Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.
Bab 16. Perpisahan Putri dengan Alifa.


__ADS_3

#Di tempat lomba.


"Fa.., aku sedih bentar lagi kita akan berpisah dan balik ke pondok." putri memeluk Alifa seakan enggan untuk berpisah dengan teman yang baru beberapa hari di kenal nya itu.


"Kita harus belajar put.., lain waktu pasti kita akan bertemu lagi. Atau kamu pindah ke darul Huda aja nie." goda Alifa yang melihat putri manyun dan tak semangat.


"Jangan bercanda lah fa..., aku lagi sedih ini gak mood aku nah."


Putri terlihat kusut tak semangat.


"Ya Allah put..! segitu nya kamu sedih kita mau pulang ke pondok!"


"Kita tidak pisah alam Putri Maulida.., kita hanya pisah tempat doank. tapi kamu sampai segitunya bersedih." Alifa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat teman nya itu nampak jelas sekali sedih, murung dan tak semangat."


"Udah ach put.. jangan gitu banget nah."


"Aku tu sedih fa.., aku tu udah nyaman bersama kamu, hu..hu..hu." putri semakin tergugu dan sesekali menyusut ingus nya dengan lengan baju.


"Putriiiii..! hiii jorok sekali hii.., putri...! pakai tisu napa. Nie ambil !!" Alifa mengambil tisu dan mengasihkan ke putri.


Alifa terlihat kesal dengan teman baru nya itu.


"Cantik-cantik jorok kamu, hii Putri...!"


"Diam napa fa, ini juga gak sengaja kali."


Alifa yang melihat putri manyun merasa senang.


Suasana haru pun berubah karena ulah konyol putri yang menurut Alifa menjijikkan.


Alifa yang terbiasa serba bersih tentu merasa geli melihat tingkah putri yang jorok menurut nya.


"Ya udah kita ke sana put..!" Alifa menunjuk tempat yang agak sejuk.


"Tapi jauhkan tu lengan baju yang kena ingus. hii...kumann..!" Alifa begidik geli.


"iya.. iya..! Hem gak asyik Alifa mah."


"Lagian kamu jadi orang jorok amat. geli tau."


"Kamu ternyata sangat mencintai kebersihan ya fa..., itu aja kamu bilang kuman." Hi.. hi. Putri cekikikan melihat Alifa yang begidik geli.


"hem..! Tau ach."

__ADS_1


Alifa nampak malas menanggapi ucapan teman baru nya itu.


"Kalian mau kemana ?" Tanya bu Nia ketika melihat dua remaja itu berjalan menjauh.


"Duduk di sana ustazah."


"Ya udah gak apa-apa. ibu ngurus surat di panitia dulu dan setelah ini acara ramah tamah dengan peserta lain lalu kita pulang."


"Baik ustazah." jawab kedua nya dengan kompak.


Sepeninggal Bu Nia, Alifa dan Putri pun terlihat obrolan yang mengharukan.


"Fa..., kapan ya kita akan bertemu lagi?"


"Libur semester kamu bisa datang ke rumah ku put..!"


"Lama sekali..!"


"Fa.., kalau boleh tau kamu sudah berapa lama mondok di darul Huda?"


"Udah hampir 10 tahun put..!"


"What...?" ucap Putri yang begitu terkejut mendengar jawaban Alifa yang begitu santai.


" Gak salah fa..!" putri begitu heran mendengar Alifa di pondok sudah 10 tahun.


"Jangan becanda.., gak lucu tau."


"Kamu tanya apa dikte sich. Tanya aja sama bu Nia kalau gak percaya mah."


'Putri tentu kaget mendengar jawabanku. tapi biarlah biar dia penasaran..wkwkwk' batin Alifa.


"Gimana ceritanya fa...,bisa 10 tahun. sedangkan usia kamu baru 14 tahun itu artinya kamu masuk ke darul Huda usia 4 tahun donk !"


"Memang ..!"


"Haa .. serius? Kok bisa ?" putri spontan memukul lengan Alifa dengan kencang.


Ia semakin antusias ingin tahu tentang Alifa yang sudah selama itu mondok di darul Huda.


"Ya Allah putrii..., sakittt..!!" Alifa mengelus lengan nya yang di pukul putri dengan keras.


"Ya maaf fa.., habis nya kaget."

__ADS_1


"Gimana ceritanya fa..!"


Akhirnya Alifa menceritakan tentang diri nya yang umur 4 tahun bisa masuk ke darul Huda.


Putri nampak terdiam tanpa kata. Tidak cerewet seperti tadi. dirinya meresapi setiap cerita Alifa hingga tak kuasa ia pun menangis tersedu-sedu.


"Kenapa kamu menangis putri..?" ustazah Nia dan ustazah Arum yang baru tiba heran melihat putri yang menangis pilu.


"Ini putri tanya ke saya ustadzah, udah berapa lama saya mondok. Ee...di ceritain malah mewek. Ternyata putri cengeng sekali ya ustadzah."


Kedua ustadzah itu nampak tersenyum. jangankan putri semua orang yang mendengar cerita tentang Alifa pasti akan terharu.


"Jangan bersedih.., udah hapus airmata nya. Cerita Alifa bisa buat inspirasi kita. Kita contoh ketegaran Alifa selama ini. Kita jadikan pengalaman yang patut di contoh." ucap Bu Arum.


"Sekarang kita pulang ke pondok ya.., Alifa apa kamu akan pindah ke Al Islam?" Goda Bu Arum lagi.


"Kalau sama ustazah Nia boleh." jawab Alifa santai.


"Jangan.., nanti ummi khasanah menangis..!" timpal Bu Nia spontan.


Mereka pun tertawa bersama.


Akhirnya mobil pondok yang menjemput Alifa datang.


"Putri.., aku pulang dulu ya..! semoga kita bertemu lagi di lain waktu."


Putri spontan memeluk Alifa.


Kedua teman baru itu saling memeluk dan menangis. Keduanya larut dalam tangis perpisahan.


"Jangan lupakan aku ya Fa..!"


"Tentu tidak sayang.., semangat belajar ya..! semoga kita bisa mengikuti ajang perlombaan yang lain nya. Semoga kita bisa bertemu lagi."


"Fa.., kalau liburan main ke rumah ku ya."


keduanya semakin larut dalam tangis perpisahan.


"Ustazah Arum, saya pamit duluan pulang ke pondok." ucap Alifa.


Alifa pun salim dengan takzim ke ustazah dari Al Islam itu.


"Put.., terima kasih sudah menjadi teman baru ku selama di sini. cuma satu pesanku kalau nangis jangan mengusap ingus ke lengan baju ya...! jorok...!" He he

__ADS_1


"Alifaaaaa....!!"


_______


__ADS_2