
Hari ini jam sekolah sudah berakhir.Dua orang sahabat itu sudah berjalan bersama\-sama untuk pulang.Tapi sebelum pulang tadi, Dini melihat Sri bicara dengan Yogi.Tapi dia tidak menghiraukan karena dia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun.Kalau sampai, benar\-benar Sri menjodohkan nya, entah apa yang akan dia jawab,Begitu dalam fikiran nya.
Di jalan Sri hanya senyum\-senyum sendiri.Mungkin memikirkan ide\-ide tentang rencana bodohnya itu.Dini terlihat kesal tapi hanya bisa pasrah, dan seringai tipis di bibirnya,melihat sahabatnya itu.
"Sri tadi kamu bicara apa dengan Yogi?'
Tanya Dini yang sedikit penasaran.
"Rahasia".
Jawaban Sri makin mengesalkan.
"Kok anak ini bisa ngeselin kayak gini ya?tapi terserah dia lah, toh ternyata Yogi juga belum tentu suka sama ku".
Gumamnya dalam hati.
Sekian lama berjalan sampai juga di rumah nenek Dini.
"Sri mampir dulu yuukk"
Ajak Dini sambil menoleh ke arah Sri.
__ADS_1
"Nfgak udah Din, aku mau langsung pulang,masih mau ngatur strategi hehehe"
langsung berlari dengan jurus kaki seribu meninggalkan Dini.
"Anak itu kenapa sih aneh banget.Jangan sampai dia punya rencana yang macam-macam
Aku juga bodoh Sich, kenapa tadi juga mengiakan kegilaannya?padahal agar dia nggak cemburu padaku, tapi malah jadi gini".
Dini bergumam sendiri sambil menuju kamarnya.
Sekarang di kamar itu dia sudah sendiri.Karena Bu Ani dan Lina nginap di rumah mertua bu Ani.Karena Bu Ani harus menjaga mertuanya yang sakit.Jadi Dini agak sedikit lega, karena tidak harus menjadi kambing hitam lagi dari kesalahan Lina.
Di kamar Dini langsung menghempaskan tubuh kecilnya di tempat tidur sambil memandang langit-langit kamarnya.
Desahan panjang dari mulutnya.
Apa semua akan baik-baik saja?kalau Yogi juga suka padanya dia harus gimana?padahal dia sama sekali tidak menyukai Yogi.Dia hanya menganggapnya teman biasa.Tidak lebih dari itu.Disisi lain ada sedikit perasaan aneh kepada Dani.
Membayangkan wajah dani membuat hatinya berdebar.Tapi lekas dia tepis dan langsung meyakinkan diri bahwa Dani itu adalah laki-laki yang di taksir sahabatnya.
"Udah Din, buang semua pemikiran itu.Mending semangat karena besok akhir pekan.Kamu akan pulang".
__ADS_1
Gumamnya dalam hati.
Dini menyiapkan beberapa baju di dalam tasnya.Karena selepas pulang sekolah besok dia akan langsung pulang kerumahnya.Dengan begitu semangat dia bangun dari tempat tidur dan segera meraih handuk, ingin mandi.Tubuhnya terasa gerah karena tadi cuaca lumayan panas
Apalagi dia pulang dengan berjalan kaki.Jadi semua badannya terasa lengket.Dia langsung berlari ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
"huuuhhh segaaar".
Gumamnya di kamar mandi.
Selesai mandi, dia mencuci pakaian sekolahnya.Agar bisa cepat kering dan hari Minggu dia bisa balik kesini agak sorean. Karena semua perlengkapan nya buat hari Senin sudah beres.Masih asyik mencuci, terdengar neneknya memanggil.
"Din, kamu nggak mau makan siang?mau nyari penyakit?"
Suara kesal neneknya.
"Iya nek, Dini selesaiin nyuci dulu".
Jawabnya pelan sambil terus mencuci bajunya.
Tapi tetap saja dia sedih mendengar kata\-kata perhatian tapi di bumbui dengan rasa tidak suka.Namun kesedihan itu cepat dia tepis dari kepalanya.Dia buru\-buru menyelesaikan kerjaannya, agar tidak keluar lagi kata\-kata mematikan dari neneknya.
__ADS_1
Setelah selesai mencuci, dia segera menjemurkan pakaiannya.Dan langsung menuju ruang makan, untuk makan siang.
Dini makan siang sambil di temanin neneknya.