Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 12


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Dini lanjut makan siang bersama keluarga nya.Tapi adik dan papanya tidak ikut.Karena adik Dini masih sekolah di MDA.Dia akan pulang nanti sore sekitaran jam 05.00.


Papanya juga seperti biasanya masih diluar.Belum pulang kerumah.Papan biasanya pulang selalu malam.Bahkan kadang\-kadang mereka juga jarang bertemu.Dan juga jarang berkomunikasi.



Selesai makan siang, Dini memilih tidur siang sejenak.Mengingat bertapa rindunya dia akan suasana rumah ini.Terutama kamarnya.Tempat biasanya Dini tidur bersama neneknya.


Saking nyamannya dia tidur benar\-benar nyenyak.Hingga tanpa dia sadari waktu sudah menjelang malam.


Dia terbangun mendengar suara adiknya yang baru pulang.Adiknya heboh sendiri mendengar kalau kakaknya sudah pulang.


Dia langsung masuk ke kamar Dini, dan memeluk nya erat.


Meski mereka selama ini sering bertengkar, tapi saat berpisah mereka saling kangen\-kangenan.


Mama dan nenek dini tersenyum sendiri melihat kelakuan ke dua orang anaknya itu.



Selesai kangen\-kangenan nya,Dini segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan bersih\-bersih.


Keluar dari kamar mandi, Dia merengek pada mamanya.

__ADS_1


"Ma, Dini kangen sekali dengan sambal Lado pake jengkol buatan mama".


Begitu rengeknya sambil memelas minta di bikinin sama mamanya.


" Ya udah, mama bikini buat makan malam ya".


Jawab mamanya.


"Horeee.... makasih mama..."


Teriaknya sambil memeluk mamanya.


Sambil menunggu jam makan malam.


"Din,apa kamu betah disana"?


Dini bingung mau jawab apa,karena sebenarnya dia tidak betah.


"Hmmm nek, sebenarnya Dini nggak betah. Apalagi kalau ada Bu Ani sama kak Lina.Dia selalu memojokkan Dini".


Dini menceritakan semuanya.Mama Dini juga ikut mendengarkan sembari memasak di dapur.Karena tempat mereka nonton pas di samping dapur.


Mendengar semua cerita Dini, nenek dan adiknya hanya terdiam.Sementara mamanya, meneteskan air mata dan segera menyekanya, agar Dini tidak melihatnya. Mamanya tidak mau anaknya semakin tidak betah disana.Dan sekolahnya jadi berantakan.

__ADS_1


"Ma, boleh nggak Dini tinggal disini aja"?


Pertanyaan yang membuat semuanya semakin terdiam haru.


Mama sebenarnya memang ingin Dini tetap tinggal disini.Tapi karena ini permintaan papanya.Di tambah lagi karena faktor ekonomi mereka.Apalagi kalau Dini berangkat sekolah dari sini, memakan banyak ongkos buat bolak-balik kesekolah.Sedangkan buat jajannya aja cuma 10ribu per Minggu.


"Nanti mama coba bicara lagi dengan papamu ya.Sekarang kita makan malam dulu.Katanya kamu mau makan ini"


Kata mamanya sambil membawa sambal kesukaan Dini, yang tadi dimintanya.


Mereka makan bersama.Dini makan sangat lahapnya, dan anak itu udah nambah sebanyak dua kali.Melihat Dini, mama dan neneknya sampai berlinangan air mata.


Makan malam pun berakhir.


Tiba-tiba adiknya berkata,


"kakak balik hari Senin aja biar bisa dua malam tidur disini".


"Kakak pengennya juga gitu dek.Tapi kakak bisa telat,kalau berangkat sekolah dari sini". Jawab Dini,sambil mengingat angkot kesekolah nya tidak beberapa.Bahkan kalau pagi itu, angkot banyak yang menuju kota.Membawa pedang yang membawa sayuran dari kampung ke kota.


Jadi besok Dini harus balik kerumah neneknya.Melewati hari-hari panjang dan melelahkan lagi.


Mereka berbincang-bincang sampai larut malam.Setelah itu semua pergi ke kamar masing-masing.Dini dengan neneknya.Dan mamanya dengan adiknya.

__ADS_1


Adiknya sampai saat ini masih tidur dengan mamanya.Karena dirumah mereka hanya ada Dua kamar.


__ADS_2