Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 29


__ADS_3

Seperti yang di rencanakan kemaren Hansel akan datang lagi melihat Nana keesokan harinya.


Hansel datang ke rumah sakit sebelum pergi ke sekolah dan itu Hannya untuk me ngecek apakah Nana baik baik saja.


Ternyata Nana telah di pindahkan dari ruangan kemaren ke ruangan VVIP dan Hansel menuju ruangan itu yang sempat bertanya terlebih dahulu ke mama Renata.


"Pagi Tante." ucap Hansel setelah memasuki ruangan Nana.


"Pagi." balas mama Renata yang saat ini tengah duduk di kursi.


"Gimana keadaannya tante." tanya Hansel karena melihat Nana masih menutup mata seperti saat dilihatnya kemarin.


"Sepertinya dia mengalami trauma untuk kedua kalinya." ucap mama Renata menatap sedih Nana.


Setiap dia sadar maka ia akan berteriak ketakutan dan itu tidak sebentar sampai harus di beri obat penenang oleh dokter.


"Apakah harus kehilangan ingatan lagi Tante." tanya Hansel yang akan mengalami kejadian itu untuk kedua kalinya.


Dalam hatinya paling dalam Hansel tidak ingin Nana harus melupakannya karena harus menghilangkan memori tentang kejadian yang di alaminya tapi Hansel juga tak ingin Nana harus menderita mengingat kejadian yang di alaminya.


Mungkin kalau tidak ada peledakan bom Nana tidak akan mengalami trauma seperti ini.


"Sepertinya begitu." ucap mama Renata yang juga tak ingin melihat Nana menderita seperti yang dialaminya dulu.


"Kalau gitu Hansel ke sekolah dulu Tan." ucap Hansel kerena jam masuk sekolah akan sebentar lagi.


"Iya, hati hati." ucap mama Renata yang semalaman menemani Nana dan juga beberapa asisten rumah tangga mereka.


Berita tentang penangkapan Citra dan ayahnya Rudi telah menyebar luar dan tidak sedikit orang yang mencaci dan tidak habis pikir dengan kelakuan ayah dan anak ini yang begitu teganya menyakiti sahabatnya sendiri.


Sesuai hasil pihak kepolisian mereka di beri hukuman dua puluh tahun penjara.


Di sekolah Hansel menghabiskan waktunya dengan teman temanya cabut dan berdiam diri di atap sekolah.


"Sabar bro." ucap Tomi yang turut prihatin dengan kondisi wanita temannya itu.


"Hmm" balas Hansel yang sejak tadi hannya diam dan mereka yang ada disana sudah berupaya untuk membuat Hansel bicara dengan mereka namun usaha mereka sia sia karena Hansel tidak menggubris ucapan mereka.


Karena merasa bosan di sekolah Hansel cabut yang memang sejak tadi pagi ia tidak masuk ke kelas dan hannya berdiam diri di atap sekolah di temani teman temannya.


Di rumah Hansel juga berdiam diri di dalam kamarnya dan itu membuat bunda Gita dan yang lainnya khawatir.


"Hansel." ucap bunda Gita yang saat ini berada di dalam kamar Hansel menemui putranya itu yang tidak pernah keluar kamar sejak pulang sekolah.

__ADS_1


"Bunda." ucap Hansel yang baru saja sadar dari lamunannya.


"Bunda tau kamu sedih, tapi ngak boleh sampai melupakan makan nak, harus jaga kesehatan kamu." nasehat bunda Gita yang tidak tega melihat anaknya seperti ini.


"Apakah dia akan melupakan Hansel lagi Bun." ucap Hansel sedih.


"Kita tidak tau, tapi kita harus berdoa supaya dia di beri kemudahan sama tuhan." ucap bunda Gita.


"Ini bunda bawakan makan malam untukmu dimakan ya." ucap bunda Gita yang membawakan makan malam ke kamar Hansel karena pria itu tidak makan bersama tadi.


"Iya Bun." ucap Hansel lalu mengambil nampan berisi Saparan itu dari tangan bunda Gita.


Setelah itu bunda Gita terus menemani Hansel sampai selesai makan.


Tring tring tring suara dering telepon


"Iya hallo ren." ucap bunda Gita menjawab telepon yang ternyata dari Mama Renata.


"Ok, aku akan segera kesana." ucap bunda Gita.


Setelah itu bunda Gita mematikan teleponnya dan menyuruh Hansel bersiap.


"Ayo bersiap kita akan ke rumah sakit." ucap Bunda Gita lalu bergegas keluar kamar Hansel.


Tanpa pikir panjang Hansel juga bersiap.


"Ada apa Renata." ucap bunda Gita yang baru saja datang dan membuka pintu dengan kasar sehingga membuat orang di dalam ruangan itu terkejut.


"Sini duduk dulu." ucap mama Renata mempersilahkan Bunda Gita dan Hansel untuk duduk.


Hansel yang hatinya tidak tenang sejak dari rumah dan saat sampai di ruangan Nana baru bisa bernafas lega karena bisa melihat kalau Nana masih bernafas dan itu tidak seperti dugaannya.


"Kita akan membawa Nana terapi ke luar negeri." ucap mama Renata terus terang sebelum temannya itu bertanya.


"Kapan." tanya bunda Gita.


"Malam ini juga makanya aku menghubungimu untuk datang kesini." ucap mama Renata menjelaskan.


Tadi siang mereka terus mencari upaya untuk penyembuhan trauma Nana tanpa harus menghilangkan ingatannya.


Namun upaya itu berhasil mereka temukan karena mendapatkan rekomendasi dari seorang dokter yang menyarankan untuk membawa Nana ke dokter psikiater yang bernama William yang saat ini berada di negara Italia.


Setelah berfikir panjang dan kesepakatan keluarga akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Nana kesana dan menghubungi dokter William dan kebetulan dia tidak keberatan dengan itu.

__ADS_1


Walaupun proses penyembuhannya lama tapi itu tidak harus menghilangkan ingatan Nana.


"Berapa lama kalian akan disana." tanya bunda Gita yang merasakan sedikit lega di hatinya.


"Sekitar dua sampai tiga tahun." ucap Mama Renata yang membuat ibu dan anak itu terkejut.


"Kenapa selama itu." sekarang giliran Hansel yang bertanya karena ia merasa tak rela.


"Karena itulah jalan satu-satunya agar Nana tidak kehilangan ingatan." ucap Mama Renata menjelaskan.


"Jam berapa kalian akan berangkat." tanya bunda Gita.


"Jam sembilan nanti." jawab mama Renata yang waktu keberangkatan mereka ada satu jam lagi.


"Tante." panggil Hansel ke Mama Renata yang seketika itu dia langsung peka dan membawa semua orang disana untuk keluar karena dia ingin memberikan waktu kepada Hansel bersama Nana sebelum perpisahan antara keduanya.


Setelah semua orang pergi Hansel perlahan berjalan menuju ranjang tempat Nana terlelap.


"Maaf." ucap Hansel yang sudah menggenggam tangan Nana.


"Aku lagi lagi ngak bisa menjagamu." ucap Hansel yang sudah tak bisa lagi menahan air matanya.


"Asal kamu tau aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk melindungi mu tapi lagi lagi aku tak bisa." ucap Hansel sambil menggenggam erat tangan Nana.


"I hope we can be together again." ucap Hansel sambil mengecup tangan Nana berulang ulang.


Sekarang tibalah waktunya keberangkatan Nana dan keluarganya menuju Italia.


"Kalian harus baik baik disana." ucap bunda Gita yang ikut menangisi kepergian Nana sambil memeluk Mama Renata.


"Kalian juga." balas Mama Renata.


Setelah itu mereka pergi meninggalkan Hansel dan bunda Gita.


.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


*Jangan lupa like dan komen.


Terima kasih yang udah like*


__ADS_2