Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.
Bab 34. Tentang bingkisan.


__ADS_3

..."Apakah kamu mengenali orang nya, Sofi?" Sofi nampak tak bergeming dengan pertanyaan ustadzah itu...


..."Sofi advenda, apakah kamu mengenali orang yang menitipkan bingkisan itu? Apakah kamu yakin kalau dia santri asrama sini..?" tanya ustadzah yang menjadi pengasuh dan pengurus asrama yang mereka datangi. Ustadzah tersebut menanyakan berulang karena tidak percaya ada santri yang bisa berbuat keji terhadap santri lainnya....


..."Maaf ustadzah, saya memang.., saya memang tidak begitu kenal dengan orang yang menitipkan bingkisan untuk Alifa itu. Tapi orang itu mengatakan bahwa bingkisan itu dari teman-teman di asrama ini. Saya memang salah sudah asal menerima bingkisan dari orang yang tak begitu akrab dengan saya. Karena saya pikir dia anak asrama sini dengan memberikan bingkisan untuk Alifa yang baru memenangkan kompetisi MTQ kemarin. Saya pikir begitu ustadzah, makanya saya terima." Sofi menjelaskan sedetail mungkin apa yang terjadi tanpa dikurangi sedikit pun....


..."Tapi jika melihat wajahnya saya yakin saya masih ingat ustadzah." ucap Sofi mantap. Ustadzah Arin mengangguk mendengar ucapan santrinya itu....


Ustadzah yang bertugas di asrama yang di datangi pun bingung dengan keanehan ini.


Ia pun nampak berpikir sejenak. Kemudian terlihat ia menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Baik ustadzah Arin.., nanti ketika waktu ngaji saja kita buktikan siapa sebenarnya santri yang di maksud Sofi."


Ustadzah Arin hanya mengangguk mengerti maksud dan tujuan ustadzah rekan nya itu. Ia hanya mengikuti supaya semua sama-sama enak dan tak ada kesalahpahaman serta fitnah di kemudian hari.


ustadzah Arin pun mengajak Sofi untuk kembali ke asrama dan menyampaikan pesan secara langsung ke Alifa dan temannya itu bahwa mulai sekarang kita tidak boleh menerima titipan jika tidak mengenal orang nya dan jika ada bingkisan harus melewati pemeriksaan oleh ustadzah yang bertugas di asrama nya.


Alifa mendengarkan setiap ucapan ustadzah Arin. Ia setuju dengan apa yang di sampaikan oleh ustadzah Arin tersebut.


**


senja pun berganti malam. Setelah sholat magrib, ustadzah Arin mendapat telpon dari ustadzah pengasuh asrama yang tadi sore di datangi nya. beliau meminta dirinya dan Sofi datang ke asrama yang ada di bangunan depan itu.

__ADS_1


"Ustadzah mala.., bisa ikut saya untuk menyelesaikan masalah ini di asrama depan..?"


Ustadzah mala yang baru datang ke pondok setelah beberapa hari ada tugas yang mengharuskan dirinya keluar sangat terkejut ketika ustadzah Arin dan rekan lainnya bercerita tentang bingkisan untuk Alifa yang ternyata isinya beberapa ekor ulat bulu. Ulat bulu emang makhluk hidup yang sering di takuti semua kaum hawa. Selain bisa bikin gatal seluruh tubuh ulat bulu tentu binatang yang sangat menggelikan.


"Baik ustadzah Arin, saya siap. Kita selesaikan sama-sama masalah ini biar tidak terulang kejadian yang sama. Yang tentu sangat meresahkan semua santri di sini. Kita cari sama-sama siapa sebenarnya yang mengirim bingkisan itu." ucap ustadzah mala geram dengan tingkah salah satu santri di sini yang merugikan orang lain itu


"Kita bisa berangkat sekarang ustadzah biar saya izin tidak ikut mengaji." ucap Sofi menimpali.


Akhirnya mereka pun berangkat menuju asrama tempat di mana salah satu santri tadi memberikan bingkisan untuk Alifa yang di titip kan ke Sofi.


_____

__ADS_1


__ADS_2