
"Ada apa ma." tanya Nana saat sang mama mencegahnya untuk keluar dari kamarnya.
"Kamu mau kemana." tanya mama Renata.
"Mau ke ruang Hansel maa." ujar Nana.
Mama Renata sudah tak bisa lagi menahan ketawanya dan meledak lah tertawa mama Renata yang terdengar nyaring.
"Maafin mama ya,, coba lihat jam dulu." ujar mama Renata sambil memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa.
Sedangkan Nana hannya terbengong melihat mamanya yang tertawa begitu keras karena ini merupakan kejadian yang langka di mana mamanya terlihat jarang tertawa seperti ini.
"Mama ih, bercandanya ngak lucu." Nana hanya bisa menghela nafas sedalam dalamnya setelah melihat jam di layar handphonenya yang masih menunjukan pukul tujuh malam yang mana janjiannya dengan Hansel masih ada satu jam lagi.
"Mama lakuin itu biar kamu nggak tidur lagi." ujar mama Renata mengatakan hal itu karena biasanya Nana tidak mau bangun dan akan tertidur sampai pagi hingga melewatkan makan malamnya.
Nana tak bisa lagi berkata kata mau mengumpat takut dosa tapi sudah terlalu kesal dengan sang mama dan akhirnya Nana memilih diam dan bersiap menemui Hansel. Dalam hatinya Nana sedikit penasaran kenapa ponsel Hansel tidak aktif ketika ia menelpon tadi.
Tak mau ambil pusing Nana memilih bersiap saja dan menuju lokasi yang di katakan Hansel.
Namun sejenak Nana berfikir tadi Hansel tidak memberitahukan di mana tempat mereka akan bertemu.
__ADS_1
"Au ah." ujar Nana kesal dengan dirinya yang tadi tidak menanyakan tempat mereka akan bertemu malam ini dengan Hansel.
Nana menuruni anak tangga dengan wajah cemberut karena tadi di buat kesal oleh sama dan sekarang oleh Hansel yang tidak pasti pasti memberi tahu informasi.
Saat sampai di lantai bawah Nana melihat Hansel yang tengah duduk bersama sang papa sambil mengobrol.
"Kami pergi dulu om." pamit Hansel ke Antonio dan di iyakan oleh Antonio.
Nana dan Hansel pun pergi dari rumahnya Nana menuju tempat yang akan mereka tuju yaitu di salah satu restoran di kota itu.
Di dalam perjalanan Nana terus cemberut dan tidak berkata apa apa terhadap Hansel ataupun sebaliknya.
"Ayo masuk." ujar Hansel yang langsung menarik tangan Nana memasuki restoran.
"Kenapa ngak ada orang." akhirnya Nana buka suara duluan.
"Aku udah booking sayang." ujar Hansel yang langsung membuat Nana tak berkutik.
Hansel memang sengaja membooking restoran ini karena ia tak ingin dinner romantisnya di lihat banyak orang.
Hansel membawa Nana sampai di lantai paling atas restoran yang memperlihatkan pemandangan yang sangat indah dengan pemandangan langit yang cerah dan memperlihatkan bintang bintangnya.
__ADS_1
Di lantai atas tepatnya di atap Nana melihat beberapa hidangan sudah tertata rapi di atas meja yang sudah di hias sedemikian rupa begitu juga dengan sekitarnya yang menambah nilai keindahan tempat itu.
Hansel pasti telah menyiapkan ini semua dengan matang dan Perfect pikir Nana karena ia tau kalau kekasihnya itu orangnya sangat disiplin dengan waktu.
"Mari duduk." ajak Hansel dan mempersilahkan Nana untuk duduk.
"Sebaiknya kita makan dulu." Karena Hansel tau kalau kekasihnya itu pasti belum makan malam.
"Baik." ujar Nana dan mereka pun melanjutkan dinner dengan hati yang sama sama senang walaupun tadi sempat ada sedikit ketegangan.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yaa 🤗