
Sementara Dini, dia tidak menghiraukan Sri dan Monic yang dari tadi terus mengejar dan memanggilnya.Sampai di dalam kelas, Dini mengambil tasnya dan langsung pergi meninggalkan kelas.Ini kali pertamanya Dini berani cabut pada saat jam pelajaran.Padahal sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.
Sri tidak berani mengikuti Dini untuk cabut.Namun lain halnya dengan Monic, dia ikut mengambil tasnya dan langsung mengejar Dini.
Dini berniat untuk pulang ke rumahnya.Namun di saat Dini menunggu angkot untuk pulang, Monic pun datang menghampirinya.
"Din, kamu mau kemana"?
Tanya Monic sembari duduk di samping Dini.
"Aku mau pulang Mon".
Jawab Dini dengan mata masih berkaca-kaca.
"Apa sebaiknya kamu tidak pulang kerumah, dengan kondisi seperti ini? bisa-bisa kamu kena marah sama papa mu Din.Jika dia tau kamu bolos sekolah".
Monic memberi penjelasan yang memang ada benarnya juga.
"Terus aku mesti kemana Mon? tidak mungkin juga kita balik ke kelas.Pasti jam pelajaran sudah di mulai.
__ADS_1
Jawab Dini, yang ikut bingung.Sebaiknya dia harus kemana untuk menenangkan diri.
"Gini aja Din, sekarang kamu ikut kerumah aku aja, di rumah juga nggak ada orang kok.Kamu bisa nenangin diri di sana."
Monic memberi idenya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Monic.Di sepanjang perjalanan Dini hanya diam, tanpa bicara sepatah katapun.Monic juga mengerti dengan keadakan Dini saat ini.Jadi dia juga tidak mau bicara apa\-apa.
Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah Monic.
"Din, ayookk istirahat di kamar ku, aku akan buatkan minuman untuk mu".
Dini hanya menurut apa yang di katakan Monic.Dia langsung masuk ke dalam kamar dan langsung duduk di tepi tempat tidur Monic.Tapi fikirannya masih menerawang.Kejadian tadi masih berputar-putar di otaknya.Hingga linangan air mata tadi tidak bisa terbendung lagi.Tangisnya pecah di kamar Monic.Dia menangis sesenggukan, membayangkan kejadian tadi.Ada rasa sakit hati dan ada juga rasa malu yang menyelimuti nya.Rasa malu karena dia telah di permalukan di hadapan sahabat-sahabatnya.
Monic yang sedang membuat es teh di dapur, mendengar tangisan Dini.Dia bersegera menyelesaikan pekerjaannya dan langsung menghampiri Dini.Monic masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan berisi 2 gelas es teh dan sepiring cemilan yang ia ambil dari dalam kulkas tadi di dapur.
"Din, ayookk minum dulu, biar kamu agak tenangan".
Sambil memberikan segelas es teh buat Dini.
__ADS_1
Dini menerimanya dan langsung menghabiskan separuh dari isi gelas tersebut.
"Hhuuufff"
Dia menghela nafas panjang, agar dirinya bisa lebih tenang.
"Makasih ya Mon, sudah mau ada di samping aku, disaat keadakanku seperti ini".
Dini mulai bicara.
" Nggak masalah kok Din.Itu yang dinamakan sahabat.Selalu ada di saat sahabatnya susah".
Jawab Monic, sambil tersenyum dan menepuk bahu Dini.
"Lalu bagaimana jika kamu ikut kena marah, karena telah ikut-ikutan bolos sekolah"?
Tanya Dini lagi, sambil memikirkan bagaimana cara menghadapi guru BP besok di sekolah, kalau katahuan mereka bolos.
"Tenang Din, Sri yang mengatur semuanya, dia meminta izin pada guru, dengan alasan kamu tidak enak badan, dan aku mengantar mu pulang".
__ADS_1
Jawab Monic dengan santai, karena tadi dia sempat membuat siasat dengan Sri, agar dia dan Dini tidak ketahuan bolos.