Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 16 Sakit perut


__ADS_3

Pagi ini Nana terbangun dari tidurnya karena terkejut mendengar suara dengkuran yang membuatnya celingukan mencari sumber suara itu hingga dia melihat ke suatu titik dimana ponselnya yang masih menyala dan memperlihatkan wajah tampan yang tengah tertidur dan ternyata suara dengkuran itu bersumber dari sana.


"Jadi dari sini suara itu." ucap Nana dan mengambil ponselnya dengan tersenyum seraya menatapi wajah tampan yang tengah tidur dengan nyenyak.


"So cute." ujar Nana lalu men screenshot layar ponselnya itu.


Nana terus menatap wajah yang di ponselnya itu hingga ia tidak sadar kalau orang yang diseberang sana juga tengah melihatnya.


"Udah bangun ya." ucap Hansel dari seberang sana yang membuat Nana terkejut dan memalingkan wajahnya dari kamera.


"Sejak kapan bangunnya." tanya Nana kepada Hansel tanpa melihat kan wajahnya.


"Barusan." jawab Hansel dengan suara serak seperti umumnya orang yang baru bangun tidur.


"Kok ngak bilang." tanya Nana lagi.


"Supaya tidak menggangu orang yang lagi liatin aku." jawab Hansel seraya tersenyum.


"Hmmm aku matiin ya mau mandi." ucap Nana lalu mematikan teleponnya terlebih dahulu.


Hati Nana berbunga bunga pagi ini hingga membuatnya semangat untuk lebih cepat datang ke sekolah dan juga ingin segera bertemu dengan si tampan Hansel


Sekarang hari baru menunjukkan pukul lima pagi dan Nana langsung memutuskan untuk langsung mandi dan bersiap untuk ke sekolah.


Pagi ini Nana tidak di jemput Hansel dan dia pergi ke sekolah di antar sopir pribadi karena kejadian yang menimpanya kemaren telah sampai ke telinga papanya dan tidak di perbolehkan membawa mobil sendiri ke sekolah.


Nana turun di depan gerbang sekolah dan berjalan menuju kelasnya pada saat berjalan ada sebuah motor berhenti di sampingnya.


"Ayo naik." ucap orang itu dan ternyata itu Hansel yang juga baru datang.


"Dikit lagi kok." ucap Nana kepada Hansel.


"Naik aja pegal Lo kakinya." ucap Hansel lagi karena sekolah mereka terbilang luas dan kalau berjalan kaki dari gerbang ke kelas Nana membutuhkan waktu lebih kurang lima menit itupun karena kelas Nana berada di ujung sekali.


"Motornya tinggi." ujar Nana lagi yang melihat motor itu lewat dari pinggangnya.


"Pegangin."ucap Hansel lagi dan menyuruh Nana memegang tangannya untuk naik.


"Makanya olah raga biar tambah tinggi." ujar Hansel.


"Menghina." ucap Nana kesal sambil memonyongkan bibirnya.


"Ngak sayang ,pegangan." ucap Hansel yang mau menjalankan motornya.


Dari tadi interaksi mereka terus diperhatikan oleh seseorang yang tidak berada jauh dari sana.


Dan sampailah mereka di parkiran lalu Nana turun dan berterima kasih kepada Hansel.


"Makasih." ucap Nana dengan nada kesal karena masih merasa kelas dengan Hansel yang mengatakannya pendek walaupun secara tidak langsung.

__ADS_1


"Yahh jangan kesal dong." ucap Hansel dan berdiri di samping Nana yang Hannya sebatas Dada nya saja.


"Gimana ngak kesal coba." ucap Nana pelan dan nyaris tak terdengar tapi di telinga Hansel itu masih kedengaran.


"Orang pendek itu imut imut loh" ucap Hansel berusaha merayu Nana.


"Terus apa hubungannya."


"Berarti kamu imut Dimata aku." ucap Hansel sambil mencubit kedua pipi Nana yang chubby pagi pagi udah di buat meleleh ni si Nana.


"Sakit tau pipinya." ucap Nana memegangi pipinya yang di cubit Hansel.


"Sakit ya." ucap Hansel lagi dan berniat mengelus pipi Nana namun di cegak oleh wanita itu.


"Tau ah aku mau ke kelas." ucap Nana menghentakkan kakinya dan berjalan meninggalkan Hansel yang tengah tersenyum sendiri melihat tingkah wanitanya itu.


"Hati hati nona jangan sampai kesandung." ucap Hansel tertawa cekikikan melihat Nana yang berjalan dengan cepat dan Nana tidak menggubris perkataan Hansel dan terus berjalan meninggalkannya.


Setelah kepergian Nana Hansel yang tengah tersenyum sendiri itu di kagetkan dengan kedatangan teman temannya.


"Pacarnya ya bro." ucap seseorang laki laki yang merupakan salah satu teman Hansel yang bernama Tomi.


"Kok ngak kasih tau kita ya gak." ucap seseorang laki laki lagi yang bernama Bimo.


"Iya nih kalau gitu kita bisa ngedate bertiga nih." kata si Tomi.


"Tapi kalau di lihat lihat cewek Lo perfect ya kulit putih rambut hitam dan bodinya bro uhh...." sebelum menyelesaikan ucapannya Mulut Bimo sudah di bekap oleh Hansel duluan.


"Gimana mau bersih otak gw tiap hari di kotorin Mulu nih sama si Tomi." ucap Bimo yang menyalahkan Tomi.


"Jangan bawa bawa gw Lo ya." ucap Tomi yang tiba tiba di salahkan oleh Bimo.


"Emang kenyatannya begitu." balas Bimo tak terima.


"Otak kalian berdua sama ngak ada bedanya." ucap Hansel sesuai kenyataan walaupun kedua temannya itu otaknya negatif semua dan suka mempermainkan wanita tapi tidak dengan karena dia mempunyai yang prinsip tersendiri.


"Kenapa kalian datangnya cepat." ucap Hansel.


"Ya kita kan juga mau tobat seperti lo " ujar Tomi yang melihat perubahan Hansel setelah pacaran dengan Nana.


Walaupun otaknya tidak sama tapi perilakunya tetap sama sama suka bolos.


"Owhh gw kira kenapa." ujar Hansel dan pergi meninggalkan parkiran dan di ikuti kedua temannya itu.


Sesampainya di kelas Nana langsung melemparkan tasnya ke atas meja yang membuat Citra yang tengah menulis terkejut.


"Astaghfirullah Nana masih pagi ini." ucap Citra yang langsung berdiri karena refleks.


"Tau ah." ucap Nana lalu duduk di tempat duduknya.

__ADS_1


"Pasti lagi dapet kan makanya gini." ucap Citra yang langsung bisa menebak kenapa Nana badmood hari ini apalagi ini masih pagi.


"Pasti ada yang buat lo badmood kan." tanya Citra lagi supaya Nana dapat menceritakan kepadanya.


"Hansel." jawab Nana singkat.


"Owhhh." ucap Citra karena Nana lagi haid makanya dia sensitif pikir citra bahkan karena hal sepele sekalipun.


Lalu bel berbunyi pertanda jam pembelajaran akan dimulai lalu datanglah seorang guru perempuan.


"Pagi anak anak karena bapak Dadang tidak datang kalian diharapkan untuk keluar kelas dan duduk di kelas tanpa ribut."


"Baik Bu." jawab mereka serentak.


Karena guru yang mengajar tidak datang Citra mengajak Nana untuk ke kantin karena tadi pagi dia tidak sarapan.


"Na kantin yuk gw belum makan." ajak Citra kepada Nana.


"Hmmm." ucap Nana lesu karena merasakan sakit di perutnya tapi masih bisa di tahan.


"Gw traktir bakso deh." tawar Citra lagi yang melihat Nana tak bersemangat.


"Ayo." ucap Nana bangkit dari bangkunya setelah mendengar kata traktir keluar dari mulut Citra.


"Huff giliran di traktir langsung semangat." ucap


citra dalam hati tapi dengan begitu dia merasa senang karena kalau Nana badmood seharian maka dia akan merasa sangat kesepian tapi itu dulu.


Setibanya di kantin mereka memilih duduk di pojokan untuk menikmati baksonya.


"Hmmm enakk." ucap Nana seperti orang yang pertama kali merasakan memakan bakso.


"Biasa aja kali na biasanya juga gini rasanya." ucap citra yang merasa hari ini Nana sedikit lebai.


"Tapi hari ini lebih enak tau." ucap Nana lagi dan citra Hannya bisa menghela nafas panjang.


"Terserah Lo deh." ucap Nana yang kehabisan kata kata menanggapi ucapan Nana.


Selesai menghabiskan baksonya mereka memutuskan untuk kembali ke kelas dan dalam perjalanan menuju kelas citra seperti mendengar seseorang menangis kesakitan.


.


.


.


.


...

__ADS_1


.


____________BERSAMBUNG____________


__ADS_2