Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 10


__ADS_3

Sementara itu bagaimana dengan Dani dan Sri?


saat berjalan keluar kelas Dini langsung di kejar oleh Dani


Yang sedari tadi menunggunya di samping kelas.


"Din, tunggu sebentar".


Kata Dani, sambil menghentikan langkah Dini.


"Eehh Dan, kenapa?"


Jawab Dini.


Pura-pura bertanya.Tapi sebetulnya dia sudah mengerti dengan tujuan Dani mengejarnya.


"Aku mau bicara sebentar dengan kamu Din.Apa boleh?"


Tanya Dani.


"Duuhh Dan, aku harus buru-buru pulang ni".


Jawab Dini.


Berusaha menghindari Dani, yang dari tadi tetap mengikutinya.


"Pleace Din, sebentar aja!"


Pinta Dani, sambil memegang tangan Dini menghentikan langkahnya.


"Ok,mau bicara apa"?


Tanya Dini yang tidak bisa mengelak lagi.


"Din, sebenarnya aku suka sama kamu, sejak pertama kita ketemu.Pas kamu baru daftar sekolah disini.


Aku kebetulan waktu itu juga sedang berada di sekolah.Aku melihat kamu datang bersama ibu-ibu.

__ADS_1


Sejak itu aku sudah memperhatikan kamu Din.


Entah kenapa ada perasaan yang berbeda.Dan aku senang sekali kalau ternyata kita satu kelas.


Mungkin ini sudah jalannya".


Ungkap Dani sambil menatap mata Dini, dan mereka saling bertatapan.


Dini langsung melepaskan tangannya yang dari tadi di pegang Dani.Dia bingung harus berkata apa.Dan tidak bisa dipungkiri, dia memang mempunyai perasaan yang berbeda juga kepada Dani.Tetapi selama ini dia berusaha menepis perasaannya itu. Karena dia tidak mau menyakiti perasaan Sri, yang juga menyukai Dani.


Dia tidak mau persahabatan nya hancur hanya karena seorang laki-laki.


"Maaf Dan, aku menganggap kamu sama seperti Yogi dan yang lainnya.Lebih baik kita bersahabat aja ya.Karena tidak akan ada yang bisa memisahkan sahabat".


Jawaban yang sama, ketika dia menolak Yogi.


"Tidak Din, apa kamu menyukai Yogi?"


Tanya Dani, yang masih tidak terima dengan jawaban yang diberikan oleh Dini.


Ada, Kamu, Yogi,dan Sri.Pasti akan lebih menyenangkan".


Dini tersenyum sambil melangkah pergi meninggalkan Dani, yang hanya diam mematung di tempat mereka berdiri tadi.Sementara di dalam hatinya,


"Baiklah Din, kalau ini jawaban kamu,kita akan jadi sahabat,tapi kamu tetap lebih dari sahabat bagiku, aku akan berusaha menjagamu.Sambil menunggu kamu membuka hati mu untuk ku".


Sementara Dini, ada perasaan yang bercampur aduk di dalam hatinya.Rasa bersalah yang besar terhadap ke 3 orang yang hancur hanya gara\-gara dirinya.


Tanpa dia sadari air matanya sudah menetes.Saat dia duduk di persimpangan dekat sekolahnya.Sambil menunggu angkot mau pulang kerumah orang tuanya.


Dini duduk di depan sebuah supermarket disana.Saat dia termenung sendiri, terdengar langkah kaki mendekat ke arahnya, dari dalam supermarket tersebut.


"hai"!


Lalu suara sapaan yang tertuju padanya.dia mendongak melihat siapa yang berdiri di sampingnya.


Ternyata terlihat seorang laki-laki tampan. Berperawakan tinggi, kulit kuning Langsat, hidung mancung.Pokoknya mirip sekali dengan salah seorang vokalis band idola Dini.

__ADS_1


"Eecchh iya kak?".


Sambil tersenyum.


"Rehyah".


Laki-laki itu menyodorkan tangannya mengajak berkenalan.


Dini menyabut tangan itu.Dan mereka saling berkenalan.


"Dini KK".


Jawab Dini.


Reyhan ber umur kira\-kira 20 tahun.makanya Dini memanggil nya dengan sebutan kakak.


" Mau kemana, kok duduk sendirian disini?"


Dengan gayanya yang cool Reyhan bertanya.


" Aku mau pulang KK.Nunggu angkot disini"


Jawab Dini.


" Mau di Anter?"


Tanya Reyhan sambil menunjuk sebuah motor yang terparkir di depan supermarket itu.


" Nggak usah kak.Aku naik angkot aja, tuh angkotnya udah datang".


Jawab Dini sambil berdiri dan menghentikan angkot yang dia tunggu dari tadi.


"Baik lah, hati-hati di jalan.Dan semoga kita bisa ketemu lagi".


Jawab Reyhan sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Dini yang naik ke atas angkot.


Sementara Dini hanya tersenyum pada Reyhan.

__ADS_1


__ADS_2