
Tidak beberapa lama Reyhan datang dengan wajah panik.
"Ada apa me?
kenapa tadi nelfon kakak dengan suara panik gitu?padahal kakak baru selesai mandi?"
dia bingung karena tadi Mega menelfonnya kedengarannya sangat panik,dan setelah dia temui,tidak ada wajah panik sedikitpun dari Mega.Malahan Dini yang terlihat sangat panik.
"hehehe,gini loh kak.tadi kami kan belajar kelompok,jadi nggak terasa udah se sore ini,tadi Me udah temanin Dini hampir satu jam nungguin angkot,tapi pada penuh semua kak.
kakak bisa kan anterin Dini pulang?"
tanya Mega, dengan perasaan sedikit bersalah karena sudah membuat Reyhan panik.
"Hahahaha kenapa nggak ngomong dari tadi,kalau gitu kan kakak bisa lebih rapi dikit"
jawab Reyhan sambil melirik ke arah Dini dan tersenyum.
"kakak kayak gini aja udah ganteng banget kok kak,mesti rapi-rapi kayak gimana lagi,
iya kan Din?"
jawab Mega,sambil mencubit pinggang Dini.
"Mega kamu apa-apaan Sich?"
jawab Dini sambil berbisik ke telinga Mega.
agar Reyhan tidake mendengarnya,dan tau kalau sejak dari tadi dia udah salting melihat Reyhan.
"Kalau gitu, tunggu apalagi?
__ADS_1
ayookk Din,ntar kamu bisa kena marah loh,pulang setelat ini"
ajak Reyhan pada dini sambil menepuk jok motornya.
Dini menurut dan langsung naik ke motor Reyhan.sementara Reyhan tersenyum ke arah Mega yang dari tadi juga udah senyum-senyum sendiri.berfikir kalau rencananya berjalan dengan mulus.Dia juga tau kalau sebenarnya kakak sepupunya itu ada hati kepada Dini.
"Me,aku pulang dulu ya"
Dini pamit kepada Mega.
"ok Din, hati-hati di jalan ya,dan kak Rey,jagain teman aku ya"
jawabnya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya mengiringi motor Reyhan yang sudah beranjak pergi dari hadapannya.
sementara Reyhan terus tersenyum pada Mega,seolah meminta terima kasih,karena telah di dekatkan dengan Dini.
Disepanjang perjalanan Dini hanya membisu,dia bingung harus bicara apa.sementara jantungnya tidak bisa di kondisikan,terus berdegup kencang,serasa mau copot.
Reyhan memulai pembicaraan
"iya kak"
Dini menjawab dengan perasaan gugup yang sudah dia tahan sejak tadi.
"kamu nggak takut jatuh?"
tanya Rehyan sambil tersenyum.yang pastinya Dini tidak melihatnya.
"maksudnya kak"
Dini balik bertanya dengan polosnya.
__ADS_1
lalu tiba-tiba Reyhan mengambil tangan Dini dan dia letakkan di pinggangnya.
Dini sontak kaget dan melepaskan tangannya.
"kalau kamu tidak pegangan nanti kamu jatuh"
kata Rehyan ,sambil mengambil tangan Dini lagi dan dia letakkan ke pinggangnya lagi.
"jantung ooohh jantung,jangan copot sekarang donk"
teriak Dini dalam hatinya.
"maaf kak,kakak nggak takut kalau kak sheyla melihatnya KK?
bisa-bisa dia marah sama aku.kalau aku di jambak-jambaknya bagaimana kak,kan ngeri."
jawab Dini untuk mengusir rasa gugup yang dari tadi serasa menari-nari di dadanya.
"haaa shyela?kamu kenal dia?"
tanya Reyhan datar, seolah-olah merasa santai saja dengan apa yang di bilang oleh Dini.
"kenapa dia bisa sesantai ini sih, mendengar nama shyela aku sebut"
tanya Dini dalam hatinya.
"nggak kak,aku nggak kenal dia.aku hanya sedikit mendengar cerita tentang kakak dan dia dari Mega".
Jawab Dini lagi.
"udah lupain,kita jangan bahas dia ya"
__ADS_1
pinta Reyhan dengan nada kesal, seolah-olah dia tidak ingin mendengar nama itu lagi.