
Malam harinya Nana kedatangan tamu yang tak di undang yang membuat moodnya yang tadi sudah membaik dan sekarang berubah lagi ulah tamu yang tak di undang ini.
Saat Nana menuruni anak tangga menuju ruang makan karena sudah waktunya untuk makan malam Nana melihat orang yang di kenalnya duduk di sofa ruang keluarga bersama dengan Nathan dan juga Papa Antonio.
Nana tidak mempedulikannya dan berlalu pergi ke dapur untuk melihat Mama Renata yang pastinya sudah berada di sana.
"Panggil papa sayang." ucap mama Renata menyuruh Nana untuk memanggil Papa Antonio dan yang lainya untuk makan malam bersama.
Tanpa pikir panjang Nana lalu menuju ruang keluarga memanggil sang papa.
Setelah itu datanglah Nana di ikuti Papa Antonio Nathan dan Hansel dari belakang Nana.
Mereka makan malam tanpa adanya suara yang seperti biasanya seperti itu.
Selesai makan malam Hansel pamit ke orang tua Nana untuk membawanya ke luar.
"Om, Tante, kita pamit." ucap Hansel ke orang tua Nana dan di beri izin oleh keduanya.
Nana yang tak ingin orang tuanya tau kalau dia ada masalah dengan Hansel dan hannya menuruti Hansel.
Karena Nana tak ingin berlama lama dalam kesalahpahaman.
"Mau kemana." tanya Nana saat ia dan Hansel sudah berada di mobil Hansel yang berjalan dengan sedang meninggalkan pekarangan rumah Nana.
"Ke pasar malam, mau." jawab Hansel yang sejak tadi selalu memberikan senyuman hangat ke Nana namun wanita itu hannya memasang wajah datar.
Bukannya tak menghargai Hansel tapi Nana masih mempunyai rasa kesal dalam hatinya.
Nana hannya menganggukkan kepalanya menyetujui pernyataan Hansel untuk pergi ke pasar malam.
Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran Hansel mengajak Nana untuk masuk ke pasar malam yang terlihat sudah banyak sekali pengunjung.
"Mau naik bianglala." tanya Hansel namun di tolak oleh Nana.
Beberapa saat lagi Nana kembali ditanya oleh Hansel apakah ia mau masuk ruang hantu.
__ADS_1
"Masuk ke situ yuk." ucap Hansel lalu menarik tangan Nana untuk masuk tanpa persetujuan dari orangnya.
Karena tidak ada penolakan dari Nana membuat Hansel merasa senang.
Hansel merasa idenya untuk masuk ke rumah hantu adalah ide yang bagus karena dari salah satu cerita yang di bacanya Allah wanita itu kebanyakan takut pada yang namanya hantu.
Hansel mencoba untuk membawa Nana ke dalam walaupun dia memiliki sedikit keraguan.
Selesai membeli tiket Hansel langsung masuk bersama Nana yang sejak tadi hannya pasrah di bawa sambil di gandeng oleh Hansel.
Saat memasuki ruang pertama Hansel melihat Nana hannya tenang tenang saja tapi dia menyangka itu mungkin hantunya belum terlalu seram.
Saat mereka semakin masuk ke dalam hantunya pun semakin seram, tidak seperti dugaan Hansel kalau Nana akan berteriak ketakutan ataupun menangis dan meminta keluar justru sebaiknya Hansel lah yang merasa ngeri melihat wajah wajah para manusia yang berkostum itu.
Walaupun begitu Hansel tidak takut terhadap itu melainkan hannya ngeri melihat wajah hantu itu kenapa bisa begitu dan seperti apakah mereka sebelum mati yang membuat Hansel penasaran.
Nana.
Saat Nana melihat Hansel membawanya ke rumah hantu dan Nana sudah bisa membaca apa yang di pikiran Hansel.
Awalnya Nana sedikit ketakutan melihat para hantu yang berada di dalam ruangan itu namun ia bisa menahan rasa takutnya itu agar tidak ketahuan oleh Hansel.
Masuk semakin dalam hantunya pun semakin seram dan itu berhasil membuat Nana membayangkan yang tidak tidak dan imajinasinya pun semakin tinggi.
"Keluarrrr." ucap Nana yang sudah gemetar ketakutan melihat wajah dari para hantu itu yang berusaha mendekat ke arahnya.
Hansel yang sejak tadi menunggu momen itu pun merasa kesenangan karena itu sesuai dengan rencana.
"Hahh." ucap Hansel pura pura tak mendengarkan.
"Keluarrr." ucap Nana yang sudah memeluk erat Hansel dan menyembunyikan wajahnya pada dada Hansel.
"Hihihihihi." orang yang berkostum hantu itu pun semakin menakut nakuti Nana dengan mengeluarkan suara ciri khasnya.
"AAAAAAaaaaaa." teriak Nana yang sudah bergelayut pada Hansel.
__ADS_1
Dengan cekatan Hansel langsung memegang erat badan Nana yang bergelayut dengannya agar tidak terjatuh.
"Sayanggg, keluarrr." ucap Nana yang sudah tak tahan lagi.
"Okey, okey." ucap Hansel lalu menggendong Nana keluar dari rumah hantu itu.
Merasa kasihan dengan Nana akhirnya Hansel langsung membawanya keluar dan juga ia tak tega bila nanti wanitanya itu akan terus ketakutan.
Keluar dari rumah hantu Hansel menurunkan Nana dari gendongannya.
"Sudah, sudah."
"Kita udah di luar kok." ucap Hansel yang melihat Nana masih menutup matanya.
"Jahat ih." ucap Nana mencubit pinggang Hansel.
"Iya iya, cari makan yuk." Hansel memilih mengalah karena ia merasa lapar karena di rumah Nana tadi ia makan sedikit dan juga karena tujuannya bukan itu.
Nana hannya mengikuti Hansel yang sudah menggandeng tangannya.
.
.
.
.
.
.
***BERSAMBUNG
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1
Terima kasih***