
Pagi menjelang.., seperti biasa seusai jamaah subuh di masjid pondok. Alifa dan semua santriwati kembali ke asrama untuk mengikuti ngaji kitab rutin yang wajib di ikuti semua santriwati, sebelum semua santri berangkat ke sekolah di unit pendidikan masing-masing, mereka harus wajib untuk ngaji kitab di asrama.
sudah menjadi rutinitas selepas subuh, mereka mengaji kitab yang di dampingi oleh ustadzah pengasuh asrama.
Pagi itu Alifa pun bersiap-siap untuk berangkat ke ajang Musabaqoh. Di dampingi oleh ustadzah dari pihak pondok Alifa berangkat menggunakan mobil yang sudah di siapkan.
"jangan gugup..,berdoa.. ! Pasti kamu bisa..!" ucap Bu Nia yang bertugas mendampingi Alifa selama berkompetisi.
"Apa saya kelihatan gugup ustadzah..?" jawab Alifa sambil menggosok-gosokkan kedua tangan nya untuk menghilangkan rasa nervous nya.
Bu Nia terkekeh mendengar tingkah Alifa yang tak mau diam karena kegugupan nya itu.
"Nie..! minum, supaya kamu lebih tenang. lihat tangan kamu sampe merah dari tadi di gosok terus !" Bu Nia menyodorkan sebotol air mineral kemasan kepada Alifa sambil menggelengkan kepala karena tingkah lucu Alifa. ia begitu hafal dengan anak didik nya itu yang selalu gugup sebelum mengikuti perlombaan.
"Terimakasih ustadzah...! ustadzah tau aja kalau saya membutuhkan ini !" Alifa tersenyum malu sebelum meraih botol yang di sodorkan ustadzah nya.
"Kamu sungguh lucu Alifa, padahal bukan pertama kali kamu mengikuti perlombaan tapi, kamu tetap aja gugup di awal. apaa sebenarnya yang membuat kamu menjadi gelisah seperti itu?"
" He he .., Maaf ustadzah entah kenapa saya seperti yang gimana gitu kalau mau maju lomba.. takut gak bisa..takut kalah..takut mengecewakan kyai Abdullah takut... ! Ya begitulah ustadzah. Nervous duluan emang saya ini. He he..!"
" Kamu sangat menggemaskan Alifa..lucu ...!" ucap Bu Nia sambil menjawil pipi chubby Alifa.
__ADS_1
"Ustadzah bisa aja...saya malu ini !" ucap Alifa lirih sambil menutupi muka nya dengan jilbab panjang yang di pakainya.
Bu Nia menggelengkan kepala melihat polah Alifa. Tak terasa mobil yang membawa mereka telah sampai di tempat di mana semua peserta MTQ berkumpul.
"Ustadzah..apa MTQ ini hanya menampilkan cabang seni baca saja ?"
"Iya benar Alifa ini hanya menampilkan cabang Qiroat. tahun kemarin kamu juara di Musabaqoh Hifdzil Qur'an untuk 10 juz ya Alifa..? oiya gimana hafalan kamu..? Sudah sampai juz berapa sekarang ?"
"Saya masih di juz 28 ustadzah !" berat untuk saat ini tidak seperti awal, saya pikir saya bisa menyelesaikan hafalan saya sebelum usia 13 tahun..ee ternyata molor sampe sekarang. karena selain sekolah, saya juga banyak mengikuti kegiatan yang sudah menguras pikiran. jadi hafalan saya tidak tepat waktu bisa saya selesaikan."
"Tidak apa yang penting kamu Istiqomah ya..! semua memang perlu proses dan memang itu tak mudah. yakin saja pada kemampuan dirimu sendiri kalau kamu bakal bisa menyelesaikan hafalan kamu."
"Kamu sangat luar biasa Alifa..,ibu kagum sama sifat karakter dan kepribadian kamu yang tidak neko-neko. Tentu orang tua kamu sangat bangga punya anak gadis seperti kamu. sholehah tidak manja dan baik pula."
Alifa tersenyum menanggapi ucapan ustadzah Nia sambil berjalan mengikuti langkah beliau. Alifa sangat bersyukur selain kyai Abdullah dan ummi khasanah banyak ustadzah yang begitu menyayangi nya sehingga Alifa merasa betah tinggal di pesantren milik kyai Abdullah itu.
*********
Waktu berjalan sangat lambat menurut Alifa. karena di antara puluhan peserta Qiroat hanya dirinya yang terlihat masih imut. Tentu saja Alifa semakin nervous melihat peserta yang sepertinya sudah pada berpengalaman ikut ajang MTQ.
Alifa menguatkan diri dengan bersholawat dalam hati sambil duduk menunggu nomor giliran dia di panggil untuk maju ke mimbar.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, nama kamu siapa ?" sapa Alifa ke peserta di sebelah nya yang juga menunggu giliran untuk tampil.
"Waalaikumsalam..nama aku putri Maulida. Kalau kamu sendiri siapa?"
"Perkenalkan namaku Alifa.. lengkap nya Alifa Rizky Aulia saya dari pondok darul Huda kalau kamu darimana?" Ucap Alifa sambil mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan ke teman di sampingnya.
"Senang berkenalan dengan mu Alifa aku dari pondok Al Islam." apa kamu sebelumnya pernah ikut lomba MTQ Alifa ?"
"Hem..kalau untuk Qiroah ini pertama kali aku ikut tapi kalau untuk Hifdzil dan Syarhil aku sudah sering ikut. Kamu sendiri gimana putri..apa ini pengalaman baru kamu ?"
"Kamu hebat ya Alifa, bidang Alquran Kamu kuasai semua. Aku ini pertama ikut juga, sebelumnya aku hanya ikut di lingkup pesantren saja."
Akhirnya keduanya berbincang sambil menunggu giliran. kedua nya terlihat akrab meski baru kenal. Banyak obrolan yang mereka perbincangkan mulai dari kehidupan di pesantren dan sekolah mereka.
setelah beberapa saat akhirnya nomor giliran Alifa pun di sebut panitia dan di persilahkan bersiap diri untuk maju ke mimbar.
"Semangat Alifa......!!!!" Ucap putri sambil tersenyum ke arah Alifa yang bersiap untuk maju ke depan mimbar.
_______________________
Syarhil \= bidang musabaqoh yang mengungkapkan isi kandungan Al Qur'an dengan cara menampilkan bacaan.puitisasi/terjemah,dan uraian yang menunjukkan kesatuan yang serasi.
__ADS_1
Hifdzil \= bidang musabaqoh menghafal Al Qur'an oleh hafiz/Hafizah atau penghafal Alquran secara perorangan.