
Reyhan hanya tersenyum tipis, sambil menatap kepergian mereka dan berbalik ke arah supermarket itu lagi.
"Hahaha anak-anak kecil yang aneh, kenapa malah lari? memang aku hantu?"
gumamnya sambil masuk ke dalam supermarket.
Sementara Dini, terus berjalan menuju arah pulang, sambil menarik tangan Sri.
"Sri, benar nggak Sich dia udah punya pacar?"
Tiba-tiba dia bertanya karena sangat penasaran.
"Iya Din, pacarnya itu tinggal di dekat rumah aku.Aku sering liat dia nganterin pacarnya itu sore-sore.Mungkin habis di jemput di tempat kerja trus di anterin pulang".
Sri menjelaskan kepada Dini, kenapa dia kenal sama Reyhan.
"Hhmmm ya udah lah, mending kita pulang aja.Semua kejadian hari ini sangat membuat ku gerah.Rasanya aku pengen mandi".
Balas Dini.
Sesampainya di rumah, Dini langsung berlari menuju kamarnya untuk mengambil handuk.Saat masuk kamar dia kaget.Karena Lina ada di kamarnya.
"Eeehh kak Lina, kakak sudah pulang?"
Dini menyapa Lina yang sedang tiduran di atas kasur.
"Iyaaa, memang kenapa?kamu nggak suka aku pulang?"
__ADS_1
Jawabnya sinis sambil menatap tajam pada Dini.
"Bukannya gitu kak, aku dengar dari nenek kalau ibu dari papanya kak Lina sedang sakit.Dan kakak sama mama kakak harus merawat beliau disana?apa beliau sudah sehat kak?"
Dini bertanya lagi dan agak khawatir,
"Dia tidak ada aja Udah banyak masalah, apalagi kalau dia ada disini.Masalah akan semakin banyak".
Gumamnya dalam hati.
"Nenek ku udah membaik, sekarang mama aja yang disana.Sementara aku pulang ke sini.Karena kalau dari sini lebih dekat aku pergi sekolahnya.Memang kenapa?
Lina balik bertanya dengan sinisnya.
"Nggak apa-apa kok kak.Ya udah kak aku mau mandi dulu".
Jawab Dini sambil berjalan keluar kamar menuju kamar mandi.
Teriaknya dalam hati.
Dini mandi dan segera mengganti pakaiannya.Dia melihat Lina yang masih tiduran di atas tempat tidur.
"Kak Lina, aku mau makan siang dulu.Udah lapeer banget kak.Kakak mau makan bareng nggak kk?"
Dini menawarkan untuk mereka makan bareng agar bisa mencairkan suasana.
"Kamu masih bisa lapar ya?kenapa tadi pagi kamu nggak mau sarapan? padahal nenek sudah memaksamu?toh akhirnya mau makan juga.Udah selesai kamu ngambek nya? segitu aja ya.hahaha"
__ADS_1
Jawab Lina sambil bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar.
Dini bingung ,kenapa Lina bicara seperti itu padanya.Padahal tadi pagi dia nggak sarapan karena memang udah kesiangan.tapi kenapa sindiran Lina sangat pedas.
"Aku tadi nggak sarapan bukan karena ngambek kak.Aku memang tadi kesiangan, makanya langsung berangkat ke sekolah."
Dini menjawab dengan kesalnya.
Sesampainya di ruang makan, nenek menyapa Dini dengan pedas lagi.
"Kamu mau makan Din?"
Tanya neneknya.
"Iyaa nek, Dini udah lapeer banget".
Jawabnya sangat antusias sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan sejak dari tadi.
"Tapi Din, nenek masak tadi nggak lebihin buat kamu.Karena nenek fikir kamu nggak mau makan juga".
Jawaban nenek yang membuat Dini down.
Kenapa neneknya bisa Setega itu padanya. Padahal dia nggak pernah bikin kesalahan yang besar, tadi pagi dia memang tidak sarapan karena kesiangan.
"Tapi kalau kamu mau makan, di dapur ada mie instan.Kamu bisa memasaknya sendiri".
Melihat kejadian itu, Lina hanya tersenyum menyeringai, seolah\-olah seperti meledek Dini.
__ADS_1
Akhirnya Dini memasak mie instan itu sendiri lalu memakannya, sambil melirik Lina yang makan dengan sambal yang kemarin dia bawa dari rumah mama nya.
Dini makan mie instan itu sambil mengusap air matanya yang sedari tadi tidak bisa dia tahan.