Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 14


__ADS_3

Pagi pun sudah datang.Dini mulai bersiap\-siap untuk berangkat kesekolah.


Tapi saat melirik ke depan rumah, Dia tidak melihat Sri, yang biasanya udah nangkring di depan rumah sambil nungguin Dini.Tapi udah jam segini batang hidungnya masih belum kelihatan juga.


"Kalau aku nungguin dia terus, bisa-bisa aku telat dan di hukum".


Gumamnya dalam hati.


Setelah berpamitan kepada neneknya, Dini langsung berangkat sendiri.Sepanjang perjalanan dia hanya menerka-nerka apa yang terjadi kepada sahabatnya itu.


"Apa dia marah padaku ya? padahal aku kan nggak menerima Dani, tapi kenapa dia harus marah padaku ya"?


Lagi-lagi dia bergumam sendiri.


Sampai akhirnya dia sampai di sekolah dan langsung masuk ke kelasnya.Dia melihat Sri, sudah ada di kelas.Saat dia menghampiri Sri, namun Sri malah menghindar.


"Ada apa dengan dia Sich?kenapa malah marah sama aku?"


Umpatnya sangat kesal.Melihat tingkah sahabatnya itu.


Yogi langsung menghampiri Dini, melihat raut wajah Dini yang terlihat sangat kesal.Yogi pun bertanya.


"Din, kamu kenapa?"


"Gi, aku sebel banget sama Sri.Dia naksir sama Dani, tapi Dani malah nembak aku.Sri malah marah padaku.Padahal aku nggak Nerima Dani kok.Tapi kenapa dia menjauhi ku?"


Dini memberikan penjelasan kepada Yogi.Sambil mengepalkan tangannya dan terlihat sangat kesal sekali.

__ADS_1


"Hahaha, ternyata Dani juga suka padamu? Pantesan dia juga bersikap dingin padaku, sejak tadi pagi".


"Kenapa Sich kedua orang ini?"


Umpat Dini sangat kesal.


Bel masuk pun berbunyi.Sri tetap duduk di samping Dini, walaupun mukanya tidak seenak biasanya.Mereka saling membisu.Dini hanya bicara sama Yogi yang duduk di depannya.


Saat jam istirahat datang,


Dini menghalangi Sri yang mau bergegas keluar kelas.


"Sri, tunggu dulu.Aku mau bicara sama kamu, Dani dan Yogi".


Sri menyurutkan langkahnya.Sekarang mereka berempat sudah berhadap\-hadapan.


Dini mulai berbicara,


Dini bicara panjang lebar.Tapi yang lain hanya diam mendengarkan penjelasan dini. Sementara Yogi, terus tersenyum sendiri.


"Ada apa dengan kalian, kenapa hanya diam"


Teriak Dini kesal kepada Sri dan Dani.


"Sri, maafkan aku.Mungkin kata-kata ku kemarin membuat kamu sedih.Tapi benar yang dikatakan Dini, lebih baik kita menjadi sahabat".


Dani bicara sambil menatap Sri.

__ADS_1


"Dan kamu Din,"


Lalu menolehkan pandangannya pada Dini.


"Haaahh aku lagi, kenapa lagi sich?"


Gumam Dini dalam hatinya.


"Kamu bisa meminta kita jadi sahabat.Kamu boleh menolak ku seperti kemaren.Tapi kamu nggak punya hak untuk melarang orang mencintaimu.Aku punya perasaan ku sendiri dan hanya aku yang tau."


"Dan Sri, aku akan berusaha membuka hati untukmu.Tapi aku tidak bisa secepatnya.Jadi tolong beri aku waktu untuk berusaha".


Dani berusaha agar semuanya bisa mengerti dengan perasaannya.


"Din, maafkan aku sebenarnya aku tidak marah padamu.Aku hanya merasa kecewa.Karena Dani malah menyukaimu.Atau apa mungkin ini perasaan iri.Kenapa Dani dan Yogi bisa menyukaimu.Sementara aku tak ada satupun."


Sri bicara sambil menangis.


"Udah...udah... apa-apaan Sich kalian, galau-galauan hanya karena cinta.Mending Sekarang saling berfikir aja.Biar waktu yang menjawab bagaimana kedepannya.Kita tinggal jalanin aja".


Yogi berkata dengan bijaknya.


Biasanya dia anak yang slengehan, dan nggak mungkin sebijak ini.


"Atau mungkin suatu saat nanti, Dini akan jadian dengan ku, hahahah"


Ungkapnya lagi sambil tertawa.

__ADS_1


Tapi sebenarnya dia hanya ingin mencairkan suasana yang dari tadi cukup tegang.


Akhirnya semuanya hanya tersenyum dengan pikiran masing-masing di kepala mereka.


__ADS_2