Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 15


__ADS_3

Setelah masalah percintaan yang sangat rumit selesai, akhirnya mereka berteman seperti biasanya lagi.Dini dan Sri sudah tidak canggung lagi.Mereka malah jadi semakin dekat.Begitu juga dengan Dani dan Yogi, mereka tidak bersikap dingin\-dinginan lagi.


"Sri,aku mau curhat".


Dini bicara pada Sri dengan raut wajah memerah.


Sri yang mendengarkan langsung antusias, apa yg mau diceritakan Dini.


"Apa dia sedang jatuh cinta? tapi tadi jelas-jelas dia menolak kedua laki-laki ganteng itu.Lalu sekarang apa?"


Gumam Sri sendiri dalam hatinya sambil bertanya-tanya.sebenarnya apa curhatan sahabatnya itu.


"Apa Din?


Kamu boleh curhat apapun yang kamu mau".


Balas Sri yang sangat penasaran.


"Sri, kemaren waktu pulang sekolah, kamu kan ninggalin aku."


Sambil mengingat waktu Sri tiba-tiba meninggalkan nya dan pulang sendirian.


"Iya aku tau, aku minta maaf ya, tidak seharusnya aku ninggalin kamu.Aku hanya merasa kecewa waktu itu".


Sri minta maaf dan merasa bersalah pada Dini.

__ADS_1


"Udah aku nggak apa-apa kok, malahan aku berterima kasih".


Ungkapnya yang membuat Sri semakin heran.


" Kenapa malah berterimakasih"?


padahal aku ninggalin dia.Tapi malah dia berterima kasih.Ada apa Sich dengannya, apa dia baik-baik aja?"


Gumam Sri dalam hatinya.


" Iya, pas kamu tinggalin aku, aku terpaksa pulang sendiri.Waktu itu kan aku pulang ke rumah mama.Jadi aku nunggu angkot di depan supermarket depan.Waktu aku nunggu angkot, aku bertemu pangeran ganteng. Namanya kak Reyhan.Dia itu keren sekali Sri, mirip sama artis idolaku".


Ujar Dini sambil memegang kedua pipinya dan tersenyum.Wajahnya juga langsung merah merona.


"Apaaa"


Sampai-sampai membuat Dini yang tengah melamun jadi kaget.


"Apaa-apaan sich Sri ,nanti semua pada dengar".


Jawab Dini kesal.


"Maaf Din, aku hanya kaget.Kamu jatuh cinta ya? Aku jadi penasaran seperti apa kak Reyhan itu".


Sri memikirkan, seperti apa kak Reyhan itu,sudah bisa membuat Dini jatuh hati. Sedangkan Dani dan yogi yang udah keren, masih aja dia tolak.

__ADS_1


"Nanti kapan-kapan aku kenalin ya.Aku ketemu juga baru sekali"


Ucapnya pada Sri.


Setelah lama bercerita, bel masuk pun berbunyi.Mereka kembali duduk seperti biasanya.


Dini yang masih membayangkan wajah Reyhan, senyum-senyum sendiri.


Guru pun masuk kelas dan mereka kembali belajar seperti biasanya.Hingga jam pelajaran pun selesai dan waktunya pulang.Dini dan Sri pulang bersama seperti sebelumnya.


"Din, aku penasaran dengan kak Reyhan itu, bagaimana kalau kita duduk di supermarket sebentar.Siapa tau dia ada disana kan?hehehe".


Pinta Sri dengan ide anehnya.


"Iya juga ya, siapa tau kak Reyhan ada disana ya".


Balas Dini, menjawab ide konyol sri.


Mungkin Dini sudah mulai merasakan jatuh cinta.Sebenarnya untuk usianya masih sangat kecil untuk jatuh cinta.Ataukah ini hanya perasaan kagum.Hanya Dini yang tau.


Satu jam sudah mereka duduk di depan supermarket.Tapi kak Reyhan belum juga terlihat, dan mereka memutuskan untuk segera pulang.Melihat hari sudah hampir sore, Dini juga takut nanti dimarahin neneknya.



Sesampainya dirumah nenek Dini, Sri berpamitan langsung pulang.Dan Dini langsung masuk rumah, lalu mandi.Dia sangat kegerahan, karena cuaca cukup panas.Apalagi dia mesti berjalan kaki untuk pulang.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Dini langsung makan siang.Hari ini neneknya tidak masak.


Karena sambal yang di bawa Dini kemaren masih banyak.Hanya perlu di panaskan.


__ADS_2