Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 37


__ADS_3

 


Pagi ini, Dini berangkat ke sekolah seperti biasanya.Sudah seminggu berlalu, dia tidak sekalipun bertemu dan melihat Reyhan.Ingin bertanya pada Mega, namun dia masih ragu untuk menanyakannya.Dini memilih diam, dan berusaha menerka\-nerka sendiri.Tentang Reyhan yang tak pernah ada kabar lagi.Tanpa dia sadari, dalam hatinya ada perasaan rindu yang tidak bisa dia sembunyikan.


Dini sedang melamun sendirian di kursinya.Tiba-tiba Monic datang menyapa sambil menepuk pundaknya.


"Hai Din, lagi mikirin apaan?"


Tanya Monic, sambil mengerinyitkan dahinya.


"Hahaha, nggak kok Mon."


Jawab Dini kaget.


Lalu Monic langsung duduk disamping Dini.


"Din, teman-teman pada kemana, apa mereka belum datang?"


Tanya Monic lagi, sambil melihat sekeliling kelas, mencari Mega dan Sri.


"Hmmm, mereka belum datang, nggak biasa-biasanya mereka telat datang ke sekolah".


Jawab Dini, yang juga bingung kenapa Mega dan Sri belum terlihat.


Namun tidak beberapa lama,Sri datang sambil ngos-ngosan.


"Din Diniiii"!


Teriak Sri sambil berlari menghampiri Dini dan Monic.


"Ada apa Sri, kenapa lari-larian kayak gitu?"


Tanya Dini agak sedikit khawatir dengan tingkah Sri.

__ADS_1


"Din, di belakang sekolah ada Sheila,dia datang kesini mau bertemu dengan kamu, aku sudah berusaha mencegahnya, namun dia tetap ngotot mau ketemu kamu.


Jawab Sri yang masih ngos-ngosan.


"Haaaach, Shyela?"


Dini sontak kaget, mendengar perkataan Sri.


"Ada apa dia mau bertemu dengan ku, sedangkan aku, sudah seminggu tidak bertemu dengan kak Reyhan."


Tanya Dini pada Sri.


"Aku juga tidak tau Din".


Balas Sri, sambil duduk di depan Dini dan Monic.


"Din, mending kita nunggu Mega dulu, siapa tau Mega tau maksud kedatangan Shyela kan".


Kata Monic memberi ide.


Timpal Sri.


Dini, yang sudah berdiri, hendak menemui Sheyla, kembali duduk.Mengikuti saran kedua temannya.Tidak beberapa lama, Mega pun datang.


"Itu Mega"


Sri menunjuk ke arah Mega, yang berada di depan pintu kelas.


"Ada apa, kalian nungguin aku?jadi terharu, hehehe"


Jawab Mega.


"Me, apa kamu tau kenapa Shyela nyariin aku sampai ke sekolah?"

__ADS_1


Dini langsung bertanya pada Mega.


"Apa, dia sampai kesini nyariin kamu?"


Mega, langsung kaget dan balik bertanya pada Dini.


"Iya Me, sekarang dia ada di belakang sekolah".


"Balas Sri".


"Emang nggak mau menyerah ya tu orang"


Jawab Mega kesal.


"Kamu tau sesuatu Me?"


Tanya Dini lagi.


"Yang aku tau, kak Reyhan mutusin dia, dan dia nggak terima.Sampai dia nangis-nangis sama mamanya kak Reyhan.Tapi mama kak Reyhan, nggak mau menanggapinya".


Maga memberi tahukan apa yang dia tau kepada teman-temannya.


"Tapi kenapa dia cari aku, aku kan tidak ada hubungan apa-apa dengan kak Reyhan.Bahkan udah seminggu aku tidak bertemu dengan kak Reyhan".


Dini kembali bertanya, dan membuat semua teman-temannya pun kebingungan.


"Udah Din, mending kamu temuin dia, biar semua cepat selesai, kami akan menemanimu"


Ucap Monic, sambil menepuk bahu Dini.


"Baiklah, jika itu bisa membuatnya puas, aku akan menemuinya".


Jawab Dini sambil berdiri dari duduknya dan melangkah keluar kelas.

__ADS_1


Monic,Sri, dan Mega mengikuti langkahnya menuju ke belakang sekolah.Dini dengan perasaan yang berdebar-debar berusaha untuk tenang.Dia tidak ingin melihatkan kelemahannya dihadapan Shyela nantinya.


 


__ADS_2