Jangan Dekati Wanitaku

Jangan Dekati Wanitaku
Episode 38


__ADS_3

Hampir satu bulan Nana berada di Indonesia sejak kepulangannya dari Itali. Hari hari Nana di sibukkan dengan berkuliah yang baru jalan beberapa Minggu ini.


Nana pulang dari Itali bertepatan dengan tahun ajaran baru untuk masuk ke bangku perkuliahan.


Awalnya Nana mengutarakan niat pertamanya untuk kuliah ke luar negeri namun hal itu banyak di tantang oleh keluarganya.


Nana menyadari apa yang membuat kecemasan dari kedua orang tua dan juga keluarga terhadap dirinya.


Dengan begitu tidak membuat Nana patah semangat dan memilih salah satu universitas di Jakarta.


Setelah mendapatkan persetujuan dari kedua orang tuanya untuk berkuliah Nana lalu mendaftarkan diri di salah satu universitas ternama di Jakarta.


Di kampus Nana mendapatkan teman baru lagi yang baru di kenalnya saat memasuki kelas pertama.


Seperti biasanya Nana selalu berangkat kampus dengan senang hati karena di sana ia tak kesepian seperti di rumahnya orang orang pada sibuk dengan urusannya masing masing.


Nana berbakat ke kampus agak siangan karena hari ini dia tidak ada jam pagi.


Tiba di kampus Nana langsung masuk ke kelasnya karena lima menit lagi kelas akan di mulai.


"Tumben telat Nana." tanya seorang wanita yang duduk di bangku sebelah Nana.


Wanita itu tampak menggunakan hijab pasmina dan setelan baju kemeja beserta celananya.


Bianca merupakan nama wanita itu sekaligus teman Nana di kelas sejak pertama kali ia berkuliah disana.


"Ada sedikit kendala tadi." jawab Nana tersenyum menanggapi ucapan Bianca.

__ADS_1


Bianca juga merupakan anak dari seseorang yang berpengaruh di Jakarta dan juga mengetahui berita tentang kejadian yang menimpa Nana beberapa tahun lalu. Sehingga saat pertama kali bertemu Nana ia langsung mengenalinya dan mengajaknya berteman dan di respon baik oleh Nana.


Setelah menyelesaikan mata kuliahnya Nana mengajak Bianca untuk makan siang di kafe depan kampus karena hari juga sudah mau Zuhur.


Di kafe.


Selesai memesan menu yang mereka pilih Nana dan Bianca duduk di salah satu meja kosong. Kafe itu terlihat banyak pengunjung mungkin karena ini jam makan siang atau mungkin hannya sekedar nongkrong dan melepas lelah.


Nana dan Bianca memesan mie goreng sebagai pengganjal perut dan jus untuk minuman.


Di tengah asik memakan makanan mereka mendengar suara seseorang yang meminta izin untuk duduk di bangku samping Nana yang kebetulan kosong satu.


"Permisi." suara dengan nada sopan.


"Boleh duduk di sini." tanya orang itu ke Nana dan Bianca.


"Arkan." ucap Nana setelah melihat wajah orang itu.


"Iya Nana ya." ucap Arkan malu malu karena ia tadi hampir tak mengenali wanita yang duduk di sampingnya.


"Iya." jawab Nana.


Sambil menyantap makanan mereka yang di iringi sedikit cerita dan perkenalan antara Arkan dan Bianca.


Selesai makan Nana dan Bianca kembali ke kampus karena mata kuliah mereka akan segera di mulai kembali.


"Kamu udah kenal lama sama dia Na." tanya Bianca penasaran karena melihat Nana dan Arkan yang terlihat sangat akrab.

__ADS_1


"Iya kita satu SMA dulu." jawab Nana yang saat ini mereka telah sampai di kelas.


"Owhh." ucap Bianca mengerti.


Arkan yang masih di kafe itu menghabiskan makanannya sepeninggal Nana dan Bianca melihat sebuah buku yang sepertinya buku harian tergeletak di lantai saat ia akan mengambil garpu nya yang terjatuh.


Karena penasaran Arkan mengambil buku itu dan membaliknya dan tampak sebuah nama yang tertera di depan buku itu.


"Bianca Isabella." ujar Arkan membaca nama yang tertera di depan buku itu.


"Nama yang bagus." tanpa sengaja Arkan tersenyum membaca nama itu.


Arkan lalu menyimpan buku itu ke dalam tasnya dan berniat mengembalikan kepada orangnya apabila bertemu kembali.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2