Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 21


__ADS_3

Dini merasa sungguh tidak tahan dengan keadakan disini.Dia ingin berada di rumahnya saja.Walaupun dia juga sering bertengkar dengan adiknya dan mamanya juga sering ngomel ditambah lagi dengan papanya, yang orangnya super cuek.Kalau sekali\-kali ngomong itu kata\-kata yang keluar memang pedas.Tapi dia lebih merasa bahagia disana, berkumpul dengan keluarganya.



Dini mencoba terus bertahan dengan kondisi seperti ini, selama empat bulan.


Empat bulan itu merupakan hari-hari yang sangat sulit baginya.


Sampai akhirnya dia memohon dengan menangis dan segukan dihadapan papa dan mamanya.Dia memohon untuk tetap tinggal di rumah bersama keluarganya.


Papanya pun menyetujui nya.Tentu dengan persyaratan lagi.


"Kamu boleh pergi sekolah dari sini.


tapi, kamu bayar sendiri ongkos mu dengan uang jajan mu sendiri.


papa tidak bisa menambah uang jajan mu".


Kata papanya dengan tegas.Dan tidak bisa di bantah.

__ADS_1


Dini yang sedang menangis, memandang papanya.


"Apa benar aku anak kandung mu pa?


kenapa papa Setega ini pada ku?


Gumamnya dalam hati, sambil menyeka air matanya yang dari tadi tidak bisa berhenti mengalir.


Mamanya juga tidak bisa berbuat apa-apa Karena keputusan yang di buat oleh papanya, harus di jalani dan tidak bisa di bantah.


"Baik pa, aku ngaak apa-apa kalau tidak mendapat jajan.Tapi aku mau tinggal disini!"


"Baiklah kalau kamu setuju.Kamu juga harus bangun pagi-pagi sekali.Karena angkot ke sekolah mu itu tidak banyak dan jamnya lewat disini pun sangat pagi.Kalau sampai kamu bangun kesiangan kamu akan terlambat sampai disekolah mu nanti."


Dini menyanggupi persyaratan dari papanya karena itu memang jalan satu\-satunya untuk dia tetap bisa tinggal disini.



Seetelah menyelesaikan pembicaraan mereka, papanya pun langsung berangkat untuk bekerja.Sekarang papanya sudah tidak jadi tukang ojek lagi.Papanya sudah mendapat sebuah pekerjaan yang lebih baik di counter hp milik teman dari papanya itu.

__ADS_1


Seperti nya kehidupan keluarganya sedikit lebih baik.Meski mamanya tetap harus bekerja.Untuk memenuhi kebutuhan sehari\-hari.Di ibaratkan memang selama ini mamanya yang menjadi tulang punggung keluarga.Penghasilan yang di dapat papanya selama jadi tukang ojek hanya bisa memenuhi kebutuhan papanya sendiri dan sebagiannya di sisihkan untuk membayar cicilan motor yang masih kredit.



Sekarang saat sudah bekerja di counter hp tersebut, sedikit\-sedikit papanya sudah bisa membuat keperluan di rumah.Meski mayoritas mamanya lah yang berusaha memenuhi semuanya.


Di dalam hatinya Dini hanya bisa bergumam sendiri.


"Kenapa mama bisa sekuat itu?"


Mamanya memang sosok wanita pekerja keras dan tidak pernah mengeluh dengan situasi apapun.


Dini mungkin anak yang masih polos dengan pola fikirnya.Bahkan semua kejadian yang dia alami selama di rumah neneknya dia ceritakan semua sama mamanya.Tidak terkecuali tentang semua kejadian di sekolahnya.Termasuk tentang Sri, sahabatnya.


juga tentang Dani, Yogi dan Reyhan.


Sekaligus menurutnya mamanya itu adalah pendengar yang baik.


"Din, mama nggak mau mengekang kamu.Kamu sudah beranjak remaja.Mama juga nggak akan melarang kamu dekat dengan siapapun.Asalkan kamu bisa menjaga dirimu baik-baik.Dan kamu juga harus menceritakan semuanya pada mama.Jangan sampai ada yang kamu sembunyikan".

__ADS_1


Begitu pesan yang di tegaskan mamanya padanya.Mamanya tidak mau mengekang anaknya ituTapi dia harus tau apa yang terjadi pada anaknya.Mungkin dengan cara itu mamanya tau semua tentang anaknya.


__ADS_2