Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.
Bab 13 . Menuju Final.


__ADS_3

Setelah semua peserta selesai istirahat Sholat dan makan, acara pun di lanjutkan dengan mengumumkan hasil sepuluh peserta yang bakal masuk babak semifinal.


Dengan penuh rasa deg-deg an, Alifa dan putri pun duduk manis di tempat yang telah di sediakan khusus untuk peserta. Dan akhirnya terdengar suara dari dewan juri yang mengumumkan satu persatu nama peserta yang lolos.


"Peserta nomor urut 17 dengan nama putri Maulida wakil dari pondok pesantren Al Islam." suara juri menggema menyebutkan nama putri sebagai peserta yang lolos ke semifinal.


Teriakan histeris terdengar ketika nama putri di sebutkan. "Anak itu dasar.., semua serba spontan." batin Alifa.


Alifa menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman baru nya itu.


"Selamat putri...,kamu hebat." ucap Alifa sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk putri.


Tinggal dua nama peserta yang belum di sebutkan untuk maju di semifinal. Alifa semakin deg-degan karena sudah delapan nama di sebutkan dan tinggal dua nama lagi yang belum. Alifa semakin pesimis, ia tertunduk.., ia sudah sangat pesimis. Aku gagal...!" gumam nya nyaris tak terdengar.


"Ke sepuluh, peserta nomor urut 12 dengan nama Alifa Rizky Aulia wakil dari pondok pesantren darul huda..!" suara salah satu dewan juri sangat mengagetkan Alifa. Dia terlihat bengong tidak percaya atas apa yang di dengar nya.


"Alifa.., he.. Alifa..! MasyaAllah kamu kenapa bisa berhenti bernafas gitu. fa..sadar fa..!!" putri begitu kwatir melihat Alifa yang namanya baru di sebutkan tapi tak ada respon apapun. hanya bengong tanpa ekspresi.


"Ustadzah...., Alifa ustadzah !" teriak putri langsung memanggil ustadzah pembimbing nya sambil menepuk-nepuk pundak Alifa.


"Put..ak..akuu...put beneran namaku masuk sepuluh besar apa aku gak salah dengar put ?"


"Kenapa...Alifa kenapa?" ustadzah Nia dan ustadzah Arum langsung kaget mendengar teriakkan putri.


"Ustadzah..,namaku.. ustadzah..! Namaku di sebut dewan juri. apa benar ustadzah ??" Alifa masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Astaghfirullahaladzim Alifa..! saya kira kamu kenapa. Iya nama kamu barusan di sebutkan masuk ke babak selanjutnya. kamu hebat Alifa !!" Bu Nia lalu memeluk Alifa yang masih terpaku karena syok namanya di sebut bisa masuk semifinal.


"Kita berdua masuk babak semifinal fa..! ya Allah aku gak nyangka bisa masuk semifinal. udah bisa lolos di lomba ini saja udah senennnng banget..!" putri terlihat bahagia sambil memeluk erat teman baru nya itu.


Alifa terlihat menitikkan airmata dalam pelukan putri. Ia masih tidak percaya kalau dirinya juga lolos ke babak selanjutnya. 'mungkin benar apa yang di katakan kyai dan ummi, kalau aku harus berusaha dan yakin maka hasil akan mengikuti. aku harus hilangkan ketidakpercayaan diri. aku yakin aku bisa.' batin Alifa bermonolog menenangkan diri nya sendiri.


*****

__ADS_1


Waktu berjalan begitu cepat, setelah ke sepuluh peserta semifinal tampil dengan gaya dan cara yang bervariatif dalam membacakan ayat-ayat Allah. akhirnya semua peserta di beri kesempatan untuk beristirahat.


Hari sudah semakin senja, waktu terasa cepat berganti malam. selepas sholat magrib, semua peserta di persilahkan untuk menikmati hidangan malam sebelum di umumkan nya hasil hari ini. Tak ada yang tau bagaimana galau nya hati Alifa. hatinya sungguh terasa dag-dig-dug luar biasa. ia pun beranjak dan berjalan menuju tempat di mana Bu Nia berada.


"Ustadzah.., apa boleh saya meminjam ponsel nya sebentar ?"


"Untuk apa? Ini ambil.. !"


"Terimakasih ustadzah..,saya ingin telpon ke ayah saya sebentar." jawab Alifa sopan.


Alifa pun melakukan panggilan ke nomor sang ayah. banyak hal yang Alifa sampaikan ke orang tua nya itu. Tak lupa ia meminta doa demi kelancaran nya hari ini.


Alifa nampak lega setelah menelpon ayah nya. Beban nya sedikit berkurang. Ia mengucap syukur masih bisa di beri kesempatan menghubungi orang yang paling berjasa dalam hidupnya itu.


"Kamu telpon siapa Alifa..?"


"Telpon ayah aku put.. beliau bekerja di Surabaya soalnya."


"Ku kira telpon gebetan...!!" hahaha...putri nampak ketawa sambil menggoda Alifa.


"Ingattt..., usia masih di bawah umur nona manis. Fokus belajar, haram membahas gebetan-gebetan. nanti di hukum pak ustadz."


Alifa cekikikan melihat ekspresi wajah putri yang nampak kesal.


Keduanya pun berjalan dengan cepat menuju ruang makan malam beserta peserta lainnya. Banyak menu tersaji di sana. yang tentunya tak pernah mereka temui di dapur pondok.


"Waaaaah...! makanannya fa...,emmmp sangat menggugah selera..!" ucap putri sambil menjilati bibirnya.


Alifa hanya menggeleng melihat tingkah konyol teman nya itu. "jangan kampungan put..! Tu lihat mereka nampak heran melihat ke kita, yuk kita ambil makan dulu. Jangan memalukan put....iihhhh gemes jadinya."


Mereka pun tertawa riang menuju tempat makanan tersaji dan mengambil menu yang mereka inginkan. lalu keduanya menuju meja yang kosong untuk menikmati hidangan makan malam beserta peserta yang lainnya.


"Sebentar lagi di umumkan peserta final fa.., yuk makan yang banyak biar kuat menghadapi kenyataan !" Gelak tawa dari keduanya pun mewarnai acara makan malam.

__ADS_1


"Sungguh gak terduga ya fa...! padahal di lihat dari peserta lainnya, sepertinya mereka lebih berpengalaman dan bagus-bagus semua. ini seperti mimpi indah bagi ku fa., gak kebayang akan masuk semifinal di mimbar megah seperti ini..!"


"kamu kenapa sich dari tadi diam aja seperti louding gitu otak nya di ajak ngomong juga gak asyik dech..!" putri nampak cemberut dan kesal karena Alifa terlihat lebih diam daripada bicara dengan nya seperti awal kenal tadi.


Putri terlihat gemas dengan sikap Alifa yang menurut nya berubah seperti bukan Alifa yang di kenal pas awal pagi tadi.


"jangan cemberut nona manis, nanti cantik nya hilang loo..he he !" Alifa terkekeh dan mentoel hidung putri ketika melihat teman nya yang cemberut seperti yang gak kebagian jatah makan.


"Kalau menikmati makan jangan banyak bicara nona nanti barokahnya hilang. Makan dulu di habiskan baru bicara." Alifa tersenyum menanggapi putri yang nampak semakin kesal.


*****


Setelah selesai acara makan malam dan menunaikan ibadah sholat isya, tepat pukul 20.00 waktunya tiba di umumkan nya lima nama peserta yang bakal lolos dan bersaing besok di laga final. semua peserta nampak deg-degan menunggu dewan juri naik ke mimbar dan mengumumkan hasil nya.


Mereka nampak diam menunggu hasil pengumuman. tak ada yang berbicara karena semua fokus dengan dirinya sendiri, karena mereka yang menunggu hasil.


"ya Allah apapun hasilnya hari ini hampa pasrahkan hanya kepadaMu wahai penguasa hati." Alifa terus berdoa dan bersholawat untuk mengurangi rasa hati nya yang tak tenang.


"Tibalah saatnya kita akan mengumumkan hasil semifinal sore tadi sebelumnya saya ucapkan selamat kepada kelima peserta yang akan bersaing besok di Final bagi yang belum lolos jangan berkecil hati karena kalian semua santriwati terpilih yang sangat hebat.......!"


Terdengar dewan juri berbicara panjang lebar di atas mimbar untuk mengawali pengumuman malam ini. akhirnya di sebutkan satu persatu nama peserta yang akan maju di babak final besok.


"Nomor peserta 12 dengan nilai 976 atas nama Alifa Rizky Aulia wakil dari pondok pesantren darul Huda..."


.


.


.


_________________


Selamat malam semua.

__ADS_1


Semoga sehat selalu ya..ikuti terus kisah Alifa di final mimbar Musabaqoh Tilawatil Qur'an ya..jangan lupa like coment dan vote untuk Alifa melaju di final..!!


__ADS_2