
Hansel yang terkejut kenapa Nana bisa berada di sana dan berpikir berarti Nana melihat semua yang ia lakukan walaupun ia merasa bahwa ia tak macam macam.
Nana.
Setelah mematikan teleponnya secara sepihak Nana lalu mengirim sebuah pesan ke Hansel dan ternyata pria itu langsung melihatnya dan berbalik badan setelah membaca pesan itu ke arah belakang hingga mata mereka bertemu.
Melihat Hansel hannya terbengong Nana lalu bangkit dari kursinya dan berjalan menuju tempat Hansel sambil menatap tajam ke arah pria itu.
Dari ujung sana Hansel juga menatap ke arah Nana dengan tatapan tak percaya.
"Hai sayang." ujar Nana setelah sampai di dekat Hansel dan tanpa di suruh langsung duduk di sebelah Hansel.
Karena merasa ada kesempatan untuk menunjukkan bahwa ia sudah ada yang punya Hansel sengaja memperlihatkan kemesraannya di depan Corolla yang membuat wanita itu menatap Nana dengan tatapan sinis.
"Iya sayang." jawab Hansel lalu dengan sengaja merangkul pinggang Nana mesra.
"Kok kamu bisa disini." tanya Hansel ke Nana dengan tatapan penuh cinta.
"Nemenin teman." jawab Nana yang juga tak mau kalah membalas tatapan cinta dari Hansel.
"Owhh." ujar Hansel.
"Maaf nona Corolla sepertinya meeting kita cukup sampai disini." ujar Hansel ke Corolla karena ia merasa meeting mereka sudah cukup sampai di sini.
"Baik." jawab Corolla jutek karena panas melihat kemesraan yang di perlihatkan Hansel dan Nana.
__ADS_1
Sepertinya wanita itu menyukai Hansel dan itu sangat jelas terpancar dari tatapan dan juga tingkah lakunya.
Siapa yang tidak mungkin tidak menyukai Hansel dengan paras yang di miliki laki laki itu yang menjadi idaman para wanita wanita di luaran sana ditambah lagi keluarga Hansel termasuk keluarga yang terpandang dan terhormat.
Setelah Corolla pergi Nana segera memberi jarak antara dirinya dan Hansel karena rasa kesal di hatinya masih ada.
"Enak ya setiap hari selalu di dampingi cewek cantik." ujar Nana kembali ke raut wajah yang jutek tidak seperti saat ada Corolla tadi.
"Hmm, lumayan." jawab Hansel sengaja memancing kecemburuan Nana.
"Hmmm, bagus dong tiap hari bisa cuci mata liat cewek seksi." ujar Nana dengan penuh amarah bisa bisanya laki laki itu berbicara seperti itu.
Dengan penuh amarah Nana lalu memukuli Hansel dengan tasnya penuh ampun tanpa mempedulikan tatapan dari orang sekitarnya.
"Biar aku ngak terlalu berharap." ujar Nana yang sepertinya sudah mulai menangis.
Bianca yang sedang berbicara dengan Alex di kejutkan dengan keributan yang terjadi dan langsung melihat ke arah itu.
"Nana." ujarnya setelah melihat Nana sedang memukuli seorang laki laki.
Melihat temannya sedang memukuli orang yang tidak di kenalnya Bianca lalu pergi ke arah Nana.
"Nana." ujar Bianca ke Nana.
"Stop Nana." ujar Bianca dan berusaha menghentikan Nana memukuli Hansel yang di kiranya orang asing.
__ADS_1
"Ssttt." ujar Hansel meminta Nana berhenti lalu membawa Nana keluar dari restoran.
"Hei kemana kamu bawa temanku." Bianca meneriaki Hansel membawa Nana keluar dari restoran itu.
"Ini pacar saya anda tidak perlu khawatir." ujar Hansel yang mengerti ke khawatiran Bianca.
Bianca hannya melongo setelah mendengar perkataan Hansel yang ternyata merupakan pacar Nana. Nana pernah bercerita tentang Hansel tapi Bianca tidak pernah melihat wajah Hansel dan juga tidak ada niat melihatnya.
Hansel membawa Nana keluar dari restoran menuju mobilnya. Karena Nana sudah menangis akibat perkataannya yang awalnya ia hannya ingin bercanda tapi Nana menanggapinya serius.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa like dan komen
Terima kasih
__ADS_1