
Nana yang sudah sembuh dari traumanya pun berencana melanjutkan kuliahnya yang sempat tertinggal.
Namun Nana yang awalnya ingin kuliah di luar negeri pun mengundurkan niatnya itu, dengan kuliah di Indonesia saja dan mendapatkan persetujuan dari orangtuanya.
Hari ini Nana berencana akan ke kantor Hansel dan makan siang bersama disana karena laki laki itu sudah mulai bekerja di salah satu cabang perusahaan ayahnya yang hari ini ia akan di lantik sebagai direktur.
Hansel belum mengambil kendali semua perusahaan ayahnya karena Daniel masih sanggup mengurusnya dan Hansel belum cukup berpengalaman dalam hal itu.
Sebelum itu Nana sempat memasak sesuatu untuk makan siang Hansel dan juga dirinya.
Setelah selesai bersiap Nana lalu pergi ke kantor Hansel yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya.
Di depan kantor Hansel Nana sudah di tunggu oleh asisten Hansel yang bernama Bobi.
"Lewat sini Buk." kata Bobi dan meminta Nana untuk mengikutinya.
"Ngak usah panggil ibuk." ucap Nana karena merasa tak enak di dengar di telinganya apalagi umur Bobi lebih tua darinya dan dia belum menyandang status sebagai istri Hansel.
Saat melewati meja para karyawan yang sedang bekerja Nana mendengar mereka berbisik-bisik.
"Siapa tuh cewek." kata seorang karyawan yang terdengar oleh telinga Nana dan menatapnya sinis.
Ada juga yang bilang.
"Pasti ceweknya pak Hansel, cantik ya." ucap seorang karyawan ke temannya yang di dengar Nana.
Baru masuk ke kantor Hansel saja Nana sudah mendapatkan tatapan tajam dari sebagian karyawan yang sepertinya tidak menyukainya.
Nana tak ambil pusing dengan itu karena mereka itu tak ada hubungan dengannya di balik itu ada juga karyawan yang tersenyum ramah kepada Nana.
"Masuk sini nona." ucap Bobi setelah mereka sampai di depan ruangan kerja Hansel.
"Terima kasih." ucap Nana lalu memasuki ruangan Hansel dan dia sudah memberi tahu ke Hansel kalau dia akan datang.
"Sayang." ucap Hansel saat Nana yang sudah ada di depan pintu yang sejak tadi ia tunggu tunggu.
__ADS_1
"Iya sayang." ucap Nana lalu berjalan ke Hansel yang menyuruhnya duduk di sofa ruang kerja Hansel.
"Aku lama ngak." tanya Nana yang melihat karyawan Hansel sepertinya sudah selesai makan siang.
"Ngak terlalu lama kok." ucap Hansel walaupun sekarang dia kelaparan karena tadi pagi tidak makan.
"Yaudah, ayo cepat makan." ucap Nana lalu membuka rantang nasi satu per satu.
"Ini kamu yang masak." tanya Hansel.
"Iya." jawab Nana yang juga ikut memakan masakannya.
"Huek huek huek." Nana mengeluarkan kembali makanan yang sudah ada di mulutnya karena merasakan asin sekali.
"Ya ampun asin sekali." ucap Nana yang merasakan lidahnya akan cair akibat memakan masakan yang penuh garam itu.
"Jangan di makan." ucap Nana yang melihat Hansel terus memakan masakannya.
Hansel yang sudah merasakan asin sekali pada suapan pertama nasi goreng buatan Nana pun terus melanjutkan makannya karena tak enak hati kalau dia mengatakan masakan Nana asin.
Dia menghargai Nana yang sudah susah payah memasaknya walaupun itu tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Akhirnya Nana memesan Gofood.
"Maaf ya." ucap Nana saat ini mereka sedang makan makanan yang telah di pesan.
"Ngak papa." ucap Hansel sambil tersenyum.
Tok tok tok.
"Masuk." ucap Hansel.
Lalu masuklah seorang wanita berpakaian seksi dengan baju belahan rendah ketat lagi, dengan rok span yang juga ketat sehingga menampilkan bokongnya yang montok.
"Ada apa." tanya Hansel yang mulai merasakan hawa dingin di sampingnya.
__ADS_1
Sepertinya bendera peperangan antara keduanya sudah berkibar.
"Ini berkas yang tuan minta." ucap wanita itu dengan suara yang di manja manjakan.
"Menjijikkan." batin Nana tak suka karena wanita itu terlalu memperhatikan ketertarikannya kepada Hansel.
Sambil menyerahkan berkas itu kepada Hansel wanita itu sengaja menunduk yang membuat belahan dadanya semakin terlihat.
"Owhh, silahkan kelua." ucap Hansel karena Nana dari sudah menatapnya dengan tajam sejak wanita itu masuk.
Nana melihat wanita itu seperti tak menganggapnya walaupun dia sudah menatap tajam wanita itu sejak tadi.
Setelah menyerahkan berkasnya dan di suruh Hansel keluar wanita itu terus berdiri di depan mereka sambil memperhatikan Hansel makan.
Habis sudah kesabaran Nana menahan cemburu walaupun sesaat.
"KELUARRR." teriak Nana yang sudah tak bisa lagi menahan cemburu.
"Sayang." ucap Hansel dan berusaha menenangkan Nana karena melihat raut kemarahan di wajah Nana.
"Sekarang kamu keluar." ucap Hansel menyuruh manajernya itu keluar.
Wanita itu keluar dengan menatap heran kepada Nana.
"Aku mau pulang." ucap Nana lalu keluar dari ruangan Hansel tanpa persetujuan dari Hansel.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
*Jangan lupa like dan komen
Thank you*.