
Seperti dugaan Hansel dan Papa Antonio kalau orang inilah dalang di balik semua ini.
Sesampainya di markas broken Hansel sudah di tunggu oleh orang kepercayaannya dan membawa Hansel ke ruang tempat orang itu di Tawan dengan emosi yang sudah menggelora di dalam hatinya.
Di dalam ruangan itu terdapat dua orang yang di ikat dengan rantai pada sebuah kursi.
"Bangunkan mereka." ucap Hansel yang sudah duduk di sebuah kursi dan siap mengintrogasi dia orang itu sebelum menyerahkannya kepada pihak kepolisian karena dia tidak mau mengotori tangannya yang akan menjadi karma untuk dirinya suatu saat nanti.
"Baik bos." ucap orang kepercayaan Hansel yang bernama Vero.
Vero langsung mengambil air satu baskom lalu menyiramkannya ke dua orang itu yang enak enaknya tertidur dalam keadaan seperti ini.
"Siapa Lo, berani beraninya nyiram gw." kata seorang wanita yang terbangun akibat siraman air oleh Vero.
"Akhmm." Hansel berdehem membuat dua orang itu langsung melihat kepadanya.
"Hansel." ucap seorang wanita yang terkejut melihat Hansel berada di sana.
"Kenapa, anda terkejut melihat saya." ucap Hansel kepada wanita itu.
"Pliss, tolongin gw keluar dari sini, gw janji kok ngak mengulanginya lagi." ucapnya namun tak di gubris oleh Hansel melainkan mendapatkan tatapan tajam dari Hansel.
"Gw bisa aja ngeluarin Lo dari sini, tapi kalau ini tidak ada sangkutannya dengan cewek gw yang tega dibunuh oleh sahabat yang sangat di percayai nya." ucap Hansel karena orang itu adalah Citra bersama papanya yang melakukan percobaan pembunuhan kepada Nana namun gagal.
"Ini semua gara wanita j***** itu." teriak Citra yang sudah terpancing emosi dan mengatai kalau Nana lah yang menyebabkannya seperti ini.
"Gw mencintai Lo Hansel, tapi kenapa Nana yang mendapatkan Lo." ucap Citra.
"Bos polisi sudah datang." ucap bawahan Hansel yang baru saja datang mengatakan kalau polisi sudah datang.
__ADS_1
Hansel sengaja menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian karena dia juga sering bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menangani berbagai macam permasalahan.
Papa Citra yang sejak tadi Hannya diam pun pasrah di bawa pihak kepolisian dan dia sudah mengakui kejahatan yang di lakukannya.
Papa Citra sering terlibat dalam perdagangan barang terlarang namun selalu lolos dari kejaran polisi dan kali ini pihak kepolisian di bantu keluarga Antonio dan Hansel yang juga partner bisnis Robi nama papa Citra yang sudah beberapa kali menipu Antonio
Robi menyerang keluarga Antonio lantaran ia kalah dalam memenangkan sebuah proyek besar yang itu akan sangat menguntungkan bagi perusahaan yang di percaya menjalan proyek tersebut.
Robi juga beberapa kali melakukan percobaan pembunuhan terhadap Antonio namun selalu gagal dan kali ini ia menargetkan Nana sebagai Terget pembunuhan.
Melalui Citra anaknya ia melancarkan aksi itu karena dia mengetahui kalau anaknya berteman baik dengan anak Antonio dan menghasut Citra untuk melakukan semua itu.
Setelah itu Robi dan Citra di bawa ke kantor polisi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dan di lakukan pemeriksaan.
Berita itu cepat sekali menyebar dan menjadi viral di jagat raya.
Setelah semua selesai Hansel kembali ke rumah sakit tempat Nana di rawat.
Sesampainya di rumah sakit Hansel mendapati Papa Antonio yang baru saja keluar dari ruang rawat Nana.
Selesai berbicara dengan Papa Antonio Hansel masuk ke dalam ruang rawat Nana dan melihat keadaan gadisnya itu.
Tapi sebelum itu Hansel sempat mengganti pakaiannya terlebih dahulu dan membelikan Nana buah buahan.
"Hansel." ucap Mama Renata yang berada di dalam dan duduk di sebuah kursi.
"Gimana keadaannya tante." tanya Hansel karena melihat Nana yang masih memejamkan matanya.
"Tadi sudah siuman dan sekarang lagi tidur karena di kasih obat tidur biar dia tenang." jelas mama Renata karena pertama kali bangun dari pingsannya Nana langsung histeris dan terus berteriak ketakutan.
__ADS_1
Dokter mengatakan kalau Nana trauma dengan kejadian yang menimpanya dan itulah yang menyebabkannya histeris ketakutan. Karena hal itu dokter memberinya obat penenang sehingga membuatnya ketiduran.
"Hansel, terima kasih ya sudah menyelamatkan Nana." ucap mama Renata tulus karena dia hampir saja kehilangan putri satu satunya untuk kedua kalinya.
Nana bukan kali ini saja mendapatkan percobaan pembunuhan melainkan ini merupakan yang kedua kalinya.
Pertama kali Nana mendapatkan percobaan pembunuhan waktu ia berumur tujuh tahun yang pada saat itu ia sedang bermain dengan teman masa kecilnya.
Kejadian itu juga membuatnya trauma yang mendalam yang membuatnya harus kehilangan memori masa kecilnya karena harus di hapus dari ingatannya agar dia bisa tenang dan melupakan traumanya itu dan juga teman masa kecilnya.
Sepertinya hal itu akan terulang untuk kedua kalinya.
"Sama sama Tante." ucap Hansel yang bisa merasakan kesedihan yang dirasakan Renata.
Sudah lama Hansel berada di sana namun ia tidak kunjung melihat Nana bangun.
Karena hari sudah larut malam Hansel memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan akan datang lagi keesokan harinya.
.
.
..
.
BERSAMBUNG.
*Jangan lupa like dan komen kekurangan dari cerita author biar author bisa lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini.
__ADS_1
Terima kasih yang udah like*.