Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.
Bab 28. Obrolan via telpon.


__ADS_3

Setelah telpon nya tersambung dengan ustadzah Arum, ustadzah Nia pun terlihat obrolan sebentar dengan rekan dari pondok pesantren Al Islam tersebut.


Setelah beberapa saat, ustadzah Nia memberikan hpnya kepada Alifa.


"Ini putri..!" ucap ustadzah Nia sambil memberikan hpnya.


"Terimakasih ustadzah..!" jawab Alifa lirih.


Ustadzah Nia tersenyum dan mengangguk sambil berjalan mendekat ke arah pintu kamar dan keluar supaya Alifa leluasa bicara dengan teman dari pondok Al Islam tersebut.


["Alifaaaaa..!"] jerit putri di seberang telpon.


["Assalamualaikum sayangku cintaku Putri Maulida yang manis. Kalau telpon itu salam dulu donk jangan langsung menjerit kayak anak kecil aja main jerit-jerit."] ucap Alifa.


Dari seberang telpon terdengar putri terkekeh mendengar protes sahabat nya itu.


["waalaikumussalam sayangku Alifa. Hehehe Maaf atuh cantik, habisnya aku kaget dan bahagia gak nyangka kamu telpon fa..!"]


["iya put.., maafkan aku ya, baru bisa kasih kamu kabar. Kamu tau sendiri kita hidup di pondok pesantren seperti apa."]


Akhirnya kedua sahabat yang baru kenal beberapa waktu terakhir ini pun berbicara lewat telpon dengan senang hati. Mereka mengobrol dengan bahagia. Banyak hal yang mereka obrolkan. Termasuk membahas tentang Alifa yang saat ini sedang berada di asrama tempat di helat nya MTQ tingkat provinsi. Alifa mengabarkan kepada putri bahwa dirinya sekarang sedang mengikuti ajang MTQ provinsi.

__ADS_1


Alifa meminta doa ke Putri supaya Alifa tidak grogi dan bisa menjadi yang terbaik di event provinsi kali ini.


Putri terharu dengan keberhasilan teman seperjuangan nya waktu di event kabupaten kemarin. Di seberang telpon putri menitikkan airmata bahagia.


["Fa..kamu baik-baik di sana ya fa, jaga kesehatan kamu istirahat cukup. Semoga kamu menang Alifa Rizky."]


Putri sungguh bahagia hari ini. Tak di sangka Alifa akan telpon dirinya.


Ia juga tak menyangka, perkenalan nya dengan putri waktu mengikuti MTQ kabupaten berlanjut sampai sekarang. Putri begitu senang berteman dengan Alifa.


Alifa tidak sombong dan baik hati. Meski ia anak yang pintar tapi Alifa tidak pilih-pilih dalam berteman. Terbukti Alifa lah yang menyapa dirinya terlebih dahulu kala itu.


Akhirnya setelah setengah jam berlalu mereka mengakhiri telpon nya dengan banyak doa dan dukungan dari putri


["Terimakasih doanya putri, terimakasih sudah menjadi teman aku, terimakasih sudah memberiku dukungan put .. Sampaikan salam aku buat ustadzah Arum ya..!"]


["Iya fa.. nanti aku sampaikan ke ustadzah, yaudah semoga Allah memberikan kemudahan untukmu Alifa Rizky."]


____


Setelah selesai menelpon Putri, hati Alifa sedikit tenang. Kemudian ia bergegas keluar dari kamar untuk mencari ustadzah Nia dan mengembalikan hp nya.

__ADS_1


Ustadzah Nia yang duduk santai bersama ustadzah dari pesantren lain menoleh ke arah pintu kamar yang di buka oleh Alifa.


"Bagaimana, sudah telpon nya?"


"Sudah ustadzah, ini hp nya, ustadzah."


Ustadzah Nia menerima hp dari tangan Alifa.


lalu ia pun melihat hpnya..


"Wah.. ternyata lama juga ya ngobrol dengan putri. Gimana, sekarang udah gak grogi?" goda ustadzah Nia.


Alifa tersenyum malu mendengar ucapan ustadzah Nia.


"Ustadzah bisa aja, saya malu ustadzah." jawab Alifa sopan dengan raut wajah yang memerah.


Ustadzah Nia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah lucu Alifa.


'Heran, sebenarnya Alifa sudah sering ikut lomba tapi tetap aja begini.' batinnya sambil melihat ke arah Alifa yang bertingkah lucu.


"Yaudah Kamu istirahat dulu ya.. Persiapan nanti malam untuk pembukaan."

__ADS_1


__________


Jangan lupa like coment dan vote serta dukungan nya ya sahabat. Jangan lupa nantikan dan nonton pembukaan MTQ nanti malam semuanya. 🥰


__ADS_2