
Malam pun berlalu dengan cepatnya.
Sekarang matahari pun sudah beranjak naik.
Dan pagi pun sudah datang.
Dini yang baru bangun tidur, Segera mengambil handuk dan langsung mandi.
Sementara mamanya lagi sibuk memasak di dapur.Pagi ini terlihat mama di bantu oleh nenek.
"Ma, sepertinya mama masak banyak hari ini.Sampai nenek pun ikut membantu?" Tanyanya.
"Iya nak, mama masak lebih biar nanti bisa kamu bawa ke rumah nenek mu juga nanti".
Jawab mamanya.
"Makasih mama".
Balas Dini.
Dini segera mandi.Setelah selesai mandi mereka langsung sarapan bersama\-sama.
"Ma, papa mana?"
Tanyanya sambil melihat sekeliling rumah, mencari papanya.
"Papa udah berangkat kerja dari tadi pagi".
__ADS_1
Jawab mamanya,sambil meneruskan makan.
"Hhmmm"
Jawab Dini singkat.
"Ngaak apa-apa lah.Toh kalau bertemu papa malah akan menambah aturan baru lagi" Gumamnya dalam hati.
Setelah selesai sarapan, Dini membantu mamanya membersihkan semuanya dan mencuci piring bekas mereka makan tadi.
Lalu Dini menyimpan barang-barang yang harus di bawahnya lagi ke rumah neneknya.
"Kenapa kalau disini waktunya berputar sangat cepat ya? sedangkan kalau di rumah nenek 100 kali lebih lama rasanya dari ini"
Begitu gumamnya terus di dalam hatinya. Dengan raut wajah yang cemberut dan kesal.Karena sebenarnya dia ingin tetap tinggal disini.
Tak terasa hari sudah semakin siang.
Dia juga mengatakan kepada neneknya,
"Nek, Dini mau jadi pengacara.Dan setelah Dini punya uang nanti, Dini mau memberangkatkan nenek naik haji".
Sungguh mulia hati anak ini.
"Iya Din, nenek selalu mendoakan kamu.Semoga jadi anak yang sukses dan semua cita-cita kamu bisa tercapai".
Jawab nenek sambil memeluk cucu kesayangannya itu.
__ADS_1
"Amiiiinnn neek".
Balasnya sambil tersenyum.
Sementara di dapur, mama Dini sudah sibuk menyiapkan beberapa bekal yang akan dibawa Dini nanti.
Setelah selesai semuanya.Mama Dini memasukkannya kedalam sebuah kantong plastik.Dan sudah di letakkan di atas meja depan.Supaya nanti tidak kelupaan untuk membawanya.
Ahirnya sore pun datang.Dini memilih makan dirumah dulu, sebelum berangkat ke rumah neneknya lagi.
Setelah selesai makan, Dini berpamitan kepada nenek dan adiknya.Kemudian dia pergi diantar mamanya.Untuk menunggu angkot.
Sekarang sudah menunjukkan jam 6 sore.Setelah menunggu cukup lama, kurang lebih sekitar 1 jam.Akhirnya angkot datang juga.Dini pun berpamitan kepada mamanya.Dan naik ke atas angkot itu, sambil menyeka air matanya.
Dia melihat mamanya, yang dari tadi berdiri di tepi jalan raya.Menunggu angkot itu hingga hilang dari tatapannya.
Sementara Dini, menahan air matanya agar tidak keluar.Dia merasakan rasa sesak di dadanya.Sepanjang perjalanan dia hanya termenung.Berusaha menguatkan dirinya.
Sampai akhirnya angkot itu pun berhenti di depan supermarket dekat sekolahnya.Dia segera turun dan melanjutkan berjalan kaki menuju rumah neneknya.
Di sepanjang perjalanan dia terlihat sangat tidak bersemangat.Karena dia ingin tetap dirumahnya.Namun waktu sangat cepat berlalu.Sehingga dia harus kembali kesini.
Sesampainya Dia dirumah neneknya, hari sudah senja.Dini mencium punggung tangan neneknya, dan memberikan beberapa bekal yang disiapkan mamanya tadi.
Nenek mengajaknya makan malam bersama.Namun Dini menolaknya.Karena dia tadi sudah makan di rumah mamanya.
__ADS_1
Dini segera menggosok baju sekolah yang waktu itu sudah di cucinya.Sampai semua tugasnya selesai.
Dia lanjut mandi.Lalu istirahat, karena besok dia harus mulai sekolah seperti biasanya.