
Bel pulang sekolah pun berbunyi.Mega dan Sri langsung bergegas meninggalkan ruang kelas.Mereka buru-buru berangkat menuju rumah Monic.Dari tadi Mega sudah chatingan dengan Monic.Monic juga sudah mengirimkan share location kepada Mega.Sehingga mereka bisa dengan mudah menemukan alamat rumah Monic.
"Me, gimana ya keadaan Dini sekarang?apa dia masih sedih ya, dengan kejadian tadi?"
Tiba-tiba Sri bertanya.
"Aku rasa dia udah baikan Sri.Tadi Monic chat aku.Aku juga berfikiran buat mempertemukan dia dengan kak Reyhan nanti".
Jawab Mega dengan tenang dan santai.
"Apaa?kamu mau mempertemukan mereka?"
Tanya Sri kaget.
"Iya! memangnya kenapa?"
Balas Mega balik bertanya.
"Bukannya apa-apa Me, tapi apakah nanti semuanya akan baik-baik saja?apa kita nggak bakalan bikin Dini jadi tambah sedih?"
Jawab Sri, menyampaikan pendapatnya.
"Nggak bakalan Sri, Monic bilang Dini akan berusaha membuka hatinya buat kak Reyhan."
Jawab Mega santai.Berusaha meyakinkan Sri.
__ADS_1
"Hmmm, ya udah terserah kamu aja Me.Mudah-mudahan semua akan baik-baik saja.!
Kata Sri pasrah.
Karena semua keputusan ada sama Dini.Dia hanya tidak mau kalau ide Mega dan Monic itu akan membuat Dini semakin sakit hati.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit, akhirnya mereka sampai di rumah Monic.
Mega memencet bel rumah Monic.Tidak lama kemudian, Monic muncul membukakan pintu.
"Eeehh, kalian udah sampai, ayoo masuk!"
Ajak Monic sambil berjalan menuju ke arah dapur.Mega dan Sri pun mengikutinya dari belakang.
Tanya Sri penasaran.
"Aku tinggal sama papa aja Sri, tapi sekarang papa lagi nggak di rumah.Jadinya aku sendirian di rumah.Makanya aku ajak Dini kesini."
Jawab Monic.
"Eehh Dini mana?"
Tanya Mega, yang dari tadi tidak melihat Dini.
"Tuh, Dini di dapur".
__ADS_1
Jawab Monic, sambil menunjuk Dini dengan bibirnya.
"Hei, kalian udah pada datang.Gimana tadi di sekolah?apa aku di tanyain Bu Sofi?"
Tanya Dini, sedikit khawatir.
Bu Sofi, adalah guru bahasa Inggris di sekolah mereka.Beliau termasuk guru yang juga sangat galak.Namun selama ini, Dini termasuk dalam daftar murid-murid yang paling dia sayang.Karena Dini adalah siswi berprestasi di sekolahnya.Jadi guru-guru pada sayang padanya.
"Tenang aja Din, semua sudah aku urus".
Jawab Mega sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
"Makasih ya, kalian memang sahabatku yang paling baik"
Jawab Dini.Dan mereka berempat berpelukan.
"Ya udah, pasti udah pada laper kan?yuuk kita makan dulu!"
Ajak Monic, sambil duduk di meja makan.
"Yeeey, makanan.Dari tadi udah laper tau."
Mega langsung duduk di meja makan lalu di ikuti Dini dan Sri.
Mereka berempat makan bersama dengan lahapnya, sambil bercerita.Lalu tertawa bersama.Memang persahabatan yang begitu erat.Sehingga rasanya bukan sahabat lagi.Tapi mereka sudah seperti saudara sendiri.Namun sayang, salah seorang dari mereka ada seorang pengkhianat.Yang sebenarnya punya rasa iri pada Dini.Dia berniat menghancurkan Dini.Namun sampai saat ini sandiwaranya masih berjalan dengan lancar.Sehingga tidak ada salah seorang pun diantara mereka yang mencurigainya.Dia punya rasa iri pada Dini, dan idia di manfaatkan Shyela, buat menjadi mata-mata.Dan semua info tentang Dini, akan dia kabarkan pada Shyela.
__ADS_1