Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 38


__ADS_3

Dari kejauhan Dini melihat Shyela yang dari tadi menunggunya, dengan raut wajah tidak bersahabat.Dini berjalan menghampiri Shyela yang duduk di atas motor.Melihat kedatangan Dini, Sheyla langsung turun dari motornya.


"plaak"


Satu tamparan keras di pipi Dini.


Mega, Sri, dan Monic langsung berlari menghampiri Dini.Sementara Dini hanya diam terpaku menatap Shyela dengan mata berkaca-kaca sambil memegang pipinya yang memerah berkat tamparan Sheyla.


"Dasar bocah ingusan, berani-beraninya merebut Reyhan dariku"


Satu kata-kata pedas yang dia lemparan kepada Dini.Tapi Dini masih tetap terdiam sambil terus menatap wajah Shyela.


"Apa-apaan Sich kak, kenapa sampai menampar Dini segala?"


Protes Mega, tidak terima dengan perlakuan Shyela terhadap sahabatnya itu.


"Kamu juga, bocah ingusan tidak usah ikut campur".


Jawab Shyela.


"Apa, aku tidak boleh ikut campur?kak Reyhan itu kakak ku, dan Dini ini sahabat ku.Aku akan memberi tahukan kejadian ini pada kak Reyhan"

__ADS_1


Balas Mega, berteriak kepada Shyela.Sambil mengambil handphone di saku bajunya.Dan langsung menelfon Reyhan.Namun Sheyla tidak memperdulikannya.Dia terus memaki Dini.


"Aku tidak pernah merebut Reyhan dari kamu, aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya".


Tiba-tiba Dini berteriak dan membuat Shyela terdiam.Tak disangka Reyhan pun mendengar semua perkataan Dini.


Sehabis menerima telepon dari Mega tadi, dia langsung bersigegas menuju ke sekolahan Dini.Sesampainya dia disana, dia langsung mendengar perkataan Dini, dan membuatnya hancur.


"Apa itu yang sebenar-benarnya isi hatimu?"


Batin Reyhan.


"Plaak"


"Hentikan Shyela!"


Reyhan langsung berlari dan memeluk Dini.


"kamu membela dia Rey?"


Balas Sheyla tidak bisa membendung air matanya.Hingga butiran mutiara bening itu jatuh di pipinya.

__ADS_1


"Ya, aku mencintainya.Kamu harus berhenti berharap untuk hubungan kita.Karena tanpa restu orang tua semua akan sia-sia".


Jawaban Reyhan membuat semuanya terdiam.


Sementara Dini,


"Lepaskan aku Kak!"


Dini melepaskan pelukan Reyhan dan mendorong tubuh Reyhan.


"Aku tidak ada perasaan apa-apa sama kak Reyhan.Jadi jangan bawa-bawa aku kedalam masalah kalian.Aku tidak mau terlibat dalam masalah kalian."


Sambil berlari ke dalam kelas, Dini tidak menoleh ke arah Reyhan maupun Shyela.Dalam hatinya dia berusaha menutupi perasaannya terhadap Reyhan.Kalau sebenarnya dia juga ada perasaan yang berbeda terhadap Reyhan.Monic dan Sri ikut berlari mengejar Dini.Sementara Mega tetap berdiri di posisinya.Dia tidak habis fikir, bagaimana bisa Shyela melakukan semua itu.


"Shyela, mulai sekarang tolong jangan ganggu Dini, dan tolong jangan ganggu aku.Hubungan kita sudah berakhir.Dan kamu tidak perlu lagi berusaha untuk menyakiti Dini.Karena aku akan menjaganya".


Ucapan telak keluar dari mulut Reyhan.Membuat Shyela tidak bisa berkata-kata lagi.Hanya deraian air mata yang bisa menunjukkan perasaannya saat ini.Tapi Reyhan tidak memperdulikan itu semua.Dia berjalan ke arah Mega yang masih terlihat Syok dengan apa yang dia lihat.


"Me, kakak mohon kepadamu apapun yang terjadi kepada Dini, kamu harus segera memberi tahu kakak! Siapapun yang berusaha menyakitinya kakak tidak akan tinggal diam".


Ucap Reyhan kepada Mega, sambil menepuk bahu Mega.

__ADS_1


"Kakak yakin, kamu bisa kakak percayai untuk menjaga Dini, disaat kakak tidak ada di sampingnya.


Ucap Reyhan lagi, sambil mengusap kepala Mega.Menunjukan rasa terima kasihnya, karena Mega sudah memberi tahu dia di waktu yang tepat.Kemudian Reyhan dan Mega pergi meninggalkan Shyela yang masih terpana dan tidak percaya dengan apa yang dia alami.Berniat untuk menghakimi Dini, malah dia yang jadi tersudut.Dan kesempatan untuk mengambil hati Reyhan kembali pun menjadi semakin kecil.Bahkan bisa dikatakan tidak ada lagi sama sekali.


__ADS_2