
Kedatangan Gus Al menjadi gosip hangat di kalangan santri darul Huda. Kedatangan putra kyai Abdullah tersebut menjadi bahan perbincangan yang menarik di kalangan santri-santri darul Huda. Ada saja yang mereka perbincangkan. Alifa heran, apa mereka tak sungkan membicarakan tentang Gus pondok pesantren darul Huda tersebut secara terang-terangan.
'Bagaimana kalau yang di gibahin tiba-tiba mendengar dan tau.' batin Alifa.
"Kamu lagi bayangin apa fa..? kenapa terdiam begitu kayak orang lagi mikir hutang aja." tanya Zia heran karena sejak tadi Alifa hanya terdiam di atas tempat tidurnya.
"Enggak.., cuma heran aja. Dipondok lagi demam Gus Al ya..! Dimana-mana mereka membicarakan Gus Al. Di masjid Gus Al, di kelas Gus Al, di aula Gus Al. Populer banget pesona Gus Al bagi santri sini. Heran.., padahal yang di gibahin santuy banget orang nya.., aneh."
"Yaudah sich biarin aja. asal para santri bahagia saja." ucap Zia.
Mereka berdua tertawa lirih karena takut mengganggu teman lainnya yang sudah tidur.
"Fa.., beneran kamu mau kuliah di ibukota?"
"Belum tau aku, Zia. Kenapa kamu tanya begitu."
"Hanya ingin tau saja fa, aku sendiri bingung setelah lulus dari pesantren mau lanjut kuliah dimana.''
Mereka berdua asyik ngobrol sambil berbaring berdampingan menatap langit-langit kamar asrama yang beberapa bulan lagi bakal di tinggalkan. Kecuali jika ada yang mengabdi menjadi ustadzah di sini.
Tak terasa malam semakin larut. Alifa dan Zia masih asyik mengobrol tentang rencana masing-masing setelah lulus dari pondok pesantren darul Huda. hingga terlihat sesekali Alifa menguap dan kemudian terlelap dengan sendirinya. Zia pun begitu mengetahui temannya sudah berada di alam mimpi, segera memejamkan mata dan menyusul Alifa untuk tidur.
***
"Alifa..!" panggil ustadzah Nia saat mengetahui Alifa sedang duduk di serambi masjid.
__ADS_1
"Iya ustadzah..,!" jawab Alifa cepat sambil membenarkan duduknya begitu mengetahui kalau yang memanggil adalah ustadzah Nia.
"Apa kamu gak ingin kuliah di Al Azhar kah? Ada beasiswa bagi santri yang berprestasi dalam bidang Al Qur'an. Kamu beberapa kali menjuarai MTQ provinsi dan nasional. Ini kesempatan emas jika kamu ingin mendaftar, Alifa." tanya ustadzah Nia setelah duduk di samping Alifa dengan bersemangat.
Ustadzah Nia bertanya pada Alifa Karena ustadzah Nia tau, gimana prestasi-prestasi yang diraih Alifa selama mondok di sini dari kecil.
Alifa terlihat menarik nafas berat.
"Saya juga belum tau ustadzah, kalau untuk ke Al Azhar sebenarnya saya menginginkan. Tapi mungkin orang tua saya yang tidak. Beliau ingin saya kuliah di dunia medis. Sedang saya sedikit pun gak minat. Saya bingung ustadzah."
"Kenapa tidak daftar di Al Azhar saja, Alifa..?"
"Jika saya di terima gimana, apa ayah akan merestui."
"Kamu sungguh percaya diri, Alifa."
Di saat Alifa asyik berbincang dengan ustadzah Nia di serambi masjid, tiba-tiba datang seorang santri yang menghampiri mereka.
"Assalamualaikum ustadzah Nia, Alifa. Maaf mengganggu waktu nya. Saya hanya menyampaikan pesan kyai Abdullah untuk Alifa.."
"Saya..?" tanya Alifa sambil menunjuk dirinya sendiri."
"Iya Alifa, maaf saya hanya menyampaikan pesan kyai bahwa kamu di panggil kyai dan ummi untuk datang ke ndalem sekarang."
"Saya harus ke ndalem sekarang? Untuk apa??" tanya Alifa kaget.
__ADS_1
Alifa pun menoleh ke arah ustadzah Nia.
"Iya. Maaf saya tidak tau, Alifa. Saya hanya menyampaikan pesan kyai. Saya permisi dulu, Alifa, ustadzah Nia mari."
Alifa langsung bingung setelah santri tersebut berlalu meninggalkan tempat dimana ustadzah Nia dan ia berada.
"Ustadzah...!"
"Ada apa kira-kira kyai memanggil saya lagi ya..?"
"Apa memang ada event lomba lagi bulan-bulan ini ustadzah..?" tanya Alifa bingung.
Ustadzah Nia menepuk pundak Alifa lirih.
"Jangan bingung, temui saja jika memang kyai memanggil kamu untuk datang ke ndalem. Sepertinya tidak ada event lomba lagi dach. Tapi untuk jelasnya sekarang kamu temui kyai ke ndalem ya..!"
"Baik ustadzah, saya akan temui ke ndalem dulu. Saya tinggal dulu ya ustadzah."
Alifa pun berjalan menuju kediaman pimpinan pondok pesantren darul Huda. Ia berjalan seorang diri dengan penuh pertanyaan yang ada di otak nya.
'Ada apa tiba-tiba kyai dan ummi meminta aku ke ndalem ya. Ustadzah Nia bilang tidak ada event lomba dalam bulan-bulan ini, lalu ada apa beliau sampai menyuruhku datang ke ndalem sendirian begini ya.'
'hadehh.. Bikin penasaran aja.' batin Alifa.
______
__ADS_1