Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.
Bab 35. Fitnah


__ADS_3

Kejadian tentang bingkisan yang di terima Sofi sangat menyita perhatian ustadzah Arin dan rekannya yang bertugas di asrama yang berada di bawah tanggung jawabnya.


Mereka tak mengira bahwa ada salah satu santri yang berbuat nekat usil dengan temannya sampai segitunya. Ustadzah Arin tak akan membiarkan masalah ini berlarut. Supaya santri yang berbuat bisa jera dan tak mengulangi lagi perbuatannya itu.


"Assalamualaikum." ucap ustadzah mala begitu sampai di asrama yang di maksud Sofi.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."


semua santri dan ustadzah yang berada di aula asrama yang sedang mengaji menoleh dan menjawab salam ustadzah mala dengan serempak.


"Silahkan masuk ustadzah Arin, ustadzah mala mari silahkan masuk." ucap salah satu ustadzah yang berada di antara santri yang sedang mengaji.


Mereka lantas masuk ke aula tempat santri asrama sini mengaji.


Memang pondok pesantren milik kyai Abdullah ini memiliki beberapa asrama dengan pengasuh dan penanggung jawab yang berbeda-beda. Setiap asrama di isi hampir empat ratus santri yang menempati setiap kamar-kamar yang sudah di atur oleh pengurus.


**


Sudah diumumkan pada semua santri yang sedang mengaji untuk menghentikan sementara aktivitas mengaji nya. Dan semua santri di larang meninggal kan tempat. Karena ada sedikit masalah yang harus segera diatasi terkait ulah salah satu santri yang tidak bertanggung jawab yang di duga berasal dari asrama mereka.

__ADS_1


Semua santri asrama yang di datangi Sofi sedikit kaget dan gaduh karena bertanya-tanya apa sebenarnya masalah yang di maksud. mereka berbisik satu sama lain untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah yang ustadzah pengasuh maksud.


"Ustadzah.., bisa tolong di jelaskan sedetail nya tentang masalah yang ustadzah maksud?"


Tak menunggu lama ustadzah mereka pun menjelaskan sedetail mungkin tentang bingkisan untuk Alifa yang di titip kan ke Sofi yang berasal dari asrama mereka.


"Astaghfirullah.. ulah siapa itu ustadzah?"


"Kami tidak melakukan semuanya itu ustadzah, mana berani kami berbuat begitu ke Alifa. Apalagi Alifa baru menjadi juara di MTQ provinsi." jawab salah satu santri.


"Iya ustadzah..,gak mungkinlah kita berani."


"Tap....''


"Sofi..., sekarang kamu lihat satu persatu semua santri yang ada di sini, dan kamu tunjukan mana santri yang menitikkan bingkisan itu ke kamu " ucap ustadzah mala memotong ucapan santri yang tadi hendak menyanggah ucapan ustadzah Arin.


Sofi pun mengikuti apa yang ustadzah mala ucapkan. terlihat Sofi mengamati semua santri satu persatu.


Lalu pandangan Sofi berhenti di salah satu santri. Tak menunggu lama, Sofi maju berjalan mendekat ke santri yang Sofi kenali yang menitipkan bingkisan itu pada dirinya untuk di serahkan pada Alifa.

__ADS_1


"Hai..,apa kamu masih ingat dengan saya yang tadi kamu titipin bingkisan untuk Alifa?" tanya Sofi santai


Santri tersebut seketika pucat karena Sofi begitu sungguh-sungguh dalam bertanya.


"Maksud kamu apa Sofi? Saya gak kenal kamu jadi mana mungkin saya memberikan itu pada Alifa."


"Beneran kamu bisa di percaya?" tanya Sofi geram


"Dia orang nya ustadzah?" ucap Sofi lantang.


Semua menoleh ke arah Sofi dan santri tersebut.


"Tidak.., itu tidak benar.., itu fitnah ustadzah. Saya gak kenal sama dia.'' jawab santri yang Sofi tunjuk tadi dengan emosi.


"itu tidak benar.., fitnah ustadzah." ucapnya lebih lantang.


Suasana asrama begitu ramai dengan kenyataan yang mereka dengar.


"itu fitnah." teriak santri tersebut.

__ADS_1


___'_____


__ADS_2