Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 34


__ADS_3

Sementara Dini, sesampainya dia di rumau, dia langsung mesuk dan mengunci diri di dalam kamarnya.Dia bahkan melewatkan nenek dan mamanya yang berada di ruang tamu.


Mama dan neneknya terlihat sangat khawatir.Tidak biasa-biasanya tingkah Dini seperti ini.Mama menghampiri kamar Dini, lalu mengetuk pintu kamar itu.


Tok tok tok


"Dini, kamu kenapa?"


Tanya mamanya yang sangat khawatir.


Sementara Dini hanya diam, tanpa menjawab pertanyaan dari mamanya.


"Din, mama boleh masuk ya"


Tanya mamanya lagi, sambil membuka pintu kamar Dini.Neneknya pun ikut khawatir melihat tingkah Dini yang tidak seperti biasanya.


Dini hanya diam tanpa bicara sepatah katapun.Mamanya memilih pergi meninggalkan kamar Dini.


"Mungkin dia butuh waktu untuk sendiri"


Begitu dalam fikiran mamanya.Sambil kembali duduk di samping nenek Dini.


"Ada apa dengannya?"


Tanya neneknya.


"nggak tau Bu, biarkan dia sendiri dulu.Nanti baru aku tanyakan''.

__ADS_1


Balas ibu Dini.


Dini dikamarnya terus menangis.Memikirkan Reyhan yang begitu tega padanya.


"Kak Rey, kenapa begitu tega padaku.Kenapa dia memberi harapan.Kalau nyatanya dia tidak pernah menyukai ku".


Gumamnya dalam hati, dengan air mata yang terus mengalir dari matanya.Sambil tidur terlentang menatap ke langit-langit kamarnya.Hingga akhirnya dia terlelap, masih dengan seragam sekolah yang dia pakai tadi.


Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 sore.Dini masih terlalap dalam tidurnya.Mungkin karena terlalu lelah menangis, sehingga membuatnya letih dan tertidur.Tiba-tiba terdengar suara dari luar kamarnya.


Tok tok tok tok


Dini terbangun dan langsung membuka pintu kamarnya.Ternyata mamanya sudah berdiri di depan pintu kamarnya itu.


"Din, ayok makan malam dulu".


'Iya ma, Dini mau mandi dulu"


Balas Dini, sambil mengambil handuk dan berjalan menuju ke kamar mandi.Mamanya melihat mata Dini yang bengkak karena dia terlalu lama menangis tadi.Tapi mamanya memilih diam, tanpa bertanya apapun pada Dini.


Setelah Dini selesai mandi, mereka makan malam bersama.Suasana makan malam hari ini jauh berbeda dari biasanya.Dini yang biasanya terlihat ceria dengan tingkah-tingkah lucunya, sekarang dia menjadi pendiam.


Setelah mereka selesai makan malam, mama mulai bertanya pada Dini.


"Ada apa Din, kenapa kamu sejak pulang sekolah tadi, jadi pendiam gini"?


Tanya mamanya, mewakili dari pertanyaan yang juga ingin di tanyakan neneknya.

__ADS_1


"Hhuuufff, sudahlah ma.Dini baik-baik saja".


Jawab Dini sambil menundukkan kepalanya ke atas meja makan.


"Kamu kan udah janji, semua masalah yang kamu alami, kamu harus menceritakannya pada mama, biasanya kamu selalu cerita.Tapi kenapa sekarang malah kamu tutup-tutupi.


Balas mama sambil menatap ke arah Dini.Sementara nenek juga menunggu jawaban dari Dini.


"Kak Reyhan ma, dia belum putus sama ceweknya itu.Tadi dia mengajak Dini makan bakso di warung bakso yang tidak jauh dari sekolahan.Tiba-tiba ceweknya itu datang.Dia menunjukkan kebenciannya pada Dini.Seolah-olah Dini merebut kak Reyhan darinya".


Jawab Dini, menjelaskan semua kejadian yang dia alami tadi siang.


"Lalu bagaimana dengan Reyhan"?


Tanya mama Dini lagi.


"Tadi kak Reyhan mengejar Dini ma, bahkan dia mengikuti angkot yang Dini tumpangi sampai ke gang depan.Tapi Dini menghindarinya.Dini sangat sakit hati dengan kejadian tadi".


Jawab Dini sambil mengangkat kepalanya menatap ke arah mamanya, dengan mata sembab yang berkaca-kaca.


"Menurut mama, kamu harus minta penjelasan langsung pada Reyhan.Tapi kamu juga harus siap mendengarkan penjelasannya".


Jawab mamanya, sambil tersenyum.


"Dia memang benar-benar sedang jatuh cinta"


Gumam mamanya dalam hati, sambil terus tersenyum menatap Dini

__ADS_1


__ADS_2