
Di belakang sekolah, pemandangan yang sangat asri.
Ada danau buatan yang di kelilingi pohon kelapa,menambah sejuknya mata.
Hanya untuk sekedar menenangkan diri sambil menikmati pemandangan yang indah,Dini memilih untuk duduk disini.
Jauh sekali berbeda dengan suasana di kota yang ramai dan banyak sekali polusi udara.
"aaaaaaa"
Teriak Dini memaki dirinya sendiri.
Kenapa semuanya bisa jadi seperti ini.
Dalam hatinya dia tak pernah memberi harapan sedikitpun pada Dani.Tapi kenapa dia berada di posisi orang yang paling jahat di pandangan Dani.
Sambil duduk di bawah pohon kelapa yang melindungi dirinya dari sengatan matahari yang cukup terik,Dini semakin terisak manangis.
Tidak lama kemudian Mega datang menghampirinya.
"Din,kamu tidak perlu merasa bersalah tentang semua ini.Dani tidak bisa memaksakan perasaannya padamu".
Mega berusaha menenangkan Dini,yang saat itu sangat kalut dengan perasaannya.
Sementara Dini hanya diam,tanpa bicara apa-apa.Dia hanya menatap ke arah danau sambil sesekali menoleh ke arah Mega,yang sudah duduk di sampingnya.
"Me,waktu istirahat sudah selesai.kamu mendingan kembali ke kelas".
__ADS_1
Terdengar suara serak dari mulut Dini.
"Nggak Din,aku akan menemanimu disini".
Jawab Mega tidak mau kembali ke kelas.
Mereka hanya saling diam duduk disana,dan berdebat dengan perasaan masing-masing.
Sementara di dalam kelas guru Bahasa Inggris sudah masuk.
Dia menanyakan Dini dan Mega yang tidak terlihat dalam kelas.
"Kenapa meja Dini dan Mega kosong,kemana mereka"
"Dini agak kurang sehat Bu,Mega mengantarkannya pulang ke rumah neneknya".
Guru itu memahami alasan yang di berikan Sri.Dan melanjutkan pelajaran sampai selesai.
Setelah jam pelajaran berakhir,Sri menarik tangan Dani yang kelihatannya mau langsung pulang.
"Tunggu Dan,kita harus bicara".
"Apaan lagi Sich Sri?"
Jawabnya ketus.
"Kamu harus menyelesaikan masalah mu dengan Dini".
__ADS_1
Jawab Sri tegas padanya, sehingga dia tidak bisa untuk menolak ajakan Sri lagi.
Sri menarik tangannya menuju dimana tempat Dini berada.Sesampai Disana Sri mengajak Mega untuk duduk menjauh dari mereka.Mereka membiarkan Dani menyelesaikan masalah yang sudah dia buat.
Dari kejauhan mereka melihat Dini dan Dani hanya saling Diam.
Itu membuat Mega semakin kesal.
Dia menggerutu sambil memainkan hp yang dia sembunyikan di kantong jaketnya.Karena kalau tidak disembunyikan seperti itu, bisa-bisa hp nya di sita oleh pihak sekolah.
Tidak beberapa lama terdengar suara dari arah tempat Dani dan Dini duduk.
"paaarrrr"
Satu tamparan keras mendarat di pipi Dani.
Sementara Dani dengan mata yang memerah sangat kesal memandang ke arah Dini.
Tatapan tajam penuh kemarahan dia tujukan pada wanita yang selama ini dia sukai.
Mega dan Sri sangat kaget melihat drama dua anak manusia itu.Sementara Itu Mega langsung berinisiatif untuk mengabarkan masalah ini pada Reyhan.
Dia tidak mau kalau Tiba-tiba Dani bisa membalas dan balik menyakiti Dini.Karena tadi dia melihat sendiri bagaimana Dani menarik tangan Dini sampai meninggal jejak merah.Dia mulai paham dengan sikap Dani yang temperamental.
"kak Reyhan,kakak buruan datang ke sekolah Me,Me tunggu di danau belakang sekolah.Dini dalam masalah kak"
Pesan itu langsung dia kirimkan pada Reyhan.
__ADS_1
Sementara Reyhan yang membaca pesan itu langsung bersigegas menuju tempat yang telah di beri tahu Mega.