Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.
Bab 25. Maya lagi...!!


__ADS_3

Setelah sampai di kamar Alifa pun mengambil baju ganti di lemari pribadi nya.


Beruntung semua santri masih mengaji di aula asrama. sehingga teman sekamarnya tak ada yang melihat kondisi dirinya yang sangat kotor sekarang.


Setelah mengambil baju ganti, Alifa pun keluar kamar menuju kamar mandi yang berada di ujung kamarnya. Tetapi nasib baik tak berpihak pada diri nya. Zia dan temannya sekamar memergoki dirinya yang masih terlihat kotor.


"Alifa..! baju kamu kenapa? Kotor bangettt.." ucap Zia yang heran melihat penampilan Alifa yang berantakan. Ia membolak-balik kan tubuh Alifa dengan seksama.


"ini kenapa fa..?" ucap Zia lagi


"udah ach Zia.., gak apa-apa. aku ganti dulu di kamar mandi ya.., risih ini." ucap Alifa sambil berlari keluar kamar menuju ke kamar mandi di ujung kamarnya.


Zia, Sofi, dan lainnya tetap menunggu Alifa di depan kamarnya hingga selesai. Mereka tau banget bagaimana Alifa yang sangat menjaga kebersihan. Tak mungkin Alifa kotor-kotoran seperti itu tanpa sebab.


"Fa .., sekarang jelaskan ke kita kenapa kamu bisa seperti itu?"


Alifa pun menarik nafas dalam-dalam dan mulai menceritakan tentang apa yang terjadi padanya.

__ADS_1


"Tadi setelah dari ruang pengasuh ketika mau balik ke kamar tiba-tiba Maya mendorong tubuh ku dengan kuat. Ini lihat telapak tangan juga terluka karena ulah Maya."


"Kunyuk lagi kunyuk lagi..!"


"Huss...!" ucap Alifa sambil menepuk pundak Zia dengan lirih.


"Jaga bicara.., sana ambil air wudhu dulu. kumur-kumur yang bersih biar mulut kita steril dari ucapan yang menyesatkan." ucap Alifa memperingatkan temannya itu.


"Ya abis nya kita kesel dengan ulah dia."


"Kapan sih manusia rese itu tobatnya. heran, berulang kali kena hukuman juga tak ada kapok-kapoknya. Perlu di rukyah kali ya biar otak nya itu bener."


Alifa menepuk lengan Zia yang masih terlihat emosi.


"Udah di bilang ngomong yang bener. Kunyuk-kunyuk dari tadi. gak sopan..!"


"Lagian aku tadi sudah balas dengan mendorong tubuh Maya juga. dia terjatuh ke tanah juga setelah aku dorong dengan kuat. Sebenarnya aku males Zia ngadepin Maya yang seperti itu tapi gimana lagi, dia sudah sangat keterlaluan."

__ADS_1


Zia mengacungkan kedua jempol nya.


''Itu baru keren..! Orang seperti Maya tak bisa di kasih hati. Lawan maka dia akan gentar sendiri. Kalau kita diam dia akan semakin ngelunjak.''


"Males ribut sebenarnya aku itu gak guna juga ribut dengan Maya." ucap Alifa sambil masuk ke dalam kamar dan diikuti Zia, Sofi dan teman sekamar lainnya.


"Tapi kalau di biarkan dia akan semakin besar kepala fa.., anak baru bukanya cari teman yang banyak ini malah mencari musuh. Heran..., sebenarnya dia itu punya otak gak sih..! mikir gak kita itu hidup di mana. ulah nya seperti preman pasar aja." Zia terus mengomel karena gregetan dengan ulah Maya yang tak ada kapok-kapoknya.


"Ya udah ach biar aja yang penting kita jangan ikutan seperti Maya. tugas kita hanya menegur dan memperingatkan. Jika di tegur sudah tidak bisa kita doakan semoga Allah memberikan hidayah kepada Maya cepat atau lambat." ucap Alifa kepada teman-teman sekamarnya itu.


Zia dan temannya nampak terdiam mendengar ucapan Alifa panjang lebar. 'Apa yang di ucapkan Alifa emang benar tapi kita juga punya batas kesabaran. Kalau terus di ganggu masa iya hanya diam.' batinnya.


"Ya udah, tidak perlu lagi bahas Maya. aku sudah sangat lelah mau tidur karena besok pagi harus berangkat. Kalian mau tidur atau mau cari makanan dulu..?" tanya Alifa.


"Yaudah kamu istirahat dulu fa.., aku sama Sofi keluar kamar sebentar. aku tutup pintu kamar nya ya..! kamu cepat tidur."


Alifa mengangguk menanggapi kata-kata temannya. ia pun naik ke pembaringan dan tidur dengan damai.

__ADS_1


_____''


__ADS_2