
Di sepanjang perjalanan pulang, Dini hanya terdiam membisu.Dia tidak habis fikir dengan semua kejadian yang dia Alami hari ini.Dia tidak tau, kalau ujung\-ujungnya bisa seperti ini.
Sementara Reyhan, ingin memulai pembicaraan.Namun dia masih merasa ragu, karena melihat kondisi Dini.Tapi dia berusaha untuk menenangkan Dini.
Reyhan menghentikan motornya di depan sebuah warung bakso.Lalu dia segera turun dari motornya.
"Kak, kenapa berhenti disini"?
Tanya Dini.
"Kita makan dulu yuk, aku dari tadi belum makan.Sekarang nich perut udah keroncongan, hehehe".
Jawab Reyhan, sambil menggandeng tangan Dini, masuk ke dalam warung bakso tersebut.
Dini hanya menurut, sambil mengikuti langkah Reyhan.Perutnya juga terasa sangat lapar.Masalah tadi, membuat energi nya terkuras habis.Rencananya hari ini dia mau ke rumah neneknya.Mau menjemput semua barang\-barangnya yang masih tertinggal di rumah neneknya.Namun karena masalah tadi, semua rencananya jadi berantakan.
"Din, aku mesan makanan dulu.Kamu duduk aja duluan ya".
Pinta Reyhan, sambil menunjuk ke arah meja kosong di warung bakso tersebut.
__ADS_1
"Iya kak".
Jawab Dini, lalu melangkah ke arah meja yang di tunjuk oleh Reyhan.
Dini duduk sambil menunggu Reyhan yang sedang memesan makanan.Tidak Beberapa lama, Reyhan pun datang.Lalu duduk di depan Dini.
"Udah, kamu nggak usah fikirin masalah tadi lagi.
Ucap Reyhan, sambil tersenyum manis pada Dini.
"Iya kak, tapi aku masih nggak terima dengan cara Dani padaku.Padahal aku nggak pernah menjanjikan harapan apapun sama dia".
Dini menjawab perkataan Reyhan, dengan air mata yang menganak di pelupuk matanya.Namun dia berusaha menahan air matanya itu.Karena tidak mungkin juga dia menangis di hadapan Reyhan.
Kata Reyhan, sambil menunjuk ke arah bakso yang di bawa oleh pelayan di warung bakso tersebut.
Dini hanya mengangguk patuh dengan apa yang di katakan Reyhan.Lagian kalau bicara pun juga akan tambah membuat hatinya semakin sakit.Karena pasti dia akan teringat kejadian itu lagi.
Mereka menikmati makanan yang Udah di pesan oleh Reyhan tadi.Tiba-tiba terdengar sebuah motor berhenti di depan warung itu.Tapi Dini tidak melihat siapa orang yang datang tersebut, karena meja pelanggan Disana, tertutup oleh tirai, yang membatasi antara meja pelanggan dan palung bakso tersebut.
__ADS_1
Tidak lama, muncul seorang wanita.Berperawakan, tinggi, putih, dengan gaya seperti gaya orang kantoran.Wanita itu menghampiri meja di mana Reyhan dan Dini duduk.
"Rey, ini siapa, adik kamu"?
Wanita itu bertanya sambil menunjuk ke arah Dini, dengan bibirnya.
Reyhan terlihat kaget, melihat wanita itu.Yang tidak lain adalah shyela, pacarnya.Yang sudah beberapa Minggu ini dia hindari.Dia tidak mau menemani Sheyla.Tapi dia juga belum memberikan kata putus pada shyela, jadi status mereka masih berpacaran.
"Eehh Shyel, Ini Dini teman Mega adik ku".
Jawab Reyhan dengan wajah tidak bersalah.
"Haaah, jadi cuma itu arti aku buak kak Reyhan.Trus kenapa dia segitunya belain aku tadi".
Gumam Dini dalam hatinya, karena mendengarkan jawaban Reyhan.
"Oh",
Seringai tipis Shyela melirik Dini.
__ADS_1
"Jadi boleh donk, aku gabung duduk disini?"
Tanpa Rehyan sempat menjawab, dia sudah duduk di samping Reyhan.