Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 17


__ADS_3

Pagi ini Dini bangun dengan mata yang sedikit bengkak, karena menangis semalaman.Dia langsung mengambil handuk dan segera berlari ke kamar mandi.Hari ini dia bangun sedikit kesiangan, karena entah jam berapa dia tidur semalam.Gara\-gara masalah bekal yang kelupaan.Jadi dia harus buru\-buru mandi dan harus buru\-buru berangkat ke sekolah.


Sri juga sudah menunggunya sejak tadi.Selesai mandi dan ganti baju dia cepat\-cepat memakai sepatunya dan segera pamit pada neneknya.Walaupun masih sedikit kesal dengan masalah semalam, tapi dia tetep harus pamit.Dari pada timbul masalah baru lagi.


Saaat pamit nenek memberikan bekalnya.Namun Dini menolaknya karena dia sudah berjanji dalam hatinya semalam.Nenek juga menyuruhnya untuk sarapan.Tapi dia juga tidak mau.Karena dia takut telat datang kesekolah.Bisa\-bisa dia dan Sri akan sama\-sama di hukum nanti.


Dini langsung berangkat.Dia dan Sri berjalan tergesa\-gesa agar cepat sampai di sekolahnya..untung saja pas dia sampai, bel masuk pun berbunyi.Untungnya mereka tidak terlambat.


Jam pelajaran pertama pun sudah masuk. Mereka semua belajar dengan baik.Hingga jam pertama selesai dan saatnya istirahat.


Di jam istirahat Dini dan Sri jajan di kantin sekolah.Karena tadi tidak sempat sarapan, Dini merasa perutnya sangat lapar.Makanya mereka langsung kekantin.


Ibuk penjaga kantin sangat baik pada Dini.

__ADS_1


Mungkin karena beliau hidup sebatang kara, dengan umur yang sudah sekitaran 65 tahun. Mungkin beliau merindukan sosok anaknya.Yang menurut ceritanya anaknya itu merantau jauh dan sudah lama tidak pulang kerumah.Dini juga menyayangi penjaga kantin itu, karena dia merasa udah sama seperti neneknya di rumah.


Saat jam istirahat datang, biasanya ibuk penjaga kantin itu kewalahan sendiri.Dini lah yang sering membantu beliau.Setelah selesai jajan, mereka balik ke kelas nya.


"Din, kamu udah bikin PR matematika belum?"


Tanya Sri.


"Astagaaa aaaa....aku lupa Sri, gimana doonk?"


Dia kelupaan mengerjakan PR nya, gara-gara masalah semalam.Dini kalang kabut mau mengerjakannya sebelum waktu istirahat habis.Dia tidak bisa membayangkan, bagaimana menghadapi guru matematika yang super galak.Dia juga takut, karena selama ini nilainya selalu baik di semua mata pelajaran dan ini baru pertama kalinya dia tidak mengerjakan tugas.


Tapi apa boleh buat, belum sempat mengeluarkan alat tempurnya, bel pun berbunyi dan diiringi langkah guru matematika itu masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Ibuk guru langsung meminta mereka semua mengumpulkan tugas mereka.Dan tugas mereka semua sudah tersusun di meja guru.Hanya tugas Dini yang tidak ada.


Setelah selesai memeriksa semuanya, ibuk guru itu membagikan lagi buku-buku mereka, dan bertanya.


"Di kelas ini murid semuanya 30 orang.Tapi kenapa tugasnya cuma 29.Siapa yg tidak membuat, tunjuk tangan sekarang.Ibuk sudah tau orangnya.Tapi lebih baik sportif tunjuk tangan.Dari pada ibuk yang menyebutkan".


Dini sangat ketakutan melihat wajah gurunya itu saat marah.Tapi apa boleh buat.Kalau dia nggak ngaku, toh nanti juga bakalan ketahuan juga.Dengan pelan\-pelan sambil menunduk, dia mengangkat tangannya.


" Dini,kenapa kamu yang tunjuk tangan, jelas-jelas kamu ada bikin tugas.Kamu jangan main-main ya.Ibuk ngak main-main sekarang".


Dini kaget, kenapa gurunya ngomong begitu, jelas\-jelas dia memang tidak membuat tugas.


Mohon dukungan nya ya para pembaca kuπŸ™Minta voute, like dan komen nya ya.Biar author jadi semangat buat nerusin novelnya.

__ADS_1


Terima kasih 😊😊😊


__ADS_2