lebih tepatnya panas.
"Jadi gini ceritanya."
Flashback On.
Satu Minggu yang lalu saat Nana pulang sekolah di tengah perjalanan dia melihat seseorang terjatuh dan tergeletak di aspal yang telah dikerubungi banyak orang karena penasaran Nana akhirnya juga ingin melihat lalu memberhentikan mobilnya.
"Hansel." Ucap Nana setelah melihat orang yang tergeletak itu namun masih sadarkan diri.
"Mbak kenal dengan orang ini." tanya salah seorang wanita yang berada di sana.
"Kenal mbak dia teman sekolah saya." Jawab Nana.
"Yaudah mbak bawa ke rumah sakit terdekat aja." usul wanita disana begitupun dengan orang orang lainnya.
"Yaudah tolong bantuin saya bawa dia ke mobil saya yang berada di ujung sana." ucap Nana dan orang orang disana lalu melakukannya dengan memapah Hansel ke mobil Nana.
"Makasi pak buk." Ucap Nana berterimakasih setelah orang orang itu membantunya memapah Hansel ke mobilnya.
"Sama sama neng." jawab mereka.
"Hari hari bawa mobilnya." kata seorang laki laki di sana.
Lalu Nana menjalankan mobilnya menuju rumah sakit terdekat untuk mengecek apakah Hansel baik baik saja.
Hansel POV.
Di saat gw terjatuh jujur gw gak papa dan Hannya sedikit lecet saja namun saat gadis ini datang akhirnya gw punya id untuk sesuatu.
Hansel POV end.
Sesampainya di rumah sakit Nana langsung turun dari mobil dan berusaha memapah Hansel sekuat tenaga dengan tubuhnya yang terlihat jauh lebih mungil dari tubuh Hansel yang tegap serta terlihat otot otot yang menonjol.
"Kok Lo berat banget sih." ujar Nana yang sedikit kesusahan memapah Hansel.
"Itu bukan salah gw tapi lo nya aja yang kekecilan." jawab Hansel.
Akhirnya mereka sampai di meja administrasi rumah sakit itu dan datanglah beberapa suster membawa bangkar Dan menaikan Hansel ke atasnya.
Setelah itu Nana memutuskan untuk menelepon orang tua Hansel dengan HP Hansel yang tadi di berikan suster kepadanya.
📞 : Hallo Tante ini Nana.
📞 : Hahhh Nana Anaknya Renata kan.
📞 : Iya Tante.
📞 : Kok bisa sama kamu nak Hansel nya mana.
📞 : Sekarang Nana di rumah sakit tan Tante kesini deh Hansel kecelakaan Tan.
📞 : Baiklah Tante kesana sekarang di rumah sakit Mana.
📞 : RS xxxx Tan.
__ADS_1
Setelah itu Nana memutuskan teleponnya dan menyusul Hansel ke tempat ruang inapnya dan ternyata dokter sudah selesai memeriksa Hansel.
"Gimana keadaannya dok." Tanya Nana sedikit khawatir.
"Keadaannya tidak apa apa kok tidak ada yang parah Hannya butuh waktu dua hari untuk istirahat dan obatnya sudah saya berikan kepada pasien."jawab sang dokter.
"Makasi dok." Ucap nana lalu masuk ke dalam rumah inap tempat Hansel berada.
"Kata dokter luka Lo ngak papa kalau gitu gw pulang dulu ya." kata Nana setelah masuk dan melihat kalau Hansel baik baik saja seperti yang dikatakan dokter tadi.
"Dan ini ponsel Lo gw udah telepon Tante Gita." ucap Nana lagi dan menyerahkan ponsel Hansel.
"Makasi Lo udah antar gw kesini." ucap Hansel berterimakasih kepada Nana.
"Sama sama." jawab Nana.
"Gw boleh minta tolong ngak." Tanya Hansel kepada Nana.
"Apa?" jawab Nana kembali dan merasa sedikit penasaran.
"Gw lapar dari kemarin belum makan Lo bisa suapin gw soalnya tangan gw sebelah kanan lagi di perban." ucap Hansel dengan mimik wajah yang bisa membuat orang merasa iba dan kasihan.
Setelah berfikir panjang Nana sedikit merasa iba dengan hansel dan berniat menyuapi Hansel lalu mengambil mangkok yang berisi bubur di atas meja sebelah kasur Hansel yang tadi diantarkan suster.
"Lo sukanya bubur yang diaduk apa ngak." tanya Nana.
"Yang ngak diaduk." Jawab Hansel.
"Buka mulutnya." ucap Nana yang meminta Hansel untuk membuka mulut dan.
"Aaaa." ucap Nana seperti menyuapi anak kecil yang mogok makan dan Hansel membuka mulutnya.
"Enak ngak." Tanya Nana.
"Enak banget apalagi disuapin sama seseorang yang kita sayang." jawab Hansel sedikit menggombal.
Suapan demi suapan akhirnya buburnya habis di makan Hansel dan sekarang Nana membantu Hansel untuk minum dengan telaten dan setelah itu terdengar suara orang berdehem dari pintu ruangan itu.
"Ehemmm kita ganggu gak ya." Ucap seorang wanita kepada temannya yang berdiri di sebelahnya di pintu ruangan itu.
Mereka adalah bunda Gita dan mama Renata yang baru saja sampai dan melihat kalau Nana lagi menyuapi Hansel dan tidak lupa mengabadikan momen itu di dalam kamera ponselnya.
"Iya mending kita balik aja yok." balas mama Renata yang seketika membuat Hansel dan Nana menoleh ke arah tersebut.
"Mama."
"Bunda."
Ucap nana dan Hansel bersama ketika melihat Mama Renata dan Bunda Gita yang tengah berdiri ti depan pintu.
"Masuk aja Tante Mama." Ucap Nana mempersilahkan kedua wanita itu masuk.
"Kita ngak ganggu kan." tanya Tante Gita lagi memastikan.
"Ngak kok Tan." jawab Nana lagi.
Lalu kedua wanita itu langsung menuju tempat Hansel yang tengah duduk di atas kasurnya.
"Kok bisa jatuh sih anak bunda." tanya bunda Gita kepada anaknya itu.
"Licin Bun." jawab Hansel.
"Kalian pacaran kok ngak ngasih tau bunda." ucap Bunda Gita seraya menggoda keduanya yang pura pura tidak tahu kalau......
"Kita ngakkk." ucap nana namun sudah di potong oleh mama Renata.
__ADS_1
"Mungkin masih malu git." ujar mama Renata memotong ucapan Nana dan dia ternyata mendukung hal itu.
"Yaudah kalau gitu Nana pulang duluan ya." ucap Nana yang merasa gugup sekali berada disana dan tidak bisa menahan rasa malunya dan itu terlihat pada pipinya yang merona
"Kok cepat amat." tanya Tante Gita.
"Hehehe ngak papa Tan." jawab Nana lalu keluar dari ruangan itu.
"Terus mama gimana." teriak mama Renata.
"Pakai sopir aja." Nana teriak dari luar.
Dua hari kemudian hansel sudah sembuh dan kembali bersekolah seperti biasanya dan datang lebih awal untuk mengatakan sesuatu pada seseorang dan orang itu adalah Nana.
Tak lama setelah itu datanglah Nana bersama dengan mobilnya dan Hansel langsung menghampirinya.
Nana POV.
Sepertinya gw salah lihat deh kenapa tu orang cepat banget datangnya biasanya terlambat Mulu
dan saat melihat hansel berjalan ke arahnya Nana berusaha untuk menahan degupan di jantungnya yang berdetak kencang lalu Nana keluar dari mobilnya dan pura pura tidak tahu dengan Hansel yang tengah berjalan ke arahnya.
"Hai." sapa Hansel dari belakang Nana yang membuat jantung Nana semakin berdetak kencang.
"Ohh hai." Balas Nana berusaha menutupi kegugupan nya.
"Gimana kabar Lo." tanya Hansel basa basi.
"Hmm Baik Lo udah sembuh." tanya Nana balik.
"Seperti yang Lo lihat." balas Hansel sambil membentangkan tangannya.
"Lo nanti sibuk ngak." tanya nya lagi.
"Ngak ada apa emang."
"Nanti Lo datang ya ke acara ultah gw jam delapan malam dan alamatnya ada di situ." ucap Hansel dan menyerahkan sebuah undangan ke Nana.
"Owhh ok." jawab Nana dan mereka kembali hening.
"Kalau gitu gw ke kelas dulu ya." ucap Nana dan Hansel Hannya tersenyum dan menganggukkan kepala pertanda iya.
Flashback off.
"Terus." tanya Citra penasaran karena Nana belum menyelesaikan ceritanya.
"Gw diajak pacaran saat pesta ultahnya itu." jawab Nana.
"Terus kenapa teman teman kelasnya juga pada ngak tau ngak mungkin kan Hansel ngk ngundang mereka." tanya Citra lagi.
"Owhh itu mereka semua udah pada pulang cuma tinggal kita berdua aja karena dia ngk bolehin gw pulang." jawab Nana.
"Terus ko terima."
"Iya."
"Akhirnya Lo gak jomblo lagi." ucap Citra memberikan selamat kepada Nana tapi yang Nana tidak sadari kalau di balik itu ada suatu kepalsuan.
.
.
.....
..
__ADS_1
. BERSAMBUNG