
Wanita yang di samping Hansel itu pun diam saja ketika Hansel di pukuli Nana.
"Katanya lagi sakit malah berduaan sama wanita lain." ucap Nana berteriak marah dan terus memukuli Hansel tak peduli ia sekarang di rumah pria itu.
"Ampun sayang." kata Hansel yang berusaha melindungi tubuhnya dengan tangan.
"Ga ada ampun untukmu." ucap Nana dengan membabi buta.
Karena mendengar keributan dari lantai atas bunda Gita langsung menyusulnya dan mencari sumber suara yang ternyata dari kamar Hansel.
"Ya ampun." ucap bunda Gita dari depan pintu melihat Nana yang sedang memukuli anaknya.
Bukannya marah Bunda Gita malah ketawa melihat kejadian itu dimana Nana sudah berada di atas kasur dan memukuli Hansel.
Mendengar suara bunda Gita Nana baru berhenti dan menatap Hansel tajam.
"Kamu salah paham sayang." ucap bunda Gita yang mengerti kenapa Nana memukuli Hansel.
"Iyaa sayang." ucap Hansel dan langsung menarik bantal dari tangan Nana.
"Dia itu kakaknya Hansel." ucap bunda Gita.
"Haah." ucap Nana tak percaya.
"Iya sayang, kak Shanum." ucap Hansel memberi kode.
"Iya, perkenalkan aku Shanum kakaknya hansel." ucap Shanum dan mengulurkan tangannya ke Nana untuk berjabat tangan.
"Nana kak." ucap Nana yang malu malu membalas jabatan tangan Shanum.
"Lihat mereka mirip kan." ucap bunda Gita meminta Nana untuk melihat wajah dua kakak beradik itu.
"Iya ya." ucap Nana setelah melihat dengan teliti wajah mereka berdua.
"Maafin Nana ya kak." ucap Nana karena telah berburuk sangka kepadanya.
"Ngak papa." balas Shanum tersenyum.
"Kita keluar dulu yuk kak." ajak bunda Gita ke Shanum.
__ADS_1
Setelah itu tinggallah Nana dan Hansel berdua.
"Ngak ada niatan minta maaf nih." ucap Hansel setelah Bunda dan kakaknya pergi.
"Maaf sayang." ucap Nana tersenyum manja lalu duduk di samping Hansel.
"Kenapa ngak bilang kalau sakit." ucap Nana.
"Ngak parah kok sakitnya pilek sama batuk doang." ucap Hansel.
"Sakit ya ketika aku pukul tadi." ucap Nana yang sadar bahwa ia telah mengeroyok orang sakit.
"Ngak, itu mah kecil." ucap Hansel sambil menunjukkan ujung kukunya.
"Berarti kalau di tambah ngak papa kan." ucap Nana yang sudah mengambil ancang ancang untuk memukuli Hansel kembali.
"Yah jangan dong yank aku kan lagi sakit." ucap dengan pura pura sedih.
"Kok kamu ngak cerita kalau punya kakak." kata Nana.
"Karena aku rasa ngak penting." ucap Hansel.
"Seperti yang kamu lihat."
Satu jam Nana berada di sana dan menghabiskan waktu bersama Hansel.
"Bayy." kata Nana saat meninggalkan Hansel yang tengah berdiri di teras rumahnya karena Nana akan kembali pulang ke rumahnya.
Dalam perjalanan menuju rumah Nana.
"Bos ada yang mengikuti kita." kata seorang bodyguard yang mencurigai ada satu buah mobil yang sejak tadi mengikuti mereka.
"Kalau gitu percepat jalan mobilnya." ujar Nana dan sudah ber ancang ancang untuk menyelamatkan diri apabila terjadi sesuatu.
"Baik bos."
"Apa perlu kita meminta bantuan tuan." tanya seorang bodyguard laki laki."
Di dalam mobil mereka Hannya bertiga.
__ADS_1
"Tidak perlu." ucap Nana yang terus memperhatikan mobil yang mengikuti mereka.
Sekarang mereka telah memasuki kompleks perumahan Nana dan mobil itu masih mengikuti mobil mereka.
Saat mobil Nana akan memasuki pekarangan rumahnya mobil itu berhenti dan mengklakson mobil Nana.
"Berhenti." perintah Nana ke pada bodyguard yang membawa mobil.
Setelah itu Nana keluar dari mobil dan dari mobil itu juga tampak keluar seseorang
Alangkah terkejutnya Nana melihat orang yang baru saja keluar dari mobil yang mengikutinya.
"Hansel." ucap Nana tak percaya.
"Iya sayang." ucap Hansel lalu berjalan mendekati Nana.
"Kenapa ngikutin aku." tanya Nana
"Demi keselamatan kamu." ucap Hansel lalu menceritakan alasannya mengikuti Nana dan itu ada sangkut pautnya dengan papa Antonio.
"Makasi sayang." ucap Nana kepada Hansel dan bergelayut manja di tangan Hansel.
"Sama sama, kalau gitu aku kembali ya." ucap Hansel dan di balas dengan senyuman oleh Nana.
Dari arah belakang mereka ternyata benar ada yang mengikuti.
"Sial." ucap orang itu dan memukul setir mobilnya.
"Sepertinya mereka telah mengetahui tujuan kita bos." ucap salah satu bawahannya.
"Tapi wanita itu sepertinya tidak bos." ucap salah satu laki laki.
"Mana mungkin wanita bodoh itu mengetahuinya." ucap si bos lagi.
"Sekarang kita putar arah."
Hansel yang melihat mobil itu telah pergi dan berbicara dalam hatinya.
"Hehh, kau pikir aku tidak mengetahuinya." sambil tertawa sinis.
__ADS_1
Setelah merasa aman Hansel pun kembali ke rumahnya untuk istirahat karena tubuhnya belum benar benar pulih.