
Mereka terkejut dengan isi bingkisan tersebut. Alifa begitu pucat melihat apa yang ada di kotak yang semula terbungkus rapi itu.
Sofi pun berteriak histeris begitu mengetahui isi dari bingkisan untuk Alifa yang tadi dia bawa.
"Ya Allah...ulah siapa semua ini. apa sebenarnya salah dan dosa ku sehingga harus di kasih bingkisan yang isinya mengerikan seperti itu." ucap Alifa sedih.
"Sofi.., sebenarnya kamu dapat titipan ini dari siapa sich. Bisa-bisanya kamu menerima bingkisan yang tak jelas seperti ini." Zia terus mengomel kesal. Ada aja kelakuan orang sirik.
"Padahal ini lingkungan pesantren yang sangat ketat dan disiplin. Tak mungkin orang bisa keluar masuk secara bebas. Lalu darimana orang tersebut mendapatkan ulat-ulat bulu untuk dibungkus seperti kado dan di kasihkan ke Alifa." Zia terus mengomel tanda henti. Ia sangat kesal dengan orang yang mengirim bingkisan itu.
"Atau jangan-jangan...!" ucapan Zia terpotong dengan suara seseorang yang masuk ke kamar mereka.
"Ini ada apa? Kenapa ramai sekali dan terdengar teriakan dari ruang pengasuh. Kenceng sekali kalian berteriak. Ada apa? Zia.., ini ada apa sebenarnya, kenapa wajah Alifa pucat begitu. Alifa sakit? Sofi..,kamu kenapa seperti shock begitu?" tanya ustadzah Arin yang datang ke kamar mereka karena mendengar teriakkan yang sangat kencang.
__ADS_1
"Maaf ustadzah..,kami teriak karena kaget dengan isi bingkisan itu." jawab Sofi dengan masih shock dengan apa yang terjadi.
Pada dasarnya Sofi emang takut dan geli dengan makhluk yang bernama ulat bulu. Maka dari itu, ketika mengetahui isi dari bingkisan yang di bawanya dari seseorang yang ia sendiri tak tau tadi membuat Sofi shock berat.
"Bingkisan.., bingkisan apa?" tanya ustadzah Arin bingung.
"Itu ustadzah.., kemudian Zia dan Sofi pun menceritakan tentang kronologi kejadian bingkisan yang membuat dirinya kaget dan teriak. Sofi menceritakan semuanya dengan gamblang.
Ustadzah Arin menyimak tentang apa yang di ceritakan oleh santri nya itu dengan seksama. Ia tak percaya jika tak melihat langsung isi dari bingkisan tersebut.
Dirinya juga heran, kelakuan siapa yang sampai hati bertindak seperti ini sama temannya satu pondok.
"Sofi.., bisa kamu tunjukkan pada saya orangnya. Mari kita datang ke asrama yang kamu maksud dan tolong tunjukkan yang mana orang yang menitipkan bingkisan untuk Alifa ini ke kamu."
__ADS_1
"Baik ustadzah."
ustadzah Arin dan Sofi pun berjalan keluar dari kamar nya dan berjalan menuju asrama yang di maksud Sofi dengan membawa kotak bingkisan itu.
Setelah sampai di asrama yang Sofi maksud.., ustadzah Arin pun menemui ustadzah pengasuh asrama dan menyampaikan maksud kedatangan nya ke asrama tersebut. tentu ustadzah kaisa terkejut dan tak percaya mendengar cerita jika salah satu santri di asrama nya bisa berbuat jahat sesama teman di pondok yang sangat merugikan itu.
"Maaf ustadzah Arin.., nanti kita sama-sama cari tau kebenaran dari masalah ini."
"Tolong beri saya waktu untuk mengumpulkan semua santri karena seperti yang ustadzah Arin tau kalau ini jam bebas. Jadi sulit untuk mengumpulkan semua santri. Jika tidak waktu pas mengaji.
"Sofi..., apa kamu yakin kalau bingkisan yang di titip kan ke kamu itu berasal dari santri asrama sini?"
"Apa kamu mengenali orang nya..?"
__ADS_1
______