Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 37


__ADS_3

Hansel membawa Nana membeli beberapa makanan karena saking banyaknya makanan mereka sedikit kesusahan untuk memilih di tambah suasana yang begitu ramai oleh para pengunjung.


Selesai memilih dan membeli beberapa makanan Hansel membawa Nana ke dalam mobil untuk makan jajanan yang mereka beli karena jarang tempat jualan makan yang menyediakan tempat untuk makan.


Di dalam mobil Hansel yang asik memakan telur gulung kesukaannya tanpa sengaja melihat ke Nana yang tengah termenung.


"Kenapa ngak di makan." tanya Hansel yang melihat Nana hannya termenung menatapi jajanan yang dipegangnya.


Untuk beberapa saat Hansel merasa kalau kejadian yang di kantor lah yang membuat Nana begini.


"Apa karena yang di kantor." tanya Hansel yang merasa kalau Nana masih memikirkan hal itu.


"Sayang." ucap Hansel memanggil Nana dengan nada lembut sembari menatap kedua mata gadisnya itu yang tidak merespon ucapannya dari tadi.


Sambil menghela nafas panjang Hansel mencurahkan isi hatinya ke Nana dari lubuk hati yang paling dalam.


"Satu hal yang harus kamu ketahui, di dalam ini hannya ada kamu ngak ada yang lain yang akan menggantikannya." ucap Hansel menarik tangan Nana dan meletakkannya di dadanya.


Hansel merasakan keraguan di dalam hati Nana karena mereka sama sama tidak ada kabar selama tiga tahun lebih. Kalau Hansel di posisi Nana dia juga pasti akan merasakan hal yang sama.


"Kamu Taukan aku tuh baru masuk di kantor itu baru satu mingguan." ucap Hansel lagi, namun Nana masih saja melamun dan tidak membalas tatapan mata mata Hansel yang sejak tadi menatapnya.


"Maaf ya kalau itu yang buat kamu kayak gini." ucap Hansel dengan merasa bersalah.


"Sayang." panggil Hansel lagi sedikit mengeraskan suaranya dan juga sedikit kesal karena Nana mengacuhkannya padahal dia sudah berusaha membujuk Gadis itu.


"Iya." ucap Nana terkejut dan seketika sadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Apa yang kamu pikirkan." tanya Hansel lagi, karena sepertinya sejak tadi Nana tidak mendengar ucapannya.


"Ngak ada apa apa kok." ucap Nana tersenyum yang terkesan terpaksa dan menyembunyikan sesuatu.


"Tadi kamu dengar ngak apa yang aku bilang." tanya Hansel.


"Dengar kok." jawab Nana lagi lagi tersenyum.


"Apa coba." Hansel bertanya sembari sambil tersenyum hangat karena hatinya melunak mendengar Nana sudah bicara dengannya dan tersenyum walaupun sedikit terpaksa.


"Disini hannya ada aku dan tidak akan ada yang menggantikannya." ucap Nana mengulang kata kata Hansel tadi dan juga mengulang meletakan tangannya di dada Hansel yang membuat laki laki di depannya itu tersenyum.


"Pintar." ujar Hansel sambil mengacak acak rambut Nana yang membuat rambut wanita itu berantakan.


"Sayang ih." ucap Nana sambil merapikan rambutnya yang di berantakan Hansel.


Dalam hatinya Hansel sudah terisi penuh oleh cintanya Nana dan begitu juga sebaliknya.


"Masih cantik kok." Hansel menggoda Nana dengan mengedipkan matanya seperti laki laki penggoda di luar sana namun itu terlihat lucu di mata Nana.


Karena Hansel tidak memiliki bakat menjadi laki laki penggoda makanya terlihat lucu di mata Nana yang membuatnya tertawa dengan keras.


Puas tertawa Nana menanggapi ucapan Hansel yang mengatakannya cantik.


"Tau kok." balas Nana narsis tapi memang itulah kenyataannya.


Melihat wanitanya sudah bisa tertawa membuat Hansel lega dan merasakan tenang di hatinya.

__ADS_1


"Masih mau di makan ngak, atau kita pulang." ujar Hansel melihat jam sudah menunjukan pukul sembilan malam.


"Makan lah, mubazir tau." ucap Nana lalu memakan jajanan yang di belinya dengan lahap.


Hansel hannya tersenyum melihat wanitanya itu makan dengan lahapnya sampai belepotan.


"Pelan pelan aja ngak ada yang ambil kok." karena Nana makan tergesa gesa seperti makanannya akan di ambil orang lain.


Selesai puas rasanya Nana dan Hansel kembali pulang.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like dan komen


terima kasih

__ADS_1


see you


__ADS_2