Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 39


__ADS_3

Di kelas Nana melihat Bianca yang sejak tadi tidak berhenti bergerak dan sepertinya mencari sesuatu.


"Kenapa Bianca." tanya Nana yang melihat raut wajah gelisah dari wajah Bianca.


"Sepertinya aku melupakan sesuatu Na." ucap Bianca yang masih mengeledah tasnya Mecari sesuatu.


"Apa?" tanya Nana penasaran karena sepenting apa sih barang yang di cari Bianca yang membuatnya harus se panik itu.


"Buku Harian aku Nana." jawab Bianca dengan nada lesu karena ia tak dapat menemukan buku hariannya itu sampai mencari di bawah kolong meja.


"Mungkin Lo lupa bawa kali." ujar Nana memberikan pernyataan.


"Ngak Na, tadi gw sempat nulis sesuatu di buku itu." ucap Bianca yang sudah tak bisa lagi menahan kekesalan terhadap dirinya yang bisa bisanya mencecerkan buku yang sangat penting itu.


"Apa di kafe tadi." ujar Nana mengingatkan kalau mereka sempat ke kafe tadi.


"Mungkin deh, nanti temanin gw kesana ya." ujar Bianca yang sudah sedikit tenang dan berpikir bukunya itu ketinggalan di kafe seperti yang di katakan Nana.


"Okey." jawab Nana dan mereka kembali memperhatikan dosen yang menjelaskan tugas yang akan mereka buat untuk pekan yang akan datang.


Setelah menyelesaikan mata kuliahnya Bianca tergesa gesa mengajak Nana ke kafe untuk mencari bukunya yang hilang.


"Ayo na." Baru saja sang dosen keluar Bianca juga langsung keluar tergesa-gesa sambil menarik tangan Nana untuk mengikutinya.

__ADS_1


"Iya Bianca." ujar Nana pasrah di tarik tarik Bianca.


Sesampainya di kafe itu pertama kali Bianca menuju meja kasir untuk menanyakannya apakah ia melihat buku terletak di atas meja nomor xxx yang mereka duduki tadi.


"Mbak boleh nanya, apa mbak liat buku di meja nomor xxx." tanya Bianca ke mbak kasir atau ada orang baik yang menyerahkan buku itu ke kasir yang apabila pemiliknya mencari tidak merasa kesulitan.


"Saya coba tanya ke yang lain dulu ya." ucap si mbak kasir lalu menanyakan itu ke semua rekan kerjanya yang ada di sana.


Setelah beberapa saat mbak kasir itu kembali tak membawa apa apa dan hancurlah harapan Bianca.


"Maaf mbak, kami tidak menemukan apa apa." ujar mbak kasir.


"Yaudah deh mbak, makasih." ujar Bianca sendu dan kembali mengajak Nana kembali ke kampus untuk mengambil kendaraannya.


Karena penasaran dan juga kasihan melihat Bianca yang sampai segitunya kehilangan buku Harian Nana lalu menghampirinya.


"Emang ada apaan di dalam buku harian itu sampai Lo nangis begini Bianca." tanya Nana yang melihat Bianca menangis keras di depan mobilnya yang membuat orang yang juga ingin mengambil kendaraannya bingung.


"Semua rahasia gw ada di sana Nana." ujar Bianca.


"Lo tenang dulu besok kita cari lagi sama sama." ujar Nana karena hari ini ia tak bisa.


Untuk beberapa saat Bianca masih menangis dan sekarang barulah ia berhenti.

__ADS_1


"Udah udah, besok kita cari lagi ya." ujar Nana dan di anggukan kepala oleh Bianca.


"Kalau gitu duluan ya." ujar Nana lalu memasuki mobilnya untuk pulang tapi sebelum itu ia pergi menemui seseorang terlebih dahulu.


Mobil Nana pergi meninggalkan parikan kampus dengan kecepatan sedang.


"Ada apaan sih tu orang buat janji sama gw mana gw yang harus samperin dia lagi." ujar Nana dalam hati dan merasa tak suka.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like dan komen


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2