Jangan Panggil Aku Secepat Ini

Jangan Panggil Aku Secepat Ini
BAB 11


__ADS_3

Dini di atas angkot pulang menuju rumahnya


Jarak dari sekolah kerumahnya memakan waktu 30 menit naik angkot.


Diatas angkot dia menghela nafas panjang dan kemudian menghembuskan nya.


"Hhuuufff...."


Dia berusaha mencerna semua kejadian hari ini.Mulai dari masalahnya dengan Yogi, Dani, Sri dan terakhir bertemu Reyhan.Yang memiliki sosok yang sangat di impi\-impikannya selama ini.


Dini berfikir tentang Sri.Bagaimana jika sahabatnya itu tau, apa yang terjadi antara dia dan Dani?


Bagaimana harus menjelaskan nya pada Sri.Juga bagaimana dia harus menghadapi Dani saat mulai sekolah nanti?


Lagi-lagi dia menghela nafas panjang.


Kenapa ini semua harus terjadi.Masalah percintaan itu memang sangat rumit.Dulu waktu sekolah SD, Dia sebenarnya pernah mengagumi laki-laki yang satu kelas dengannya.Tapi tidak SE rumit ini.


"Mungkin itu cinta monyet ku".


Gumamnya dalam hati.


Tapi sekarang kenapa aku terjebak dalam situasi seperti ini.Untuk memikirkan nya pun butuh energi yg extra.Dan sangat


melelahkan.Lalu bagaimana dengan mereka yang selama ini sangat bahagia dengan percintaan ya?


Lamunannya sambil membayangkan, bagaimana nanti dengan masalah percintaannya.Apa sama kak Reyhan tadi, yang dinamakan cinta pada pandangan pertama.Atau cuma rasa kagum melihatnya yang mirip dengan artis yg selama ini di idolakannya.


"Aaaaa entahlah hanya Tuhan yang tau".


Teriaknya dalam hati.

__ADS_1


Karena terlalu terlarut dalam lamunannya, tak terasa Dini sudah sampai di jalan depan menuju rumahnya.


"Kiri pak".


Dia menghentikan angkot yang ditumpanginya.Dan segera mengambil uang jajan yang disisihkannya untuk membayar angkot tadi.Dia segera turun, dan angkot tadi sudah melaju cepat meninggalkan nya.


"Hhuuufff".


Lagi-lagi helaan nafas panjang.


"Aku pulaaang".


Teriaknya dalam hati.Sambil berlari menuju rumahnya.


Sesampainya dia di depan pintu rumah, dia melihat neneknya yang sedang menjahit.


Dia melihat tangan neneknya yang sangat keriput.Menjahit kain yang di upahkan orang kepada neneknya selama ini.


"Neeeeeekkk Dini pulang".


Dini langsung berlari masuk ke dalam rumah dan memeluk neneknya.Nenek pun membalas dengan pelukan hangat.Seperti mereka telah berpisah bertahun-tahun lamanya.


"Nek mama mana?"


Tanya Dini sambil melihat sekeliling rumah mencari dimana mamanya.


" Mama ada di belakang sedangkan memasak".


Jawab neneknya.


Dini lalu berdiri meninggalkan neneknya menuju dapur tempat mamanya.Dia langsung mencium punggung tangan mamanya.

__ADS_1


"Eehh Din, kamu udah pulang?kenapa pulang cepat, mama dengar dari nenekmu di sana biasanya kamu pulang jam 03.00 kan?"


Tanya mamanya.


"Iya ma, tadi di sekolah ada rapat majelis guru.Dan kami hanya gotong royong membersihkan kelas.Lalu setelah itu boleh langsung pulang."


Jawab Dini.


Mamanya tersenyum mendengar penjelasan Dini.


"Din, sekarang kamu ganti baju.Bersih-bersih lalu segera makan siang ya naak."


Kata mamanya, sambil membelai kepala Dini.


"Iya ma, Dini kangen masakan mama dan nenek."


Jawab Dini, sambil mengenang bagaimana di rumah neneknya disana.


Disana memang banyak makanan.Tapi tidak senyaman makan dirumah sendiri.Namun Dia segera menepis bayangan pilu disana.Dia ingin menikmati hari-hari yang menyenangkan di sini bersama keluarganya. Dia juga tidak mau menceritakan semua yang dia alami selama disana.


"Ma, Dini mending mandi dulu.Tadi habis bersih-bersih kelas, di tambah lagi naik angkot.Gerah rasanya ma"


Ucap Dini, menceritakan kegiatannya seharian ini.


"Baiklah, kamu mandi dulu sana".


Jawab mamanya sambil tersenyum melihat anaknya.


Dini masuk ke kamar neneknya.Tempat biasa dia tidur.Sejak dari umur 1 tahun.


"Aku kangen sekali dengan kamar ini".

__ADS_1


Gumamnya dalam hati.Lalu dia mengambil handuk dan segera pergi mandi.


__ADS_2