Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.

Jatuh Cintanya Sang Juara Qori.
Bab 47. Kayla Arsyad Al-Banjari.


__ADS_3

'Tok tok tok..' Alifa mengetuk pintu kediaman pimpinan pondok pesantren darul Huda dengan pelan. Setelah beberapa ketukan, pintu pun di buka dari dalam. Terlihat ummi khasanah tersenyum di balik pintu.


"Assalamualaikum ummi." ucap Alifa sambil mengulurkan tangannya untuk Salim ke ummi khasanah dan mencium punggung tangan beliau dengan takzim.


"Waalaikumsalam nak, masuk..ayo masuk. Abi sudah menunggu kamu di ruang keluarga." ucap ummi khasanah dengan lembut.


Alifa tentu kaget, tak biasanya kyai menunggu di ruang keluarga. Jika dirinya di panggil biasanya beliau menunggu di sofa ruang tamu. 'Ada apa sebenarnya?' batin Alifa berkecamuk.


Ummi khasanah mengajak Alifa masuk ke dalam menuju ruang keluarga di kediaman keluarga kyai Abdullah tersebut.


Alifa terus melangkahkan kakinya mengikuti ummi khasanah menuju ruang keluarga. Ia kaget bukan main ternyata di sana selain kyai juga ada Gus Al. Sosok yang sudah sangat mencuri perhatian seluruh santri darul Huda ini. beliau duduk di samping ayahanda nya dengan di batasi satu sofa kosong.


"Assalamualaikum kyai." ucap Alifa lalu Salim dengan takzim ke sang pemilik pondok pesantren darul Huda tersebut.


"Waalaikumsalam. Silahkan duduk nak "


"Baik kyai.., terimakasih." jawab Alifa sopan.


Alifa pun menoleh ke arah Gus Al dan menyapa beliau sambil menangkupkan kedua tangannya di dada sebagai bentuk salam dan menghormati beliau.


"Assalamualaikum Gus Al."


Gus Al yang sedari tadi diam tersenyum menanggapi sikap Alifa dengan hati yang tidak karuan.


"Waalaikumussalam." jawab Gus Al dengan singkat.

__ADS_1


"Maaf kyai, ummi, apa benar kyai memanggil saya?" ucap Alifa dengan takut dan lirih setelah dirinya duduk di hadapan kyai nya tersebut.


"Iya Alifa, kami sengaja memanggil kamu untuk datang ke ndalem sini karena ummi rindu dengan kamu. Sudah beberapa hari tidak melihat kamu rasanya seperti sudah lama sekali."


Alifa menanggapi ucapan ummi khasanah dengan tersenyum. karena Alifa tau, itu hanya basa-basi yang ummi khasanah ucapkan semata.


"Maaf ummi, saya memang sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir."


Gus Al yang sedari tadi diam, hanya melirik ke arah Alifa yang menurut nya sangat cantik dan menarik. Gus Al tak berani menatap Alifa secara langsung, selain di sini ada ummi dan Abi nya..,ia tak berani bersikap lebih terhadap santri Abi yang sudah mencuri perhatian nya itu. Gus Al memang mengagumi Alifa sejak awal dirinya datang ke rumah kedua orangtuanya ini. Gus Al hanya diam membisu mendengar kan ucapan demi ucapan antara ayahanda nya dengan santri terbaik nya itu.


"Kamu memang benar-benar sangat rajin nak. 13 tahun kamu berada di pondok pesantren sini sungguh sangat banyak prestasi-prestasi yang sudah kamu raih sehingga rasanya darul Huda enggan untuk melepaskan kamu." ucap ummi khasanah.


Alifa hanya tersenyum menanggapi ucapan ummi darul Huda tersebut.


"Alifa..!"


"Kalau boleh tau usia kamu sekarang berapa nak?"


"Saya masih mau 17 tahun, kyai. tiga bulan lagi baru genap 17."


"Kamu sudah berapa tahun mukim di sini nak..?"


"Mungkin hampir 13 tahun kyai."


"Maaf kyai sebelumnya, maaf apa selama ini saya ada mengecewakan kyai dan ummi ?" tanya Alifa dengan sedikit rasa takut.

__ADS_1


Kyai Abdullah hanya tersenyum.


"Tidak nak, tidak ada yang mengecewakan kami. Justru keluarga besar darul Huda berterima kasih kepada Alifa yang sudah banyak menorehkan puluhan prestasi yang membanggakan yang di raihnya selama ini." ucap ummi khasanah bijak.


"Alifa..!"


"Saya kyai..!" jawab Alifa sambil menatap wajah kyai Abdullah yang di rasakan ada sedikit ketegangan.


Alifa bingung dengan situasi ini. Ia tak mengerti sebenarnya kenapa dirinya di panggil ke sini. Dari tadi kyai dan ummi khasanah hanya berbicara dengan pertanyaan yang membingungkan untuk Alifa. Sekilas Alifa menoleh ke arah ummi khasanah dan Gus Al. Alifa tersentak ternyata Gus Al pun menatap dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Tatapan keduanya bertemu. Cepat-cepat Alifa pun menundukkan kepalanya untuk menghindari rasa malunya karena Gus Al juga menatap dirinya.


Terlihat kyai menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan ucapan nya.


"Begini Alifa, Kami sekeluarga memang memanggil kamu untuk datang kemari karena ada hal yang ingin kami sampaikan. Saya harap kamu tidak terkejut dengan apa yang akan saya sampaikan nanti."


"Insyaallah kyai. Ada apa sebenarnya kyai..?"


Kyai Abdullah pun menoleh ke putranya yang berada di samping nya duduk.


"Alifa.., ini putra tunggal saya dia bernama Kayla Arsyad Al-Banjari. Ia baru datang ke ndalem sini beberapa hari yang lalu setelah sekian tahun berada di Kairo. Tentu sebelumnya kamu sudah kenal dengan dia."


Alifa semakin bingung dengan situasi ini.


'Ayah..., tolonglah anakmu ini.' batin Alifa berkecamuk tidak karuan dengan pikiran yang tidak-tidak berada di tengah-tengah keluarga kyai nya ini.


______

__ADS_1


__ADS_2