Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 31


__ADS_3

Sri dan Mega langsung berlari ke arah Dani dan Dini.


Karena mereka melihat penyakit tempramen Dani sudah mulai kambuh.


Dia mendorong Dini sampai terjatuh ke tanah.


Mega dan Sri langsung meraih tangan Dini membantunya berdiri.


"Dani,apa kamu sudah Gila"?


Teriak Mega kesal pada kelakuan laki-laki di hadapannya itu.


"Aku mencintaimu,tapi tidak pernah kau hiraukan".


Teriak Dani lebih keras dari teriakan Mega tadi.Dan itu dia tujukan untuk Dini.


"Yaaaa benar,aku tidak pernah mencintaimu.Dulu bahkan Aku mau bersahabat dengan mu,tapi sekarang untuk melihat mu saja aku sudah jijik"


Teriak Dini tidak mau kalah.Dia meluapkan kekesalannya pada Dani.


"Kau laki-laki egois,yang hanya bisa memaksakan egomu.Kau tidak mencintaiku,tapi hanya opsesi yang tidak bisa kau kendalikan"


Dini yang terus berteriak mengeluarkan semua kekesalannya.


Sementara Dani,matanya semakin memerah seperti tidak terima dengan ucapan Dini.Tanpa dia sadari tangannya mulai melayang ke arah wajah Dini yang berlumuran air mata.


"Wooooiiii"


Tiba-tiba terdengar hardikkan keras,yang membuat tangan yang mulai melayang tadi,tertahan tidak mengenai wajah Dini.

__ADS_1


Ternyata Reyhan yang langsung menangkis tangan Dani.


Wajahnya menatap Dani dengan penuh kemarahan,dia tak sekalipun menoleh ke arah Dini dan yang lainnya.Mega juga sangat ketakutan melihat ekspresi wajah Reyhan.Karena ini baru pertama kali dia melihat Reyhan SE marah itu.


Sementara Dani langsung ketakutan dan hanya menunduk di hadapan Reyhan.


"Hei bocah ingusan,kamu mungkin bukan lawan yang sebanding dengan ku.Aku tidak akan mengotori tangan ku hanya untuk melawan bocah ingusan sepertimu.Tapi sekali lagi kamu melakukan ini pada Dini atau pun yang lainnya,aku tidak akan tinggal Diam.


Apa kau mengerti"?


Teriakan Reyhan,yang membuat semuanya terdiam.Sementara Dani hanya mengangguk Tidak menunjukkan perlawanan.


Reyhan mendorong tubuh Dani dan menyuruhnya langsung pulang.Karena dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya lagi,kalau Dani tetep berada disana.


"Huuuufff"


Dia melirik ke arah Dini dan tersenyum,sambil menyaka air mata yang menggenang di pipi Dini.


"waaaawwww kak Reyhan itu keren sekali"


Kata Sri yang terkagum-kagum melihat Reyhan.


"Ya jelas donk keren,kan kakak ku".


Jawab Mega yang tidak mau kalah menyombongkan diri,karena dia adik sepupu Reyhan.


Sementara Dini hanya terdiam.


"Baru kali ini aku mengalami kenaikan jadian seperti ini.Dan kak Reyhan memang keren sekali"

__ADS_1


Gumamnya dalam hati sambil terus menatap wajah Reyhan yang dari tadi menghapus air matanya.


Reyhan mengambil tangan Dini dan mengajaknya duduk,Mega dan Sri pun ikut Duduk.


"Din, Sekarang kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi".


Pinta Reyhan pada Dini.


Sementara Dini masih terus terdiam, masih syok dengan kejadian yang dia alami.


Mega langsung mengambil keputusan untuk menceritakan semuanya pada Reyhan.


Reyhan yang mendengar penjelasan dari Mega hanya diam dan sesekali mengepalkan tangannya,karena geram mendengar semuanya.Tapi dia tutupi dengan senyuman kecil di bibirnya.


"Ya udah, sekarang kita pulang"


Ajak Reyhan yang sudah berdiri dan mengambil tangan Dini.


Dini mendongak dan langsung berdiri,sambil terus menatap wajah Reyhan.Dia masih tidak habis fikir dengan kejadian tadi.


"Yaudah Din,kamu pulang sama kak Reyhan aja.kami yang jomblo-jomblo sejati ini masih mau disini.Iya kan Sri"?


Kata Mega sambil tertawa berusaha mencairkan suasana.


"hehehe iya Din,aku sama Mega masih mau Disini.Siapa tau ada pangeran berkuda kami yang akan datang".


Jawab Sri sambil merangkul pundak Mega.


Akhirnya Dini di antar pulang oleh Reyhan.

__ADS_1


__ADS_2