
Dengan suara yang sangat keras ibuk guru itu memanggil satu nama, yang membuat se isi kelas tidak percaya..
"Daaanniiiii, kamu maju ke depan!!!!"
Sambil menundukkan kepalanya Dani berdiri dari duduknya dan maju ke depan kelas.
" Kamu kenapa tidak mengerjakan tugasmu?"
Tanya lagi guru itu dengan wajah merah padam.Kkelihatannya memang sangat marah.
Dari kelas 1- kelas 3, di sekolah ini memang terkenal guru yang paling di takuti semua siswa adalah guru matematika itu.
" Maafkan saya Bu, kemaren saya kurang enak badan dan saya ketiduran bu".
Jawabnya sambil tetap menundukkan kepalanya.Se isi kelas sangat kaget, karena Dani adalah siswa yang paling pintar di kelas.Selama ini dia selalu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik
Dan dia adalah murid kesayangan guru matematika itu.Karena prestasinya yang sangat baik.Apalagi dengan dini dan Sri.
" Kenapa kamu lakuin ini Dan?"
Gumam Dini, dan itu di dengar oleh Sri.
"Dia benar-benar peduli padamu Din".
Timpal Sri sambil terus menatap ke depan kelas, tempat Dani sedang di marahi gurunya itu.
"Apaan Sich Sri, jangan mulai lagi dech."
__ADS_1
Balasnya kesal, karena takut nanti ini akan jadi masalah lagi antara dia dan Sri.
" Udah Din, aku nggak apa-apa kok.Aku udah move on dari dia".
Jawabnya santai.
Guru itu kembali bicara dengan nada marahnya,
"Dani, hari ini kamu ibuk hukum.Kamu tidak boleh mengikuti mata pelajaran ibuk hari ini.Dan kamu harus membersihkan toilet sampai jam pelajaran habis".
Dani hanya mengangguk, sambil berjalan keluar kelas.Sepintas dia melirik ke arah Dini, dan memberikan kode, agar Dini tetap diam.
"Apa-apaan kamu Dan, kenapa lakuin ini semua?kan jadi kamu yang dapat hukuman. Harusnya aku yang di hukum".
Gumam Dini, dengan perasaan yang sangat bersalah.
Sri cekikikan sendiri melihat drama yang terjadi saat ini.
Ungkap Dini kesal, melihat Sri yang cekikikan dan mengejeknya dengan Dani.
"Udaahh Din, kamu terima aja dia.Aku ikhlas kok.Aku juga bahagia jika sahabat ku bahagia.Lagian kalian berdua cocok kok" Balasnya lagi sambil tertawa.
"Aku udah bilang Sri, aku suka sama dia hanya sebagai sahabat."
Jawab Dini.
" Kamu beruntung Din, sekarang statusnya cuma sahabat, dia udah segitunya belain kamu.Apa lagi kalau sudah pacaran.Aku yakin dia pasti bisa jagain kamu".
__ADS_1
Balas Sri lagi.
" Udah ah Sri jangan bicarain itu lagi".
Bantah Dini, yang sangat merasa bersalah pada Dani.
Sementara Sri hanya tersenyum melihat sahabatnya itu.Dan setelah itu mereka fokus dengan pelajaran yang di berikan oleh gurunya, sampai jam pelajaran itu selesai.
Bel tanda pulang sudah berbunyi, di ikuti langkah guru itu meninggalkan kelas.Dini, buru\-buru keluar kelas mencari Dani.Di ikuti Sri yang mengejarnya dari belakang.Pas di depan kelas mereka berpapasan.
Dini hampir saja menabrak Dani yang mau masuk kedalam kelas untuk mengambil tas nya yang dari tadi masih ada di kelas. Pandangan mereka bertemu di depan pintu.
Dini langsung menarik tangan Dani ke dalam kelas lagi.Saat semua siswa sudah keluar dari kelas itu Dini bicara.
"Dan, kenapa kamu lakuin ini? harusnya aku yang di hukum bukan kamu.Dan kenapa di buku tugas kamu malah ada nama aku"?
Sebenarnya tadi dia mendengar Dini yang kalang kabut karena tugasnya belum dibuatnya.Dani langsung mengganti sampul buku tugasnya.Lalu mengganti menjadi nama Dini.
"Udah Din, aku kan pernah bilang, biarkan semua berjalan dengan apa adanya.Lagian aku ngaak tega, jika kamu harus kena marah, apa lagi sampai di hukum".
Ungkap nya santai.
"Setelah ini aku nggak mau kamu kayak gini lagi".
Balas Dini, dia hanya takut hutang Budi.
Dani mengambil tasnya dan sembari melangkah keluar kelas dia bicara lagi,
__ADS_1
"Setelah ini kamu jangan sampai nggak bikin tugas lagi, katanya aku sahabatmu.Jadi inilah cara ku menjadi sahabatmu".
Ungkap Dani, sambil menyeringai tipis dan berlalu di hadapan Dini.Hingga membuat Dini kehabisan kata-kata.