Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.
Bab 8 . Aktivitas di pondok.


__ADS_3

Hari pun di lalui Alifa dengan semangat, semangat baru yang luar biasa. Alifa selalu berlatih mengolah vokal dan nada terlebih bacaan dan cengkoknya. Suara Alifa memang bagus, tak heran kalau dia terpilih.


Ibarat pepatah mengatakan, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Itulah yang sekarang di alami Alifa. Gadis 14 tahun itu sedang mengalami masa-masa di mana dia harus bersakit-sakit mengejar mimpinya, mengejar cita-cita terbaik untuk mengikuti ajang Musabaqoh Tilawatil Qur'an. Dia berusaha ekstra,dengan ketekunan yang patut di acungi jempol,Alifa tak kenal lelah dalam berlatih. Semua arahan dari kyai dan ustadzah pengasuh selalu Alifa patuhi.


Selain tekun dalam usaha, Alifa juga rajin dalam berdoa. Dia selalu menyempatkan diri bangun di sepertiga malam di saat teman nya masih banyak yang tertidur pulas. Seperti malam ini Alifa terbangun di jam 03.00 dini hari. seperti ada alarm dalam diri Alifa, sebelum tidur tadi Alifa berdoa dan niat untuk bangun di jam 03.00. Ternyata Allah memudahkan niat baik Alifa.


"Apa kamu tidak ngantuk Alifa? aku perhatikan dari tadi kamu udah bangun." Ucap Rika yang baru terbangun. Setelah beberapa saat bangun dan berdiam diri mengamati Alifa yang sedang khusyuk dalam sholat malam dan berdoa.


" Eeeh kamu baru bangun Rik..?"

__ADS_1


"Dah dari tadi kale..! kamu nya aja yang terlalu khusyukkk sampe gak lihat kalau aku dah bangun."


"lah..kalau dah dari tadi kenapa bengong kayak bagong di tempat tidur nah. kenapa gak turun dan ambil wudhu dan ikut sholat coba ? Malah lihatin aku." ucap Alifa sambil melepas mukena dan melipat nya supaya rapi.


"Dasar Alifa resek malah ngatain aku kayak bagong." ucap Rika sambil cemberut dan tengkurap di atas bantal mendengar ucapan Alifa.


Alifa terkekeh mendengar dan melihat ekspresi teman sekamarnya itu yang baru bangun dah cemberut.


"Dasar anak manja, udah menjelang subuh masih di bilang malam. udah ayo bangun cepetan sana siap-siap. gak dengar apa tu ustadzah pengasuh kamar dah gerilya di kamar sebelah. Ayo bangun mumpung belum nyampe ke kamar kita." Alifa berucap sambil membangunkan teman yang lain nya.

__ADS_1


" huuuft.. gini nih kalau ibu negara udah bertindak kita mah bisa apa." Dengus kesal Zia yang terpaksa bangun karena Alifa sudah menarik selimutnya.


Tidak hanya Zia, teman yang sekamar dengan Alifa pun mau tak mau harus bangun sebelum terdengar adzan subuh dari toa masjid pondok. Memang begitulah Alifa, dia yang selalu rajin membangunkan teman yang lainnya.


*******


Setelah terdengar adzan subuh dari masjid pondok, akhirnya semua santri berbondong-bondong untuk jamaah ke masjid. Meski banyak yang masih ngantuk berat, tapi itulah hebatnya hidup di pondok pesantren.


Di awali dengan keterpaksaan akhirnya semua akan menjadi pembiasaan. Tidak ada yang mudah mengawali hidup di pesantren. semua harus melalui proses panjang yang sangat membuat orang hampir menyerah.

__ADS_1


Setelah selesai jamaah subuh, tak lupa mereka selalu mendengarkan tausiyah dari ustadzah. dan di teruskan dengan kegiatan mengaji kitab di asrama masing-masing dengan ustadzah pengasuh yang sudah siap untuk melakukan tugasnya.


____


__ADS_2