Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 33


__ADS_3

Makanan yang shyela pesan pun datang.


Dia makan sambil terus memandang tajam ke arah Dini.Dia menunjukkan perasaan tidak sukanya pada Dini.


Melihat cara shyela memandangnya, membuat Dini sudah tidak nafsu untuk meneruskan makanya.Sementara Reyhan terlihat gelisah dan tidak enak hati pada Dini.


"Sayang, kamu kemana aja? Kamu nggak pernah angkat telepon ku.Kamu juga nggak pernah jemput aku lagi.Kenapa kelihatannya kamu seperti menjauh dari ku?"


Tiba-tiba Shyela bertanya pada Reyhan, tapi matanya menatap tajam ke arah Dini.


Reyhan hanya diam.Dia tidak menjawab sedikit pun pertanyaan Shyela.Yang membuat Shyela semakin kesal.


"Apa gara-gara dia?"


Tanyanya lagi, sambil menunjuk Dini dengan sudut matanya.


Sementara Dini, yang dari tadi berusaha tetap tenang dan sabar melihat tingkah shyela.Sekarang dia mulai kesal, karena merasa selalu disudutkan oleh shyela sejak tadi.


"Kamu nggak perlu bawa-bawa Dini kedalam masalah kita.Dia tidak tau apa-apa".


Akhirnya Reyhan bicara juga, karena melihat Dini yang mulai tidak nyaman.

__ADS_1


"Tapi benarkan, kamu sekarang tidak punya waktu lagi untuk ku.Sekarang aku bertemu kamu, sedang bersama dia lagi.Apa aku salah bertanya seperti itu"?


Balas Shyela seakan-akan menyalahkan Dini, karena kondisi hubungan mereka saat ini.


Dini sudah tidak bisa lagi menahan sakit hatinya.Mendengar kata\-kata Shyela yang seolah\-olah menyalahkannya dari tadi.


Dia langsung berdiri dari duduknya.


"Kak, aku pulang aja.Makasih udah di traktir hari ini".


Dini bicara sembil menunduk tanpa menatap Reyhan.


"Tunggu Rey, kita harus bicara"


Kata Shyela sambil memegang tangan Reyhan, menghalanginya untuk pergi mengejar Dini.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Shyel.Kamu tau, orang tua ku tidak suka padamu.Kita tidak pernah mendapat restu.Sebenarnya sudah lama aku ingin mengakhiri hubungan kita, tapi aku tidak tau bagaimana menjelaskannya.Aku juga tidak mau menyakiti hati mu.Makanya selama ini, aku hanya bisa menghindar, sambil mencari waktu yang tepat untuk membicarakannya padamu".


Reyhan menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan oleh Shyela, lalu dia langsung membayar makanan tadi, dan segera mengejar Dini.


Dini dengan perasaan sakit hatinya terus berlari, sampai akhirnya dia menemukan angkot dengan tujuan ke arah rumahnya.Tanpa berfikir panjang, dia langsung menghentikan angkot tersebut dan segera naik.

__ADS_1


Sementara Reyhan yang melihat Dini sudah naik ke atas angkot, langsung menyalakan motornya mengikuti angkot yang di tumpangi oleh Dini.


Dini melihat bahwa Reyhan mengikutinya, namun dia memalingkan pandangannya, tidak mau melihat Reyhan yang berbeda si belakang angkot yang dia tumpangi.



Di warung bakso tadi, terlihat Shyela yang sangat sakit hati dan kesal.Matanya memerah, dia mengepalkan tangannya dan beberapa Mutiara kecil menetes dari matanya.


"Kenapa bisa jadi seperti ini, tidak mungkin Reyhan meningkatkan aku, dan memilih bocah ingusan itu".


Teriaknya sangat kesal, karena sebenarnya dia tau kalau Reyhan ada perasaan sama Dini, dari cara Reyhan menatap Dini.Sampai bela-belain mengejar Dini segala.


Angkot sudah berhenti di jalan depan rumah Dini.Dini segera turun dan membayar ongkosnya.Reyhan sudah duduk di atas motornya di gang rumah Dini, tempat kemarin dia menurunkan Dini, ketika dia mengantar Dini pulang.Namun Dini, tanpa menoleh terus berjalan di hadapan Reyhan.


Reyhan berusaha memanggilnya, namun dia tidak menghiraukannya.


Melihat Dini saat itu Reyhan merasa sangat bersalah.


"Maafkan aku Din"!


Gumamnya dalam hati, sambil menyalakan motornya dan langsung pergi dari gang depan rumah Dini tersebut.

__ADS_1


__ADS_2