Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 35


__ADS_3

ke esokan harinya Dini berangkat ke sekolah seperti biasanya.Waktu dia mematung menunggu angkotnya datang, tiba\-tiba dia di kejutkan oleh suara klakson motor dari tepi jalan.Ternyata Reyhan sudah sedari tadi menunggunya datang.Namun Dini dari tadi tidak melihat kedatangan Reyhan.Karena dia masih dalam lamunannya tentang kejadian kemarin.


Dari seberang jalan terlihat Reyhan melambaikan tangannya sambil tersenyum pada Dini.Namun Dini tidak menghiraukan kehadiran Reyhan.Dia berusaha menghindar dan memalingkan wajahnya.


Kebetulan angkot yang dia tunggu pun datang.Dia segera naik ke atas angkot tersebut.Dia bertingkah seolah\-olah tidak melihat Reyhan.Reyhan kelihatannya sangat kecewa dengan tingkah Dini, yang berusaha menghindarinya.Namun Dia bisa mengerti, mungkin ini semua terasa berat bagi Dini, yang baru kali pertama jatuh cinta, namun langsung merasakan kecewa.


Dengan wajah lesu, Reyhan perlahan menyalakan motornya, berusaha mengikuti angkot yang di tumpangi Dini.Namun sayang dia kehilangan jejaknya.Akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


Sementara Dini, ada perasaan bersalah pada Reyhan.Karena dia tahu perjuangan Reyhan untuk memberi penjelasan padanya.Namun dia masih sakit hati dengan perkataan Shyela kemaren.


"Maafkan aku kak Reyhan, tapi aku harus menjaga jarak denganmu".


Gumamnya dalam hati.


Sesampainya disekolah, Mega langsung menghampiri Dini.


"Hai Din, apa benar kamu lagi ada masalah dengan kak Reyhan?"


Tanya Mega sambil berjalan disamping Dini, menuju ke dalam kelas.


"Haaahhh, kok kamu bisa tau Me?"

__ADS_1


Balas Dini yang merasa sangat bingung, kenapa Mega bisa tau semuanya, apa kak Rey menceritakan semua.


"Iya Din, kemaren aku sempat ketemu sama kak Reyhan.Aku tanya, katanya dia habis dari rumah kamu.Tapi aku perhatikan tampangnya sangat kesal bercampur khawatir.Setelah aku tanya, ternyata benar.Kalian sedang ada masalah.Tapi kak Reyhan tidak mau menceritakan masalahnya".


Jawab Mega sambil duduk disamping Dini, yang sudah duduk duluan di kursi di dalam kelas mereka.


"Sebenarnya"


Tiba-tiba omongan Dini terpotong melihat Sri yang lari ngos-ngosan menuju ke arahnya.Mega pun ikut bingung melihat Sri.


"Din, Apa benar kamu ada masalah dengan kak Shyela?"


"Haaahh, kenapa kamu bisa tau"?


Balas Dini, sama khawatirnya.


Begitu pun dengan Mega, dia terbelalak, mendengar pertanyaan Sri.


"Sebenarnya ada masalah apa antara mereka kemarin?"


Batin Mega.

__ADS_1


"Kemaren sore, kak Shyela menemuiku.Dia meminta aku menyampaikan pesan padamu Din.Dia minta kamu menjauhi kak Reyhan.Bahkan dia mengancam, akan datang ke sekolah, kalau kamu masih dekat sama kak Reyhan".


Sri menerangkan kepada Dini, semua yang di sampaikan sheyla padanya.


"Sri, kalau kamu bertemu lagi dengannya, tolong sampaikan ya, kalau aku tidak pernah ada hubungan apa pun dengan kak Reyhan.Kami hanya berteman bisa, tidak lebih dari itu.Tapi kalau dia ingin aku menjauhi kak Reyhan, bahkan sebelum dia suruh pun, aku sudah menjauhinya".


Balas Dini, sambil menghela nafas panjang.Berusaha meyakinkan dirinya, kalau dia mampu untuk menjauhi Reyhan.


"Ini tidak adil".


Teriak Mega kesal, sambil menepuk meja di depannya.


"Kenapa tidak adil Me"?


Balas Dini.


"Aku tau, kak Reyhan menyukaimu, aku juga tau, kalau sebenarnya kamu juga memiliki perasaan yang sama.Shyella terlalu egois disini.Dia tidak bisa memaksakan kehendaknya saja".


Jawab Mega sambil menatap wajah Dini.


Sementara Sri juga merasa bersalah.Walau bagaimana pun, dia tetap harus menyelesaikan pada Dini.Dia tidak ingin Shyela datang ke sekolah dan mempermalukan Dini nantinya.

__ADS_1


__ADS_2