
"Sayang." suara itu terdengar lagi di telinga Nana lalu ia membalikkan badannya ke belakang dan tampaklah seorang laki laki yang masih lengkap dengan pakaian kantornya.
"Hansel." ujar Nana terkejut melihat laki laki itu sudah berdiri tepat di belakangnya.
"Hmm." hannya deheman yang keluar dari mulut Hansel.
"Kenapa bisa di sini." tanya Nana dan juga merasa heran.
"Hmmm, kayaknya kebetulan deh." ujar Hansel padahal ia tadi sengaja mengikuti Nana tanpa sepengetahuannya.
Karena kedatangan Hansel, Nana tidak jadi menangis dan dia juga tak ingin melihatkan kesedihannya di depan Hansel.
Nana sedih bukan karena kasihan ke Citra tapi karena ia masih tak menyangka bahwa Citra yang di kenalnya dulu akan melakukan hal yang senekat itu kepadanya.
"Aku pulang duluan." ujar Nana dan hendak masuk ke dalam mobilnya.
"Terus aku di tinggal gitu." ujar Hansel.
"Kan kamu bawa mobil sendiri." ujar Nana karena laki laki itu pasti juga membawa mobilnya.
"Mobilku di bawa sopir." kata Hansel yang memang tadi setelah ia sampai di kantor polisi ia menyuruh sopirnya untuk pulang duluan karena ia melihat Nana yang membawa mobil.
"Yaudah naik." ujar Nana dan beralih ke kursi sebelah pengemudi karena tak mungkin ia mengemudi sedangkan Hansel bersamanya.
Di tengah perjalanan menuju rumahnya Nana merasa bingung karena melihat Hansel membawanya tidak ke jalan yang biasa ia tempuh menuju rumah.
__ADS_1
Melainkan ini jalan menuju ke kantor Hansel.
"Kita ke kantor kamu." tanya Nana karena ia tak ingin pergi ke kantor Hansel
"Ikut aja." jawab Hansel.
Tak lama mereka berhenti di salah satu mall di kota Jakarta.
"Ayo masuk." ujar Hansel setelah memarkirkan mobil terlebih dahulu.
Hansel menyuruh bawahannya untuk menjemputnya ke rumah Nana karena ia ingin menghabiskan waktu bersama dengan kekasihnya itu yang hampir satu Minggu ini tidak bertemu karena Nana yang sudah mulai kuliah sedangkan dirinya sibuk bekerja.
"Silahkan pilih apa yang kamu mau." ujar Hansel menyuruh Nana untuk memilih barang yang ia mau.
Hansel membawa Nana ke toko barang branded Gucci dan menyuruh Nana mengambil apa saja yang ia mau.
"Iya sayang." ujar Hansel tersenyum.
Nana yang kesenangan pun lalu pergi mencari apa saja yang ia mau dengan wajah bahagia dan sepertinya melupakan kesedihannya tadi.
Puas belanja Nana akhirnya kembali ke tempat Hansel menunggunya yang duduk di kursi yang di sediakan.
"Lah kok cuma itu." tanya Hansel melihat Nana yang sudah kembali sambil menenteng sebuah tas dan sepatu.
Awalnya Nana memang ingin belanja banyak namun hal itu ia urungkan karena ia tau diri karena barang ini harganya lumayan dan tak ingin memberatkan Hansel yang baru saja bekerja.
__ADS_1
"Hmmm, kayaknya ini aja yang aku butuhkan." ujar Nana.
"Yakin." ujar Hansel meyakinkan Nana.
"Iya sayang." ujar Nana yang memang sudah puas dan tak ingin lagi.
Apalagi di rumahnya sudah banyak sekali hadiah yang di berikan kerabat dekatnya atas kesembuhannya dan kembalinya Nana dari Itali. Dan barang itu masih banyak yang belum di pakai oleh Nana.
Hansel lalu meminta pelayan yang disana membungkus berang belanjaan Nana.
Setelah keluar dari toko Gucci itu Hansel mengajak Nana untuk makan di restoran mall terlebih dahulu karena ia merasa lapar dan pastinya Nana juga belum makan pikirnya karena Nana juga baru pulang dari kampus tadi.
Puas berkeliling mall Nana lalu mengajak Hansel pulang karena ia juga sudah kecapean.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1
Terima kasih