
Tiga tahun kemudian.
Hansel baru saja menyelesaikan kuliahnya dan sebentar lagi ia akan wisuda.
Karena kegigihannya dia dapat menyelesaikan kuliahnya dalam waktu tiga tahun ini yang dihabiskannya dengan terus belajar sampai lupa waktu.
Selama tiga tahun ini Hansel tidak dapat melupakan Nana yang dia sendiri tidak tau kabarnya di negara Eropa sana begitu pun sebaliknya.
Semenjak kepergian Nana ke negara Italia Hansel tidak lagi mendapatkan kabar tentang Nana apakah dia baik baik saja ataupun sebaliknya Hansel tidak tau.
Dan semenjak itu pula Hansel menjadi gila belajar tidak seperti Hansel yang dulu yang selalu cabut setiap hari dan tidak pernah mengenal apa itu belajar tapi kejadian itulah yang membuatnya berubah seperti saat sekarang ini.
Hansel juga mengurungkan niatnya untuk berkuliah ke luar negri karena seperti yang ia katakan dulu kalau ia akan mengikuti Nana yang akan berkuliah di luar negri.
"Hansel sudah siap nak." kata bunda Gita dari pintu kamar Hansel karena hari ini ia akan di wisuda.
"Sudah Bun." ujar Hansel yang sudah lengkap dengan setelan jasnya serta wangi dan rapi yang membuat laki laki itu terlihat tampan berkali lipat dari biasanya.
"Ganteng juga ya anak bunda." ucap bunda Gita memuji ketampanan putra bungsunya itu.
"Semua orang juga mengakui anak bunda ini tampan." ucap Hansel percaya diri namun memang begitulah kenyataannya.
"Ayo ayah sudah menunggu kita di mobil." ucap bunda Gita dan mereka berdua menuju mobil yang sudah siap mengantarkan mereka menuju kampus Hansel.
"Lah kak Shanum mana Bun." tanya Hansel saat mereka telah menaiki mobil dan menyadari kalau mereka melupakan seseorang.
"Astaghfirullah Shanum,, pasti belum kelar dandannya." ucap bunda Gita dan kembali turun dari mobil untuk melihat apakah anaknya itu sudah siap atau belum.
Tak berselang lama datanglah Shanum bersama bunda Gita.
"Kakak lama sekali." ucap Hansel yang sedikit kesal dengan kakaknya itu.
"Namanya juga wanita Hansel." balas Shanum dengan tersenyum kepada adiknya itu.
"Udah udah ayo berangkat pak." ucap ayah Daniel menghentikan pembicaraan dua anaknya itu.
Hotel tempat wisuda Hansel.
Setibanya di sana sudah banyak sekali orang yang berdatangan sehingga membuat pintu masuk sedikit sesak namun pada akhirnya mereka bisa masuk.
Pukul sepuluh pagi acara telah di mulai diawali dengan kata sambutan rektor dan lain sebagainya.
__ADS_1
Sekarang tibalah waktunya mengumumkan lulusan terbaik dari wisuda kali ini.
"Selamat kepada saudara Hansel Praratya sebagai lulusan terbaik tahun ini." ucap MC yang seketika itu Hansel langsung maju ke depan dan memberikan sedikit motivasi untuk teman temannya yang lain.
Selesai acara Hansel di bawa Bunda Gita menuju sebuah tempat tapi itu masih berada di hotel itu.
"Ada apa Bun." tanya Hansel karena dia ingin berfoto bersama terlebih dahulu bersama teman temannya namun bunda Gita sudah membawanya pergi dari tempat itu.
"Ikut saja bunda yakin kamu tidak akan menyesal." ucap bunda Gita meyakinkan anaknya kalau ini tidak akan membuat dia menyesal karena telah mengikutinya.
Dengan pasrah Hansel mengikuti sang bunda.
Di bandara Soekarno-Hatta.
Terlihat dua orang wanita yang saat ini tengah berdebat di depan bandara Soekarno-Hatta Indonesia.
Mereka terlihat sedang menunggu seseorang yang akan menjemput mereka dan juga terlihat mereka memasuki sebuah mobil.
"Mama kita mau kemana." tanya seorang wanita kepada orang yang dia panggil mama yang saat ini di dalam sebuah mobil.
Karena wanita itu merasa risih dengan mamanya yang tengah berdandan dan itu dilakukannya di dalam mobil dan dia juga di suruh berdandan padahal mereka baru saja sampai di negara ini.
"Ikuti saja perintah mama." ucap wanita itu menyuruh sang anak untuk berhenti mengoceh.
Sekarang mereka tiba di depan sebuah hotel.
"Mama ngapain sih ke hotel segala siang siang begini." tanya sang anak karena merasa heran dengan sang mama yang pergi ke hotel bukannya ke rumah mereka.
"Kalau kamu tidak ikut dengan mama maka kamu akan menyesal nantinya." ancam sang mama.
"Iya deh Nana mengalah." ucap Nana
Mereka berdua adalah Nana dan mama Renata yang baru saja pulang dari Italia karena Nana sudah sembuh seratus persen dan itu di nyatakan sebulan yang lalu oleh dokter William yang sudah merawatnya.
Mereka tidak langsung pulang saat Nana di nyatakan sembuh melainkan mama Renata membawa Nana untuk berjalan jalan dulu mengelilingi Eropa karena Nana yang selalu berada di rumah saat proses penyembuhannya.
Tidak hannya itu membuat mereka menunda untuk pulang ke Indonesia tapi itu juga ada berhubungan dengan hari wisuda Hansel.
"Ayo masuk." ajak mama Renata dan menggandeng Nana untuk masuk ke dalam hotel tersebut.
Nana yang masih ada rasa jengkel ke mama Renata yang tidak langsung membawanya pulang ke rumah melainkan ke hotel padahal dia sangat merindukan seorang pria yang sangat di rindukannya.
__ADS_1
Sebenarnya mama Renata dan bunda Gita lah yang merencanakan pertemuan mereka berdua yang sama sama saling merindukan.
Selama di Italia mama Renata sering bertukar kabar dengan bunda Gita tentang anak anak mereka tapi tidak pernah memberi tahukan itu kepada anak anak mereka.
"Kamu masuk duluan nama ada urusan." ucal mama Renata dan mendorong Nana masuk ke dalam kamar hotel.
Mau tak mau Nana langsung masuk dan melihat orang yang akan di temuinya namun untuk beberapa saat dia mematung saat melihat laki laki yang berdiri di depannya.
Tanpa sadar Nana langsung menitikkan air matanya.
Hansel yang sejak tadi sudah berada di dalam kamar itu yang di tinggalkan bunda Gita yang katanya ada urusan dan menyuruhnya menyambut tamu yang akan datang sendirian.
Tak lama kemudian terdengar pintu terbuka dan ia langsung melihat siapa yang datang.
Hansel terkejut melihat siapa yang datang dan merasa ini hannya halusinasinya karena terlalu merindukan wanitanya namun rasa itu pudar saat melihat wanita itu juga tengah menatapnya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
Setelah sadar ini bukan halusinasi Hansel langsung menghampirinya dan memeluknya.
"Ini benaran kamu kan." tanya Hansel memastikan sambil memegang pipi Nana.
"Sayang jawab aku lagi ngak mimpi kan." ucap Hansel lagi dan sedikit mengguncang tubuh Nana.
Bukannya menjawab Nana kembali mengeratkan pelukannya di tubuh Hansel dengan air mata yang terus mengalir.
"Ini aku." ucap Nana mendongakkan kepalanya dan menatap kedua mata Hansel yang juga mengeluarkan air mata.
Hansel yang sudah tak bisa menahan suara tangisnya pun langsung mengeluarkan suara tangisannya yang tidak pernah Nana dengar.
Di dalam ruangan itu mereka berdua terus berpelukan mencurahkan kerinduan yang selama ini mereka tahan.
.
.
.
...
BERSAMBUNG
*Jangan lupa like komen dan vote.
__ADS_1
Terima kasih yang udah like karena author sangat membutuhkan dukungan dari kalian semua*.