
Bel tanda masuk pun berbunyi, dan jam pelajaran juga sudah di mulai.Benar saja, Sri belum juga datang ke sekolah.Tidak ada kabar apapun tentang Sri.Terbesit tanya di fikiran Dini dan teman\-temannya.Apa Sri baik\-baik saja.Karena tidak biasanya dia tidak datang ke sekolah.Dari tadi mereka sudah berusaha menghubungi Sri.Tapi tidak ada satu pun jawaban yang mereka terima.
Disaat jam istirahat datang, mereka semua sepakat untuk datang ke rumah Sri, sepulang sekolah nanti.
"Me, udah coba hubungin Sri lagi?"
Tanya Dini masih khawatir.
"Udah Din, tapi nggak ada balasan, dari tadi dia juga tidak mengangkat telepon dari ku."
Jawab Mega.
"Ya udah, pulang sekolah nanti kita samperin ke rumahnya."
Balas Dini di ikuti anggukan Mega dan Monic.
Selesai jam istirahat, mereka melanjutkan perjalanan seperti biasanya.Sampai bel pulang pun berbunyi.Mereka bertiga langsung berangkat menuju ke rumah Sri.Tiba-tiba di tengah perjalanan Monic menghentikan langkahnya.Dia terbelalak melihat ke sebuah warung makan.
"Eehhh, bukankah itu Sri?"
Sambil menunjuk ke arah warung makan tersebut.
"Benar itu Sri, tapi sedang apa dia disana?dan dengan siapa dia?"
Jawab Mega yang juga ikut kaget melihat Sri yang tengah asyik ngobrol dengan seorang wanita di dalam warung makan tersebut.
__ADS_1
Mereka terlihat sangat dekat, dan sesekali terdengar suara tawa dari keduanya.
Mereka bertiga langsung menghampiri Sri di warung makan tersebut.Alangkah kagetnya mereka melihat wanita yang tengah asyik ngobrol dengan Sri tersebut.Wanita itu yang tidak lain adalah Shyela.
"Sriii, kamu?"
Dini sangat terkejut melihat pemandangan di depan matanya.
"Din!"
Sri meraih tangan Dini, namun Mega menghalanginya.
"Apa-apaan kamu Sri? ini yang kamu sebut sahabat? Dasar pengkhianat"
Monic pun menatap tajam ke arah Sri.Sementara Sri masih berusaha menjelaskan semuanya.Dia berusaha mengejar Dini.Namun Dini tidak menghiraukannya.Dari belakang Shyela datang menyusul Sri,
"Udah lah dek, biarkan saja mereka pergi!"
Shyela menepuk bahu Sri yang tengah menatap kepergian teman-temannya itu.
"Tapi kak, semua rencana kita bisa hancur.Dan mereka tidak akan mempercayai aku lagi."
Jawab Sri dengan raut wajah yang sangat kesal.Dalam fikirannya, kenapa Dini, Mega dan Monic tiba-tiba bisa sampai ada di sini, dan melihat semuanya.Rencananya untuk menghancurkan Dini bisa gagal.Dia terlihat sangat kesal.
"Sudahlah, kita punya cara lain untuk menghancurkan bocah ingusan itu."
__ADS_1
Jawab Sheyla dengan yakin dan santai.
Lalu mereka berbalik dan kembali ke dalam warung makan tersebut.Sementara Dini, masih tidak habis fikir dengan Sri.Dia masih tidak percaya, kenapa Sri bisa Setega itu mengkhianatinya.Padahal Sri adalah sahabat pertamanya di sekolah.Dia sudah sangat lama dekat dengan Sri.
"Dasar pengkhianat, katanya sahabat.Tapi apa yang telah dia perbuat?"
Mega masih sangat kesal melihat kejadian tadi.
"Sudahlah Me, ada baiknya kita tau sekarang.Sebelum semuanya terlambat.Sekarang kita kan sudah tau siapa dia sebenarnya.Jadi kita harus lebih hati-hati lagi dengannya."
Balas Monic, yang berusaha menenangkan Mega
"Aku tidak habis fikir, sebenarnya apa salahku padanya"?
Dini sangat kecewa dengan kebenaran yang baru saja dia lihat.
"Sudah lah Din, tidak usah memikirkannya lagi!"
Jawab Mega masih sangat kesal.
"Ya udah, sekarang kita mampir ke rumah aku aja yuk! Kebetulan aku di rumah sendirian."
Monic mengajak ke rumahnya.Dini melihat jam tangannya, yang saat itu menunjukkan pukul 13.15.Mereka memang pulang cepat hari ini.Karena hari ini adalah hari Jumat dan setiap hari Jumat mereka pulang pukul 12.00.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mampir ke rumah Monic yang tidak terlalu jauh dari rumah Sri.
__ADS_1