
Malam pun tiba, acara pembukaan MTQ tingkat provinsi berlangsung meriah. Alifa begitu bahagia bisa menjadi salah satu peserta di event provinsi kali ini. Ia tak menyangka bisa berada diantara ribuan orang terbaik dari masing-masing daerah.
'Sungguh ini bagaikan mimpi,' gumamnya lirih.
Ia berjanji dengan dirinya sendiri bahwa akan tampil semaksimal mungkin. Tak henti-hentinya Alifa mengucap syukur atas kemudahan yang selalu Allah berikan selama ini.
'Andaikan putri ada di sini, sungguh bahagia dan senang luar biasa rasanya.' batin Alifa sambil terus menyaksikan acara demi acara di malam pembukaan MTQ ini.
"Jangan melamun..!" ucap ustadzah Nia sambil menepuk pundak Alifa dengan lirih.
" eh.. ustadzah, saya kira siapa.Tiba-tiba ustadzah Nia ada di samping saya, bikin saya kaget.hehehe.." ucap Alifa sambil menggeser duduknya untuk memberi tempat ke ustadzah Nia.
Ustadzah Nia hanya tersenyum menanggapi ucapan Alifa.
"Besok pagi kamu tampil di nomor peserta ke lima, Alifa..! bertempat di masjid sebelah itu." ucap ustadzah Nia sambil menunjuk arah masjid berada.
" Persiapkan diri kamu ya, jaga suara kamu dan terus berlatih ya..! Kamu pasti bisa, Alifa."
__ADS_1
"InsyaAllah ustadzah. Saya akan berusaha semampu saya." jawab Alifa sopan.
Ustadzah Nia tersenyum bahagia, karena Alifa sudah tidak begitu ketara grogi nya. Ia sudah mampu menguasai diri dengan lebih baik dibandingkan kemarin-kemarin.
"Teruslah seperti ini ya..! Optimis dan fokus. Buang pikiran yang membuat kepercayaan diri hilang. yakin..! Kalau kamu pasti bisa."
Ustadzah Nia terus memberi support dan dukungan untuk Alifa. Dengan seksama, Alifa pun mendengarkan setiap ucapan yang ustadzah Nia sampaikan ke dirinya.
"Jangan down jika melihat peserta lain yang kelihatan bagus menurut mu. Yakin ke diri sendiri ya,Alifa..! Kamu harus percaya diri dengan kemampuan kamu sendiri. Kamu mengerti maksud saya kan?"
Alifa mengangguk dengan cepat mendengar kata demi kata yang ustadzah Nia ucapkan.
Mereka semakin larut dalam perbincangan hangat. Alifa mendengarkan setiap apa yang ustadzah Nia katakan. Banyak arahan dan nasehat yang ustadzah Nia sampaikan pada Alifa supaya Alifa tidak merasa terbebani dan bisa tampil semaksimal mungkin.
___
Tak terasa malam pembukaan MTQ pun sudah hampir selesai. Malam juga semakin larut. Banyak peserta yang sudah meninggalkan tempat acara. Begitu juga dengan Alifa, ia izin ke ustadzah Nia untu masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Badannya sudah sangat lelah.
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam kamar, Alifa langsung menuju kamar mandi yang memang berada di dalam untuk membersihkan diri sebelum tidur.
'kamarnya bagus, tertata rapi, dan juga bersih. Kamar mandinya pun sangat bersih dan nyaman.' gumam Alifa sambil matanya memindai seluruh ruangan kamar dan ruangan yang ia tempati.
Alifa pun menyelesaikan ritual bersih-bersih nya sebelum tidur. Memang sudah menjadi rutinitas sehari-hari Alifa ketika menjelang tidur yaitu membersihkan muka dengan sabun muka, gosok gigi, menyabuni seluruh kaki dan tangan dengan bersih dan terakhir tak lupa Alifa berwudhu dulu sebelum dirinya mau tidur.
Setelah selesai, Alifa keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju tempat tidur nya. Ia duduk di tepi tempat tidur nya sambil mengeluarkan isi dalam koper kecilnya.
Alifa mengambil mushaf kecil yang biasa ia bawa kemana-mana. ia pun membaca sebentar apa yang ada di halaman tengah mushaf kecil tersebut.
Setelah selesai, Alifa pun mencium mushaf kecil nya dengan menitikkan airmata bahagia kemudian menaruh di atas nakas. hati Alifa begitu damai setelah membaca kitab suci kemudian ia membaringkan tubuhnya untuk segera tidur supaya besok pagi Alifa bisa mengikuti ajang perlombaan dengan kondisi fisik yang fit dan lebih siap lahir dan batin.
'Semoga saja.' gumamnya lirih sebelum mata nya benar-benar terpejam.
'
'
__ADS_1
____
Malam sahabat, jangan lupa like coment dan vote nya ya.