
"Lo ngapain ke sini." tanya Nana duluan karena cukup lama mereka terdiam.
"Niatnya nenangin pikiran, biasa tugas numpuk." jawab Arkan.
"Kalau Lo ngapain disini." Arkan balik bertanya.
"Sama kayak Lo." jawab Nana.
"Makin cantik." batin Arkan yang sejak tadi tidak bisa memalingkan matanya dari Nana.
"Bentar ya." Arkan lalu pergi ke salah satu penjual minuman dan kembali membawa dua botol air putih.
"Minum dulu, gw haus." ucap Arkan dan menyerahkan salah satu botol air itu ke Nana.
"Makasih." ucap Nana yang kebetulan juga haus dan langsung meminum air pemberian Arkan.
Cukup lama Nana berbincang dengan Arkan yang pada akhirnya Nana pamit duluan untuk pulang ke Arkan.
Nana pulang ke rumah menggunakan taksi karena sopirnya sudah duluan pulang.
Nana melihat banyak taksi yang lewat namun tak ada satupun yang menghampirinya.
"Kok ngak ada yang berhenti sih." ucap Nana kesal.
Hingga ada sebuah mobil yang berhenti di depan Nana.
"Ayo naik." ucapnya yang itu ternyata Hansel.
Selesai meeting Hansel ingin pulang tapi sebelum itu ia pergi ke rumah Nana untuk meminta maaf karena dia telah salah paham terhadapnya.
Di tengah perjalanan Hansel melihat Nana yang berdiri di tepi trotoar.
Setelah memastikan kalau itu memang Nana Hansel lalu menghampirinya.
__ADS_1
"Ngak usah." ucap Nana ketus karena masih kesal dengan Hansel.
Nana melihat ada sebuah taksi yang melintas dan memberhentikannya dan taksi itu berhenti.
Nana mengucap syukur akhirnya ada juga taksi yang kosong dan dia bisa pulang.
Setelah taksi berhenti Nana langsung masuk dan meninggalkan Hansel begitu saja.
Hansel berusaha mencegah Nana namun tak bisa dan dia hannya bisa meratapi kecerobohannya yang tak segera keluar mobil sebelum Nana menaiki taksi dan pergi.
"Haisss." Hansel hannya bisa memukul setir mobilnya melampiaskan kesalnya.
Dalam hati Hansel berfikir tak mungkin dia memecat Viola sedangkan disisi lain dia juga tak mau terus ada kesalahpahaman dengan Nana.
Apalagi kinerja Viola yang baik dan berdampak besar bagi kemajuan perusahaannya apalagi sekarang sangat sulit mencari seorang manajer yang memiliki kinerja yang baik.
Hansel pergi dari tempat itu dengan perasaan tak senang dan juga bimbang.
Hansel berniat kembali ke rumahnya dan nanti mencoba mencari cara untuk berbaikan dengan Nana.
"Bi mama mana." tanya Nana ke bibi di ruang itu yang kebetulan lewat ke ruang tengah yang saat ini Nana berada.
"Nyonya ke kantor tuan non." jawab bibi.
Ternyata mama Renata pergi ke kantor Papa Antonio dan Nana memaklumi itu mungkin sang mama juga lagi kangen kangenan dengan sang papa yang tidak bertemu dua bulan lamanya.
Nana memutuskan menuju kamar Narayan keponakannya yang sepertinya sudah pulang sekolah.
Narayan sudah di masukan ke paud oleh kedua orang tuanya.
Nathan tinggal di rumah ini bersama keluarga kecilnya karena selama Nana di Itali papa Antonio merasa kesepian dan menyuruh Nathan untuk tinggal saja di rumah itu sampai saat ini.
Di depan pintu kamar Narayan Nana mendengar suara bocah itu yang sedang tertawa lepas.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Nana langsung masuk untuk melihat kenapa bocah itu bisa tertawa lepas yang membuat hati Nana langsung menghangat.
"Narayan." panggil Nana dan bocah itu langsung menengok ke arahnya.
"Aunty." Narayan langsung berlari ke arah Nana dan meminta di gendong.
"Ketawanya keras sekali, ada apa hmm." ucap Nana sambil menciumi seluruh wajah Narayan gemes.
"Sus nya lucu." ucap Narayan sambil menunjuk susternya yang duduk di tepi ranjang Narayan.
"Emang sus nya ngapain." tanya Nana penasaran.
"Kentut sus bunyinya besar." ucap Narayan tertawa dan juga membuat Nana juga ketawa lepas.
Suster yang sejak tadi duduk diam pun merasa malu.
Selesai tertawa Nana meminta maaf kepada suster dan juga Narayan.
"Biar aku aja sus." ucap Nana yang sudah berhenti tertawa dan mengambil baju Narayan dari suster itu.
Sepertinya Narayan baru saja habis mandi dan mau mengenakan pakaiannya dan terhenti karena tertawa mendengar suara kentut susternya.
Selesai memasangkan baju Narayan nana bermain dengannya sampai sore.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa like dan ***komen
Terima kasih***